KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 184. Kehidupan baru Kania


__ADS_3

Di sebuah pulau terpencil ,itulah sekarang Kania menjalani hari harinya ,pekerjaannya di sebuah tampat wisata milik Pak Cakra membuat Kania sedikit terhibur, meskipun pulau itu masih jarang penduduknya, tapi para wisatawan asing pun meramaikan nya, sesekali Kania merenungi nasibnya yang sedikit malang, namun sekarang hanya bisa di syukurinya mengingat perlakuannya kepada Refan memang sangat sulit untuk mendapat maaf.


Dengan kesibukannya, Kania sedikit melupakan perubahan yang terjadi , dan dengan berjalannya waktu merubah hatinya dan ingin memperbaiki masa lalu,.


Mungkin penyesalan masih menyelimuti hatinya saat ini, namun waktu tak bisa di putar kembali, dan hanya bisa di ingat saja.


''Nona melamun?'' tiba tiba saja ucap seorang wisatawan membuyarkan lamunanya,


Kania menoleh ke arah laki laki yang sudah terlihat dewasa, umurnya pun berkisar, empat puluh tahunan.


''Maaf, apa bapak butuh sesuatu?'', tanya Kania dengan ramah.


''Kenalkan nama saya, Feby bachtiar, panggil saja Feby, ucap pria itu sambil menjulurkan tangannya ke arah Kania ,.


''Saya Kania, saya pekerja di tempat ini, kalau bapak butuh sesuatu boleh menanyakan pada saya, Kania pun menerima uluran tangan itu.


Keduanya saling menampakkan senyum masing masing, hingga duduk bersama.


''Kalau boleh saya tau ,Nona ini sudah lama bekerja disini,?!''tanya Feby.


Kania menggeleng, ''Baru .jawab Kania singkat.


Sedangkan Feby hanya manggut manggut saja.


''Bapak sendiri berlibur dengan siapa saja ke sini,?'' tanya Kania,mencoba mencairkan kecanggungan dari Keduanya.


''O.. dengan anak saya saja, tu dia lagi main. tunjuk Feby pada seorang gadis cantik berkisar umur 7 tahun yang sedang bermain dengan seorang wanita yang memakai seragam baby sitter,


''Mamanya kemana?'', tanya Kania pun penasaran.


''Tidak usah membahas nya lagi ,nggak penting, mungkin sekarang dia sudah hidup bahagia dengan suaminya, ucap Feby dengan cuek.

__ADS_1


Menurut Kania mungkin saja memang orang yang berada di sampingnya itu sudah bercerai dengan istrinya, entah masalah apa Kania pun tak berhak tau.


Akhirnya Kania dan Feby pun saling berbincang ,saling cerita dan saling melepas tawa, tak terasa keduanya terlihat sangat akrab, dan itu pun tersorot dari pandangan gadis cantik yang tak jauh dari papinya.


''Papi.... panggil gadis kecil nan Cantik itu sambil berlari menghampiri papinya.


Setelah sampai di pangkuan papinya, gadis kecil nan cantik itu berhamburan memeluk papinya yang mencium keningnya.


''Mainnya sudah nak, Tanya Feby pada putri nya.


Sedangkan gadis itu hanya mengangguk dan menoleh ke arah Kania.


''Tante ini siapa, tanya nya pada papinya.


''Kenalan sendiri dong, masa papi yang kenalin sih, Feby mencoba membuat putrinya untuk berani.


''Tante mau nggak kenalan sama aku, namaku Mila, ucap Anak kecil yang sangat imut.


''Tante mau nggak main sama aku, aku kesepian, cuma ada Mbak saja ,aku pinginnya mama, celetuk Mila membuat Feby dan Kania saling pandang.


Dengan cepat Kania pun mengambil langkah agar tak membuat gadis itu terlalu berharap padanya.


''Maaf ya sayang, tante disini kerja ,bukan liburan ,jadi nggak bisa main sama kamu, nanti kalau tante libur, pasti tante temani, tapi untuk sekarang tante benar benar minta maaf, sambil menangkupkan tangannya berjongkok di depan Miila.


Akhirnya Mila melihat ke arah papinya dengan memanyunkan bibirnya.


''Pi, bujuk tantenya dong biar mau main sama aku, papi mau kan, ?'' dengan nada memelas Mila terus memohon berharap papinya bisa membantunya.


Feby tersenyum, sambil menangkup kedua pipi Mila


''Mila, tadi kan tantenya sudah bilang kalau hari ini kerja ,dan Mila tunggu saja waktu libur, dan tante akan menemani Mila, ya, setelah mendengar kata dari papinya, Mila pun mengangguk anggukkan kepalanya meskipun terlihat sedikit belum ikhlas.

__ADS_1


Dan Akhirnya kembali pada pengasuhnya nan main bersamanya kembali.


''Maafkan anak saya, dia memang begitu, maklum dari bayi di tinggal ibunya ,jadi dia seperti merindukan sosok Ibu, dan saya belum bisa memenuhi permintaaannya itu, saya masih trauma kejadian yang dulu akan terulang lagi, ucap Feby sambil menunduk mungkin mengingat masa lalu.


''Tidak apa apa pak, lagian benar apa kata Mila, kenapa bapak tidak memberikannya seorang Ibu, nggak mungkin kan bapak terus menerus seperti itu, lagi pula kalau bapak memang trauma setidaknya lihatlah Mila, tidak mungkin bapak membiarkannya hidup tanpa kasih sayang seorang Ibu , maaf bukan maksud saya untuk ikut campur, tapi saya hanya memberi saran saja .


Feby diam, banyak hal yang terbesit dalam otaknya saat ini,


''Saya memang masih trauma saat istri saya meninggalkan saya dulu, bahkan dia meninggalkan saya di saat Mila masih bayi, dan dia meninggalkan saya demi laki laki lain yang lebih kaya, ucapan Feby seperti sindiran buat Kania saat ini, pasalnya itu pun pernah terjadi pada dirinya meninggalkan Refan demi managernya.


''Dan di saat itulah, saya harus berhati hati dengan wanita, apa lagi saya sudah mempunyai Mila, wanita yang menikah dengan saya pun harus menerima Mila,. dan saya sangat membenci para wanita yang berperilaku seperti istri saya, wanita seperti itu tidak pantas mendapatkan cinta yang tulus dari seorang pria,Feby melanjutkan ucapannya.


Kali ini Kania tak bisa bicara apa apa, hanya bisa menyimak cerita dari Feby ,meskipun cerita itu sangat menyakitkan untuknya, bahkan kali Ini Kania benar benar mengeluarkan air mata, mengingat dari cerita Feby itulah adalah gambaran dirinya.


Itu memang benar pak, Wanita seperti itu memang tak pantas mendapatkan cinta yang tulus ,begitu juga dengan diriku, mungkin selamanya aku akan begini dan seperti ini, mungkin sudah tak ada pria yang akan mencintaiku, tapi setidaknya aku masih bisa menjalani hidup meskipun tanpa pria, batinnya miris.


''Nona, nona.... panggil Feby pada Kania yang terlihat bengong dengan pandangan kosong.


Kania terkejut, ''Maaf pak,ucapnya sambil menyeka air matanya yang tiba tiba saja membasahi pipinya.


''Nona nangis?'', Tanya Feby saat melihat Kania yang terus masih menyeka air matanya.


Kania menggeleng ,''Mungkin cuma kelilipan pak, nggak apa apa kok, Kania bohong.


Dan tanpa terasa, percakapan keduanya pun memakan waktu yang cukup lama, dan mengharuskan perpisahan, meskipun Mila sulit untuk kembali ke resort,namun dengan bujukan dari Kania dan janji janji manisnya, Akhirnya Mila luluh dan mau kembali.


''Terima kasih ya, berkat nona, Mila mau balik, kalau nggak ada nona,mungkin dia sudah nangis karena saya paksa,karena hanya itu jalan terakhir untuk memintanya pulang ,ucap Feby sangat berterima kasih.


Sedangkan Kania hanya mengangguk dan melambaikan tangannya pada Mila.


Apakah pak Feby masih mau bertemu dan berbincang denganku, setelah nanti tau kalau aku pun seperti istrinya dulu, membatin sambil melihat mobil Feby berlalu.

__ADS_1


__ADS_2