KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 43.Malam yang indah


__ADS_3

Hanya rasa Syukur, itulah yang Sahila rasakan saat ini, kesabarannya membuahkan hasil, Refan yang sangat benci dengannya kini berubah drastis,


Setelah membersihkan dirinya, Sahila tak langsung memakai baju tidur, melainkan memakai baju santai, niatnya kali ini ingin keluar.


''Sa, kamu mau kemana malam malam begini?'',tanya pak Cakra ,


Sahila hanya tersenyum melihat pak Cakra dan Refan yang sedang bersamaan.


''Maaf pa, aku pingin makan ketoprak yang tempatnya di perempatan jalan, tapi papa tenang saja, aku minta di antar pak Jono, ucap Sahila ragu, karena takut pak Cakra marah .


''Kenapa minta pak Jono, ini ada Refan, dan mulai besok kamu berangkat kuliahnya juga bareng Refan.


Refan hanya diam saja mendengar ucapan papanya, tak sedikit pun membantah atau menawar,


''Tapi aku nggak mau maksa kamu, kalau kamu nggak mau juga nggak apa apa, kamu bisa minta di antar siapa pun, ucap Refan santai .


''Aku nurut papa saja, ucap nya cemberut.


''Baiklah, pa aku pergi dulu, pamit Refan dan Sahila bersamaan.


Mobil Refan menyusuri setapak jalan yang sedikit sepi, ,sedangkan Sahila hanya melihat tepi jalan, namun yang di inginkannya tak terlihat, sahila cemberut tak berani berkata.


''Katanya di perempatan, mana, kok nggak ada apa apa? ''tanya Refan memastikan.


Sahila menggeleng, ''ternyata tutup, sambil menunjuk gerobak yang tertutup kain terpal.


''Apa nggak mau yang lain, maksud aku di tempat lain.


''Tapi aku suka yang di situ, kalau nggak ada ya sudah kita pulang!''


''Kenapa sekarang kamu yang suka memerintah, ini mobilku, terserah mau aku bawa kemana?''


''Maaf, aku lupa lagi,jawab Sahila jengkel, karena apa yang di inginkan tidak terpenuhi.


Refan terus saja melajukan mobilnya ,sampailah ke sebuah restoran membuat Sahila bingung.


''Ngapain kita ke sini, tanyanya sambil melihat depan restoran yang begitu mewah.


''Kamu keluar mau apa?'' beli ketoprak kan, itu artinya kamu lapar ,dan ini restoran tempat makan, ayo kita turun apa kamu nggak lapar?''


Aku sangat lapar, tapi aku nggak pernah makan di tempat mewah seperti ini, selama aku di sini aku hanya pernah masuk di restoran kak Doni, dan restoran lain yang tak semewah ini, tempat ini terlalu mewah untukku. batin Sahila sambil geleng geleng kepala.


Refan menjentikkan jarinya tepat di depan Sahila yang bengong ,membuat Sahila terbuyar dari lamunannya,

__ADS_1


''Kamu kenapa? '', apa kamu nggak suka tempatnya, kalau kamu nggak suka kita bisa cari tempat lain?''


''Bukan nggak suka, tapi ini terlalu mewah, dan aku nggak pernah makan di tempat seperti ini, ucap Sahila polos.


''Apa, jadi selama ini kamu nggak pernah makan di restoran ?''tanya Refan sambil menepuk jidatnya.


Sahila menggeleng, ''Eh... tunggu dulu, pernah di tempat kak Doni,dan waktu itu juga pernah ke restoran lain ,tapi juga tak semewah ini, karena setiap Sindi mengajakku aku selalu menolaknya.


Ya ampun ,apakah memang dia sepolos ini, lirih Refan sambil melihat Sahila,


''Ya sudah sekarang masuk, jangan bengong saja!'' apa kamu mau menjadi satpam juga, Refan bercanda.


Sahila mengikuti Refan dari belakang,


''Kamu mau pesan apa,?''


'' Seperti kamu saja, aku nggak terlalu suka makanan yang nggak bikin perutku kenyang. masih dengan polosnya.


''Ada ada saja.


Refan hanya mengangguk.


Refan sesekali melirik Sahila yang sedang menikmati makannya, ada perasaan kagum, tapi untuk apa ,Refan bingung,


Setelah selesai makan malam, Refan kembali melajukan mobilnya,


''Apa memang kota seindah ini kalau setiap malam. ?''


''Heemmm.... apa kamu nggak pernah keluar malam?''


Sahila menggeleng.


''Waktu itu Sindi juga mengajakku, aku juga menolaknya, aku takut, kata Ibu aku nggak boleh keluar malam karena di kota banyak orang jahat, ucap dengan polosnya .


Lagi lagi, hati Refan merasa terenyuh mendengar ucapan Sahila yang sangat lugu, bukan sok lugu,


Mobil Refan berhenti di sebuah taman yang di hiasi lampu yang sangat indah membuat Sahila tak sabar untuk menikmatinya.


Sahila turun dari mobil melihat satu persatu keindahan yang di suguhkan di setiap sudut taman itu.


''Wah, seumur umur baru kali ini aku melihat taman yang indah seperti ini ,ucapnya.


Sedangkan Refan hanya bersender di mobil sambil melihat sahila yang terus berjalan menyusuri taman.

__ADS_1


Aku memang sudah salah besar menilainya, aku buta, ada wanita yang begitu polos lugu di depanku, tapi aku menyia nyiakannya begitu saja. aku memang sangat bodoh, aku lebih memilih ular yang berbentuk wanita seksi, meskipun aku tidak bisa memilikimu tapi aku bisa melihatmu bahagia,dan aku harap Iwan akan lebih membuatmu bahagia. batinnya


Air mata Refan selalu memberontak jika teringat akan kesalahannya pada Sahila selama ini .


Refan melihat jam yang melingkar di tangannya ternyata sudah larut.


''Kita pulang, sudah malam!'' teriak Refan pada Sahila, Refan masih saja belum menyebut Sahila dengan sebutan nama jika sedang berhadapan, begitu juga dengan Sahila belum memanggil Refan dengan sebutan mas ,karena Sahila masih takut Refan akan marah padanya .


Sahila hanya mengangguk dan menghampiri Refan.


''Apa kamu suka tempatnya? ''


Sahila mengangguk, ''Ini pertama lalinya aku ke sini,


''Apakah Iwan tidak pernah mengajakmu jalan jalan?''


Sahila menggeleng.


''Masuk, perintah Refan sambil membukakan pintu mobil untuk Sahila.


Sahila senyum senyum sendiri mengingat malamnya terlewati dengan begitu indah membuat Refan heran.


''Kenapa kamu senyum senyum sendiri, apa ada yang lucu? ''


''Bukan lucu, tapi malam ini tidak akan aku lupakan, ini pertama kalinya di kota ini aku keluar malam,dan ini sangat menyenangkan, ,eh...bukan, waktu itu aku juga pernah pulang malam, bersama Sindi dari rumah papa, aku terjebak di dalam kamar,


''Terjebak, maksud kamu,.?Refan memastikan.


''Iya ,waktu itu papa menyuruhku ke rumah, beliau bilang mas Refan keluar, jadi aku ajak Sindi ke sana, tapi waktu aku makan, aku mendengar mobil mas Refan pulang, aku panik dan langsung menarik Sindi untuk ke kamar, tapi pas aku ngintip mas Refan ada di ruang keluarga, setelah mas Refan masuk kamar, papa kirim pesan ke aku, dan bibi mengunci pintu kamar mas Refan ,aku dan Sindi langsung keluar dan kita pulang. cerocosnya


''Aku juga tau, dan aku juga lihat mobilnya keluar dari halaman. ucapnya santai.


''Apa...,Sahila kaget dan memandang lekat pria yang dulu sangat membencinya itu.


''Kalau kamu tau kenapa tidak memarahiku?'',


''Apa kamu kangen dengan aku yang suka menghinamu dan memarahimu?''


Sahila menggeleng,


''Jangan suka mengingat masa lalu, aku minta maaf untuk itu ,aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, ucapnya pelan di telinga Sahila membuatnya merinding dan geli.


''Apa kamu serius dengan ucapanmu ?'', Sahila mencari kejujuran di mata Refan.

__ADS_1


''Kenapa kamu nggak memanggilku mas lagi seperti tadi, secara diam diam, Refan meresapi semua kata yang di ucapkan Sahila.


Refan hanya mengangguk.


__ADS_2