KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 109. Kepergian Nia


__ADS_3

Pelan pelan dengan berjalannya waktu, Sahila mulai menerima kenyataan, dan tidak berharap penuh akan kehamilan, Apa lagi sang suami yang selalu memberikan kejutan kejutan yang tidak terduga,


Meskipun sangat sibuk dengan pekerjaannya ,tapi Refan berusaha sesiaga mungkin untuk sang istri, Refan tak pernah mengeluh dengan permintaan Sahila, karena itu adalah hiburan baginya.


''Mas, kamu lihat Mike dan Ririn deh, mereka terlihat bahagia ya, ucap Sahila, karena semenjak memutuskan memilih Ririn, Mike terlihat sering jalan sama Ririn.


Sedangkan Refan hanya mengangguk.


Begitu juga dengan Ririn, dia pun terlihat bahagia karena kehadiran Mike yang sudah lebih serius dengannya, meskipun Mike tak menyatakan cinta, nyatanya Mike sudah mulai lebih dekat dengannya.


''Tapi mas, kenapa aku teringat sama siapa itu pacar tuan Mike? ''tanya Sahila sambil mendongak ke atas karena saat ini Sahila


menyenderkan kepalanya tepat di dada Refan.


''Nia, jawab Refan singkat


''He'em, gi mana ya kabarnya, apa dia juga baik baik saja?'', ucap Sahila sedikit pelan.


''Mas juga nggak tau, karena Mike juga nggak pernah cerita lagi, ucap Refan sambil mengusap kepala Sahila bagai anak kecil.


''Kalian sudah pulang?'' ucap Refan melihat Ririn dan Mike masuk rumah, karena setelah pulang kantor Mike dan Ririn langsung saja jalan.


Ririn tersenyum, dan mengangguk


''Baik kalau gi tu aku langsung pulang, ucap Mike pamit pada semuanya


Mike berlalu meninggalkan Refan dan yang lain.


Di perjalanan, Mike teringat akan kedaaan Nia,karena setelah memberi keputusan, Mike sama sekali belum bertemu dengan Nia.


''Sebaiknya aku ke rumah Nia saja,apa salahnya, ini bukan selingkuh, aku cuma ingin melihat keadaannya, gumamnya.


Mike membalikkan mobilnya menuju rumah Nia.


tak butuh waktu lama Untuk sampai ke rumah Nia, seperti biasa ,Mike memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah Nia, karena jalan yang sempit membuat Mike sedikit kesulitan.

__ADS_1


Kok sepi, batinnya,


Mike masih saja melihat dari dalam mobil, namun setelah beberapa saat tak ada tanda tanda Nia keluar, akhirnya Mike memutuskan untuk turun dan menghampiri pintu rumah Nia.


Beberapa kali Mike memanggil nama Nia dengan sebutan Din, namun tak ada sahutan sama sekali,


Mike bingung, karena hari sudah malam nggak mungkin Nia masih kerja, Akhirnya Mike datang ke rumah tetangga yang waktu itu di mintai tolong olehnya untuk tidur di rumah Nia.


''Bu, permisi, ucap Mike pertama kali, dengan cepat sang tetangga keluar bersama suaminya.


''Ini mas yang kemarin menginap di rumah Nia kan? ''tanya sang tetangga memastikan.


Mike hanya mengagguk, dan lupa untuk menanyakan Nia karena sang tetangga yang mengajaknya masuk.


''Silahkan duduk mas!'' ucapnya.


''Apa mas ke sini mau cari Nia?'' ucap Sang tetangga yang sangat tepat.


Mike menjawabnya dengan anggukan lagi.


''Mas, Nia pergi dari kota ini, ucap sang tetangga pertama kali yang membuat Mike terpaku, badannya terasa kaku tak bisa berbuat apa apa.


''Ma... maksud Ibu apa? pertanyaan Mike dengan wajah yang mulai terbata. Mike masih tak percaya dengan ucapan tetangga itu.


''Iya mas, Nia pergi dari rumahnya, katanya mau keluar kota, dia juga sudah menjual rumahnya, ucapnya sekali lagi dan langsung meninggalkan Mike dan Suaminya.


Tetangga Nia keluar dengan membawa sebuah buku dan amplop berwarna coklat.


Lalu menyodorkan ke arah Mike.


''Mas ini titipan dari Nia, katanya untuk mas, ucap sang tetangga dengan pelan, wajahnya terlihat sedih saat mengucapkannya .


Mike melihat buku dan amplop yang kini ada di depannya.


''Apa Ibu tau kemana Nia pergi?''Mike masih berharap kalau Nia bilang kemana tujuannya. ,

__ADS_1


Suami istri itu hanya menggeleng.


''Tapi katanya dia akan pergi jauh dari kota ini, Dia ingin mencari ketenangan, dan akan menjalani kehidupan barunya, Hanya itu yang dia bilang.


Mike memejamkan matanya sejenak ,memikirkan kemana Nia pergi.


Mike mangambil amplop dan buku dari Nia lalu pamit untuk pulang.


Selama perjalanan pulang, Mike sesekali melihat buku dan amplop yang di taruh di kursi depan.


Kenapa kamu lakukan ini, aku tau kamu pasti sakit hati padaku, tapi kenyataanya aku juga nggak bisa melupakan dirimu,meskipun aku terlihat serakah, tapi ini lah kenyataanya, batinnya.


Mike segera membawa buku serta amplop itu ke kamarnya ,Dengan pelan ,Mike mulai membuka isi buku itu, dan Ternyata itu adalah buku catatan hutang yang pernah di berikan padanya, setelah Mike menutupnya kembali ,Mike bergantian membuka Amplop coklat dan ternyata isinya adalah uang dan itu dari celengan yang sudah di berikan untuknya ,serta uang dengan jumlah yang lumayan besar, Mike mnegembalikan semua isi amplop itu lagi ,dan membuka kembali sebuah kertas.


To Mas Mike.......


''Mas, aku minta maaf, karena aku tidak bisa langsung memberikan uang itu padamu, karena aku yakin kamu nggak akan menerimanya, dan aku juga minta maaf, mungkin di saat kamu membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi, bahkan mungkin kita tidak aka bisa bertemu lagi, itu uang hasil penjualan rumahku,dan celengan kemarin, dan aku tau uang itu masih kurang, Tapi aku harap kamu menerimanya, dan setelah nanti aku punya uang, aku akan mengirimnya lagi, terima kasih karena kamu pernah menemani hidupku, dan terima kasih atas semua yang kamu berikan, aku nggak akan melupakan kebaikan kamu, Meskipun kita sekarang nggak ada hubungan apa apa, tapi ingatlah aku sebagai sahabat kamu, semoga mas bahagia dengan dokter Ririn,


 


From Nia Andini


 


Setelah membaca surat Itu, Mike merasa dirinya sangat lemas, Mike tak bisa membohongi dirinya sendiri, hatinya kali ini benar benar hancur, dulu saat Nia meninggalknnya, Mike juga merasa hancur, tapi Mike masih punya alasan untuk bangkit ,karena menurutnya Nia adalah wanita matre yang mau hartanya saja.


Tapi saat ini meskipun Nia bukan siapa siapa baginya, tapi Mike merasa kalau hati nya saat ini sedang tertusuk jarum secara bertubi tubi.


Mike meneteskan air matanya, dan menunduk, merosot di samping ranjang sambil merangkul kedua lututnya.


''Kenyataan macam apa ini, aku yang sudah memutuskan untuk melupakanmu, tapi aku sendiri yang mengingkarinya, aku tidak bisa melupakanmu walaupun sedetik saja, biarkan aku egois, tapi inilah kenyataannya,sekarang kamu pergi kamana ,kenapa kamu memberikan uang itu untukku,. Mike sambil menangis.


Mike tak menyangka, keputusan untuk serius dengan Ririn justru membuat hatinya semakin terluka dengan kepergian Nia. Bahkan Nia pergi dan meninggalkan uang hasil penjualan rumah untuknya.


''Apa yamg harus aku lakukan sekarang, aku sudah menyakitimu, dan aku nggak mau ada hati yang terluka lagi, setelah bergelut dengan otaknya, Mike langsung saja pergi ke kamar mandi dan mengguyur badannya di bawah shower, berharap masalahnya akan sedikit menghilang.

__ADS_1


__ADS_2