
Ini hari kedua bagi Refan dan Sahila di hotel, namun mereka berbeda pendapat ,Sahila ingin sekali pulang, sedangkan Refan tidak., tapi taulah, siapa yang menang.
''Baiklah, mas memang tak akan pernah menang kalau melawan istriku ini, ucap Refan sambil mengambil baju untuk ganti.
Permintaan Sahila untuk pulang bukan tanpa alasan, karena selama di hotel ,Sahila merasa kalau Refan itu selalu mengerjainya.
''Karena kamu itu curang mas, kamu kurung aku di kamar, dan nggak boleh ke mana mana, jadi untuk apa aku lama lama di dini kalau cuma lihat pemandangan kamar dan kamu, ucap Sahila jengkel sambil mengekori Refan .
Refan berbalik dan melihat Sahila yang sekarang berdiri di depannya.
''Baiklah sayang ,kapan kapan mas akan mengajakmu untuk keliling hotel ini, kalau gitu sekarang, ayo kita pulang, mas juga mau ke kantor, Refan melihat jam yang melingkar di tangannya, ternyata masih sangat pagi, seandainya mereka pulang juga belum telat untuk ke kantor.
Karena yang Refan tau Mike akan pulang ke rumahnya.
Selama perjalanan pulang, Refan selalu saja mencari candaan yang bisa membuat Sahila tersenyum.
Bukan Refan namanya kalau tak bisa mengeluarkan jurus jurus andalannya untuk membuat sang istri tertawa, bahkan sampai terbahak bahak .
''Kamu itu bisa saja selalu membuatku tertawa, kenapa akhir akhir ini kamu suka ngelawak, Pertanyaan Sahila kali ini membuat Refan berfikir, dan Ya, memang akhir akhir ini Refan sering membuat lelucon, dan itupun tak hanya dengan Sahila.
''Sudahlah sayang, mas ini bukan pelawak, tapi pembisnis, sekarang kita turun, ajak Refan, karena tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah berada di depan rumah.
Sahila mengekori Refan mssuk ke dalam rumah, namun mereka di kejutkan dengan Ririn yang terlihat seperti termenung di ruang keluarga.
Sahila dan Refan pun menghampirinya ,keduanya saling berpandangan, dan Sahila mengangkat kedua bahunya.
''Rin, kamu nggak kerja, apa kamu benar mau ikut Mike pulang?'', tanya Refan sambil duduk di sebelah kiri, dan Sahila ikut duduk di sebelah kanan.
Ririn hanya menggeleng,
''Apa aku boleh peluk kakak ipar, ucapan Ririn langsung saja mendapat anggukan dari Sahila.
__ADS_1
''Baiklah ,silahkan kalian kangen kangenan, terus papa mana, apa sudah berangkat,?'' Ucap Refan sambil menoleh mencari pak Cakra.
Lagi lagi Ririn hanya mengangguk.
Refan pergi meninggalkan dua wanita itu, karena siap siap untuk berangkat ke kantornya,
''Kamu kenapa, ada masalah apa, apa ini ada hubunganmu dengan Mike, Sahila mengelus rambut Ririn bagaikan adik kakak.
Ririn mengangguk.
''Sayang mas berangkat dulu, ucap Refan,
Sahila langsung saja beranjak dan menghampiri sang suami, untuk berpamitan.
''Terus saja kalian mesra di depanku dan membuatku iri, Ucap Ririn sebel dengan kelakuan dua manusia itu.
''Daa..... pamit Refan yang terakhir membuat Ririn geleng geleng.
''Apa kakak ipar sangat mencintai kak Refan, kelihatannya kalian itu saling mencintai, apa aku boleh mendengar cerita kalian berdua, bagaimana awal kalian bertemu sampai kakak ipar mau menikah dengan kakak yang sudah duda.
''Cinta dan kesabaran , semua ini karena cinta, dan kakak tidak mau membuka aib kakak kamu , bagaimana awal kakak mengenalnya,karena semua itu cukup rumit, bahkan kakak sendiri sempat berpikir kalau memang mas Refan itu bukan jodoh kakak, karena dia sudah menikahi wanita lain, Tapi ternyata jodoh itu tidak pernah tertukar dan sekarang kami hidup bahagia.
''Kamu tau kan, bagaimana sifat angkuh dan sombongnya kakak kamu, bahkan melihat kakak pun ,dulu dia tidak mau, tapi itulah yang namanya jodoh, dan kita harus yakin, apapun perjalanan hidup kita, yakinlah kalau Tuhan akan memberikan kita jalan yang terbaik, dan kamu tidak usah khawatir,semua akan indah pada waktunya.
''Kak, aku sudah memutuskan akan bersahabat dengan Mike, aku nggak mau kalau Mike menikahiku karena terpaksa, karena sebenarnya aku tau kalau dia itu masih mencintai Nia, ucapan Ririn tak membuat Sahila terkejut, tapi malah membuat Sahila bangga.
Sahila tersenyum melihat sepupu iparnya itu,
''Kamu tidak salah jalan,kakak juga pasti akan melakukan hal yang sama jika kakak berada di posisi kamu, kita harus rela mengikhlaskan, jika kita mau bahagia, dan jangan pernah menyesal untuk melepaskan, meskipun kita sangat mencintainya, karena di balik semua ini, aku yakin kamu juga akan mendapat imbalannya.Jadilah wanita yang kuat ,yang bisa berdiri sendiri, ucap Sahila panjang lebar membuat Ririn kagum,
Pasalnya Sahila lemah lembut, tapi dia sangat dewasa dan bijak dalam memutuskan sesuatu.
__ADS_1
''Kakak akan menjadi inspirasiku, dan aku akan menjadi wanita yang kuat seperti kakak, sekarang aku lega bisa bercerita dengan kakak, aku pikir aku sendirian, tapi ternyata aku punya saudara yang sangat baik.
''Meskipun kita ipar, anggaplah kalau kita ini saudara kandung, dan ceritakanlah setiap kamu ada masalah, jangan sungkan sungkan.
Keduanya saling memeluk.
Ternyata benar, Tuhan itu selalu memeberikan sesuatu yang lebih indah di balik semua masalah kita, dan aku akan mengikuti jejak kakak ipar, aku akan mengikhlaskan Mike untuk Nia, dan semoga aku mendapat kan kebahagiaan di hari nanti, batin Ririn.
''Baiklah, sekarang biarkan kakak masuk kamar, kakak mau mandi dulu, dan kamu lupakan semuanya, mulai sekarang pikirkan masa depan,.
Ririn mengangguk.
Sedang Sahila langsung melangkahkan kakinya menuju kamar .
Sedangkan Di kantor, Refan mengernyitkan dahinya melihat Mike yang serius dengan pekerjaannya ,pasalnya Mike bilang mau pulang, tapi kenapa sekarang dia sudah berada di kantor, dengan langkah gontainya Refan menghampiri sekretarisnya itu.
''Katanya mau pulang, kenapa nggak jadi, apa nggak punya biaya ongkos untuk pulang? ''
Mike berdecak kesal mendengar pertanyaan bosnya itu.
Sebenarnya Refan sudah menebak, karena mendengar pernyataan Ririn tadi, tapi hanya karena ingin jahil saja pada Mike, karena sudah dua hari dirinya tak membuat Mike kesel.
'' Bos tau kan tujuanku untuk pulang apa, aku mau mengajak Ririn, dan ternyata Ririn nggak mau, jadi untuk apa aku pulang kalau cuma sendiri, ucapnya sedikit jengkel melihat bosnya yang duduk di meja kerjanya itu.
''Aku tau, ucap Refan dengan santainya.
'' Kalau sudah tau, kenapa masih tanya ,kalau bos kurang kerjaan mendingan bos pijitin nih punggung aku yang pegal karena mondar mandir ngerjain kerjaan bos kemarin, ucap Mike semakin kesal melihat bosnya yang seenak jidat menyuruhnya ini itu.
''Dasar sekretaris nggak ada akhlak, mendingan aku ke ruanganku, dari pada mijitin kamu, Cari saja Nia untuk pijitin kamu, teriak Refan sambil beranjak dan berjalan menuju pintu.
'' Sekarang bos selamat, karena Nona nggak ada di sini, awas saja kalau sampai ada Nona ,pasti akan aku kerjai kamu, gumam Mike.
__ADS_1