KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 32.Hargai wanita


__ADS_3

Setelah kepergian pak Cakra ,Sahila masuk ke dalam kamar dan bersiap siap untuk pergi,


Sahila mengambil tas ranselnya.


''Non mau ke mana kok bawa tas rangsel? ''tanya Bibi heran


Sahila hanya tersenyum pura pura bodoh.


''Ini baju bi, aku mau ke rumah Sindi untuk beberapa hari ini, bibi jangan bilang sama papa ya, ku mohon, pinta Sahila penuh harap.


Bibi tersenyum.


''Baiklah, tapi non harus ada yang jemput,


Sahila mengangguk.


Akhirnya Sahila menghubungi Sindi untuk menjemputnya,


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya mobil Sindi tiba di depan rumah pak Cakra.


Sindi pun ikut pamit kepada Bibi.


''Kalian hati hati ya, non Sahila jaga diri baik baik, bibi nggak mau di salahin tuan Cakra kalau sampai ada apa apa sama non.


''Bibi tenang saja ,Sahila sudah dewasa, pasti Sahila bisa jaga diri,


Setelah berpamitan sahila naik mobil bersama Sindi menuju rumah Sindi.


''Sa, sebenarnya apa sih Sa yang terjadi, kenapa kamu nggak mau jujur sama aku, kita ini kan sahabat, mungkin saja aku bisa membantu permasalahan kamu?''


''Ada waktunya aku untuk jujur Sin, tapi untuk saat ini aku benar benar minta maaf, biarlah semua terbuka dengan sendirinya, aku nggak mau lancang, ada orang yang lebih berhak untuk menjelaskan semuanya.


''Ya udah deh Sa, kalau kamu emang nggak mau jawab, nggak apa apa kok, yang penting kamu nggak merasa sendirian.


Sesampainya di Rumah Sindi ,Sahila langsung beristirahat karena semalam nggak bisa tidur, kini Sahila tidur dengan pulasnya.


------------------------


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam ,pesawat yang di tumpangi Refan dan Mike tiba di bandara internasional,


''Silahkan tuan mobil sudah siap!!'', kata pak supir yang menjemput Refan.


''Pak Jono mana, kenapa bapak yang jemput, tanya Refan heran ,karena yang menjemput supir kantor,


''Pak Jono pergi dengan tuan Cakra ke luar kota tuan, jawab supir seperti apa yang di suruh pak Cakra.


''Papa keluar kota, kenapa beliau nggak bilang?''


''Beliau buru buru tuan, mungkin nggak sempat.


''Ya sudah kita ke rumah, setelah itu kamu antar Mike ke apartemen!''


''Baik tuan.


Setelah sampai Refan langsung masuk menuju kamarnya, karena perjalanan panjang membuat Refan sedikit lelah, sedangkan Mike langsung di antar ke apartemen.

__ADS_1


''Aden sudah sampai, tanya bibi saat melihat Refan naik tangga.


Refan tersenyum kecil.


Saat di depan kamarnya Refan melihat pintu kamar samping yang sedikit terbuka, karena Sahila yang buru buru tak menyadari bahwa pintunya belum tertutup rapat.


Refan menghampiri pintu nya, tapi sebelum memegang knop bibi memanggilnya dari belakang,


''Aden mau ngapain, bukannya kamar aden yang ini, sambil menunjuk arah pintu kamar Refan.


''Pintu ini terbuka Bi, memang siapa yang pakai?''


Bibi tersrnyum, ''Nggak ada Den, tadi mau bibi bersihin, tapi belum jadi, karena bibi lupa belum matiin kompor,


''O.... hanya itu jawaban Refan.


''Ya sudah aku masuk dulu bi,Refan beralih masuk kamarnya.


''Untung saja aku datang tepat waktu, kalau tidak ,bisa berabe nih,


Bibi segara mengunci pintu kamar Sahila dan kembali ke dapur.


Sedangkan Refan langsung membersihkan diri,


✉️


''Wan, aku sudah sampai kita ketemuan yuk, kita pergi ke restoran calon pengantin,pesan Refan untuk Iwan .


✉️


Di restoran Iwan dan Doni datang duluan.


''Don, apa ini saatnya kita menanyakan kepada Refan?''


''Apa maksud kamu, apa kamu yakin kalau Refan memang calon suami Sahila, terus kalau itu memang kenyataan kamu mau apa?''


''Don, kamu mikir nggak sih, ini semua tu nggak adil untuk Sahila, apa kamu nggak kasihan dengannya, hanya mencintai tanpa di cintai, Aku nggak masalah jika Sahila nggak menerimaku, karena memang dia masih patuh sama orang tuanya, Aku cuma nggak mau penantiannya sia sia, hanya menunggu sesuatu yang nggak pasti, Sahila dengan mudahnya menerima perjodohan itu, tapi tak seharusnya Refan sampai menghinanya.


Doni hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


''Terus kita harus gi mana?'', kamu ingat ,Refan adalah sahabat baik kita, nggak mungkin kan kita berdebat dengannya gara gara masalah ini?''.


''Iya, aku kan cuma bilang mau memastikannya saja. Iwan dan Doni saling meninggikan suaranya.


Refan berjalan dengan gontai masuk ke restoran, dari jauh Refan sudah melihat dua manusia yang Selalu menemani harinya sebelum kehidupannya di negara L .


''Hai, kalian sudah lama? ''sapa Refan dari belakang,


''Hai Fan, kamu apa kabar, mereka berjabat tangan dan saling merangkul bergantian.


''Kabarku buruk dan sangat buruk.


''Maksud kamu apa.?'' tanya Doni memastikan .


Refan tersenyum sinis.

__ADS_1


''Iya Bro, kania mana ,kenapa nggak di ajak?'' timpal Iwan.


''Aku sudah menceraikannya, dan sekarang aku pulang sendiri, apa kalian belum melihat media?''


Doni dan Iwan menggeleng.


''Apa, kamu serius?'' Doni Iwan bersamaan.


Refan mengangguk.


''Memang apa yang terjadi, kenapa kamu secepat itu mengambil keputusan, bukan kah kalian saling mencintai? ''Doni.


''Lebih tepatnya hanya aku yang mencintai, dan aku meninggalkan dia karena dia selingkuh dengan managernya


''Apa, Doni dan Iwan kaget.


''Makanya Bro, jangan suka nyia nyia in orang yang mencintai kamu, sekarang kamu kena impasnya di sia siakan orang yang kamu cintai, karma itu nyata, dan kita nggak mungkin bisa lari darinya. Iwan sambil menepuk bahu Refan.


Perasaan ku mulai nggak enak nih, batin Doni,


Refan mengernyitkan dahinya sambil melihat Iwan lekat, sedangkan Iwan dengan santainya memakan camilan yang tersaji.


''Maksud kamu apa, bilang begitu?'',


''Belum saatnya aku bilang, tapi nanti kamu akan tau langsung dari mulutku sendiri, ucap Iwan sinis dan langsung meninggalkan Iwan dan Doni.


''Don, kamu jelasin apa maksud Iwan, siapa yang dia maksud,?''


''Maaf Ref, kamu sahabatku, Iwan juga, kita semua sahabat ,dan dari dulu di antara kita tidak pernah ada konflik apapun, aku harap setelah ini kamu ambil lah keputusan yang lebih bijak.


Mereka ini kenapa, apa yang di maksud, kenapa Iwan terlihat begitu marah, apa perkataan ku ada yang melukainya, batin Refan.


''Oke, tapi aku butuh penjelasan,supaya masalah ini tidak berlarut, aku ingin kamu menjelaskannya.


''Ref, kamu ingat kan cewek kampung yang di jodohin sama kamu?''


Refan mengangguk,


''Apa dia itu Sahila?''


Refan berusaha mengingatnya kembali, karena Refan hanya satu kali mendengar nama calon istri pilihan pak Cakra ,dan itu pun saat di rumah Sahila.


''Iya, benar, kenapa dengannya?'' apa dia membuat masalah? ''


''Itulah keburukan kamu Ref, kamu itu selalu melihat orang dari penampilannya, apa kamu nggak mikir setiap perkataan kamu itu bisa menyakiti orang.


''Kenapa kamu belain cewek kampung itu?''


''Kamu tau, sekarang Sahila tinggal di rumah kamu, dan om Cakra sangat menyayanginya.


''Apa, jangan bercanda Don, mana mungkin cewek kampung itu tinggal di rumah papa, apa jangan jangan dia mau merebut harta papa dengan cara mendekati papa?''


''Cukup, jangan sekali kali kamu menghinanya lagi, bukan maksud aku membelanya, tapi tuduhan kamu itu nggak benar, dan mulai sekarang belajarlah untuk menghargai wanita, meskipun kamu nggak menyukainya, kamu tau Ref, kanapa Iwan semarah itu? ''


Refan menggeleng.

__ADS_1


''Itu karena Sahila menolaknya, dan mungkin saja Sahila masih mencintai kamu,


__ADS_2