KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 171.Sisi lain Refan


__ADS_3

Benar saja, hari ini Refan dan Mike pun pulang lebih awal ,dan itu sangat menguntungkan untuk Refan supaya bisa sedikit punya waktu banyak untuk sang istri, Refan ingin sekali menemani hari hari Sahila di saat hamil tuanya,


Refan membuka pintu dan setelah berjalan dan menengok ke arah dapur, ternyata Sahila sedang berada di dapur dengan Bibi.


Saking seriusnya Sahila sampai tak melihat suaminya itu masuk ke dapur dan sudah berdiri di belakangnya.


''Lagi ngapain, lagi lagi Refan memeluknya dari belakang membuat Sahila terkejut sekali gus malu karena ada Bibi yang melihatnya.


''Mas, lepasin, apa mas nggak malu di lihat bibi, bisiknya.


Refan melihat Bibi yang tersenyum melihat tingkahnya.


''Bibi nggak apa apa kok ,lihat kita begini, malah bibi senang, iya kan bi,?'' ucapnya sambil mengedipkan satu matanya tanda sekongkol.


''Iya Non, nggak apa apa ,anggap saja bibi ini tembok, lagian Bibi juga pernah muda kok, ujarnya.


Sahila tersenyum.


''Tumben mas pulang cepat?'', tanya Sahila saat baru sadar kalau kepulangan Refan tidak seperti biasanya.


Refan hanya menjawab dengan anggukan.


''Mumpung mas pulang siang, kita jalan jalan sekalian nengok Sindi, tadi aku dapat kabar dari Nesya, katanya hari ini Sindi sudah pulang.Sahila.


Refan pun langsung menyetujui ajakan Sahila, tak ada salahnya pulang cepat bisa menemani sang istri.


''Mike jangan pulang dulu, istriku mau keluar, !''Refan menghampiri Mike yang masih berada di depan.


Setelah semuanya siap, Mike pun melajukan mobilnya menuju tempat yang di katakan Sahila.


''Mas, apa kadonya ini cukup, tanya Sahila saat melihat kado yang di beli pak Jono untuk bayi Sindi dan Iwan.


Refan menoleh ke belakang melihat beberapa paper bag dan kotak yang lumayan banyak.


''Kalau kurang banyak, kenapa nggak sekalian kamu kasih tokonya, celetuk Refan.


Sahila mengerucutkan bibirnya, mendengar ucapan Refan.


''Maaf, ini sudah banyak kok, kalau menurut kamu masih kurang, kita beli lagi saja sekarang. bujuknya.


Sahila menggeleng.

__ADS_1


Untung juga kalau bujuk nona nggak minta bantuan, kalau minta bantuan kira kira aku bisa membantunya apa ya, batin Mike sambil melirik dari spion.


Akhirnya, Sahila bernafas dengan lega, setelah sampai di depan rumah pak Handoko, karena semenjak nikah Iwan dan Sindi memang tinggal di rumah orang tua Iwan.


Sahila mengambil beberapa paper bag dan di bawanya menuju pintu utama,


Belum juga mengetuk pintu Iwan sudah membukanya karena mau keluar.


''Kalian, Iwan sambil menunjuk satu persatu dari ketiganya.


Refan langsung saja merangkul sahabatnya yang sudah di kenal dari SMA itu.


''Iwan tersenyum, ''Ternyata kamu nggak berubah ,masih saja merangkulku setiap kali bertemu, Iwan bercanda.


''Doni ada di dalam, dia juga baru datang .ucap Iwan kembali, Refan menoleh kembali ke arah mobil yang terparkir.


O... ternyata itu mobil Doni, batinnya.


Akhirnya ketiganya masuk ke dalam rumah Sindi, yang di dalam memang sudah ramai dengan Nesya dan baby Aldo.


''Hai baby Aldo, ucap Sahila dan langsung menghampiri Aldo, kali ini Sahila tidak menggendong Aldo, hanya saja mencium pipi gembulnya karena sudah terlalu susah dengan perutnya yang besar.


Sahila langsung menghampiri bayi yang baru lahir itu yang saat ini berada di box.


''Cowok ya, sama dong dengan baby Aldo ,Kini Sahila menoel noel pipi bayi yang belum di ketahui namanya itu.


''Oh iya Sin, siapa namanya, ?''Tanya sahila, namun pandangannya masih fokus dengan bayi yang tidur pulas.


''Panggil saja Alvin Sa ,sahut Iwan dari jauh.


''Wah namanya bagus, Baby Alvin ayolah bangun sayang ,ada aunty ke sini, masa aunty di cuekin sih, Karena sibuk dengan baby Alvin, tiba tiba saja baby Aldo dengan langkahnya menarik baju Sahila dari belakang.


''Wah, ternyata baby Aldo cemburu ya kalau aunty dekat dengan baby Alvin, Kini Sahila meraih tangan Aldo dan mengajaknya jalan menuju ke arah Refan.


''Hai cowok, kamu menggoda istriku ya? ''tiba tiba saja Refan berdiri dan menggendong baby Aldo.


Ini nyata kan, mas Refan bisa menggendong, aku nggak mimpi kan, berulang kali batin Sahila terenyuh.


Tak menyangka suaminya sangat perhatian dengan anak kecil karena selama ini Refan jarang sekali bercanda , tapi saat ini seakan mulutnya sudah tak mempunyai rem.


''Apa kamu mau seperti papamu yang suka ngelirik kalau lihat cewek bening, ucap Refan kembali menggoda.

__ADS_1


Kali ini semua tertawa melihat tingkah konyol Refan yang sedang menggendong Aldo dan sesekali memutar Aldo yang masih dalam gendongannya.


Bayi kecil itu pun tertawa cekikian merasa kesenangan berada di angkasa.


Di balik sifat nya yang sombong dan angkuh ,ternyata kasih sayangnya pada bayi pun sangat besar batin Mike.


Selain Mike, semua pun membatin melihat tingkah Refan yang berubah drastis, bahkan kali ini Refan tak menunjukkan keangkuhannaya.


''Kamu lihat Don, selain menyukai istriku dia juga menyukaiku, Kepedean.


''Sudah, sekarang kamu turun ya, gantian Aunty Sahila yang harus di gendong, Sambil berjalan menuju Sahila yang duduk di dekat Sindi dan Nesya.


''Apaan sih mas, nggak lucu ,kan malu, Ucap Sahila pelan karena mulai dengan ucapan suaminya.


Refan berjongkok di depan Sahila yang duduk di sofa.


Baru saja mau berdiri ,ada tangan mungil itu kembali memegang saku celananya.


''Hai, baru om tinggal sebentar kamu sudah kangen saja, ikut papa ya, sambil menunjuk ke arah Doni, dengan cepat pula Aldo menggeleng,membuat Refan mengangkat bahunya.


''Kenapa, kali ini pandangan Refan ke arah Nesya.


Nesya pun kikuk


mengangkat kedua bahunya karena tak biasanya Aldo seperti itu.


''Ah.. Om tau, pasti kamu tau kan, kalau Om ini lebih tampan dari pada papa kamu, makanya kamu suka ikut om, celetuk Refan tanpa malu.


Narsis, mungkin itu yang ada di hati lainnya.


Entah ada angin apa yang membuat jiwa Refan lucu, mungkin kalau sekedar di ceritakan tidak mungkin percaya, tapi ini lah kenyataan, Refan lah yang membuat suasana semakin ramai.


''Kenapa semuanya diam, kini Refan mulai merasa kalau dari tadi hanya dirinya lah yang bicara ,Sedangkan yang lain hanya menonton saja.


''Terus kamu mau kami harus bicara apa, semua nya sudah kamu kuasai termasuk Aldo ,bahkan kami pun tak punya kesempatan untuk bicara karena mu, celetuk lagi dari Doni.


Refan tertawa sendiri mengingat memang dirinya lah yang paling bersemangat.


Dan ternyata di balik keangkuhannya, ada sisi lain yang sangat lembut dan itu sudah di buktikan Refan di depan teman, istri dan sekretarisnya itu.


Sedangkan Sahila pun hanya bisa senyum senyum sendiri melihat kelakuan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2