KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 27.Terbongkar


__ADS_3

Seperti hari hari sebelumnya, pagi ini Sahila sudah rapi dengan penampilannya yang begitu cantik. dengan sedikit polesan make up sudah memberi pancaran seribu cahaya,


Sahila sarapan dengan pak Cakra sebelum mereka melakukan aktifitasnya masing masing.


Setelah selesai,pak Cakra dan Sahila keluar rumah untuk mengantarkan Sahila ke kampus sekaligus ke kantor,


Tapi sebelum pak Jono keluar dari gerbang ,mobil Iwan memasuki halaman rumah pak Cakra membuat Sahila turun.


''Bentar ya pa, kayak nya itu mobil kak Iwan,


Pak Cakra mengangguk .


Sahila menghampiri mobil Iwan yang kini berada di halaman rumah pak Cakra,


''Ada apa kak, apa kakak ada perlu sama aku?''


Iwan mengangguk dengan pertanyaan Sahila.


''Tapi aku mau berangkat kuliah kak?''


''Kamu bilang aja sama om Cakra, aku yang antar!''pinta Iwan.


Setelah berpikir, akhirnya Sahila memutuskan untuk berangkat bersama Iwan, dan pak Cakra pun langsung menyetujuinya.


Kini Sahila dan Iwan naik satu mobil.


''Kakak mau bicara apa sama aku,? ''tanya Sahila.


Namun Iwan masih bingung mau memulai dari mana ,


Sahila melihat raut kebingungan di wajah Iwan saat ini membuat Sahila diam.


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Iwan membuka suara.


''Sa, tolong kali ini saja, kamu jawab yang jujur pertanyaanku!''Iwan sambil melihat ke arah Sahila.


''Kak, selagi aku bisa, pasti akan aku jawab yang jujur, tapi kalau menurut aku itu rahasia untukku, maaf aku nggak bisa, Sahila sambil menggelengkan kepalanya.


Iwan menghela nafas panjang dan menghembuskannya.


''Sa, apa kamu beneran nggak mau menerima aku jadi pacar kamu, Akhirnya Iwan memulai pertanyaannya.


''Maaf kak ,kalau untuk saat ini aku nggak bisa, aku mau fokus kuliah,


''Seandainya aku menunggu kamu sampai selesai kuliah, apa kamu mau nerima aku?''tanya Iwan dengan sungguh sungguh.


''Aku nggak tau, karena itu masih lama,kalau aku bilang iya, aku takut berubah fikiran, lebih baik kak Iwan jangan menungguku! ''

__ADS_1


''Sekarang pertanyaanku yang terakhir dan kamu jarus jawab jujur,apa kamu masih mencintai calon suami kamu yang sudah ninggalin kamu, laki laki brengsek yang udah mencampakkan kamu, Iwan semakin menjelekkan Entah siapa, untuk memancing Sahila,


''Kak, nggak boleh bilang begitu, mungkin aja dia memang bukan jodohku, sekarang aku juga sudah tidak mengharapkannya lagi, tapi aku belum mau untuk mempunyai pasangan hidup, bagiku sekarang yang paling penting adalah kuliah, aku mau membanggakan papa dan juga Ibu,


Iwan hanya mengangguk,


Benar benar Sa, harus seperti apa aku bicara, supaya kamu mengatakan siapa laki laki yang sudah meninggalkan kamu ,batin Iwan jengkel dengan perjuangannya yang sia sia,


Setelah sampai kampus Sahila langsung turun ,


''Kak Iwan hati hati ya di jalan, aku masuk dulu, ucap Sahila langsung di angguki oleh Iwan.


Tak di sangka dari balik gerbang ada empat pasang mata yang melihat dengan seksama.


''Cie... cie...yang di antar calon pacar. ucap Sindi menggoda Sahila.


''Kamu apaan sih Sin, kak Iwan itu sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri, dan aku nggak mau mikirin pacar dulu, aku mau fokus kuliah.


''Ya udah yuk kita masuk!'', ajak Rendy yang merasa di cuwekin.


------------------------


''Sayang aku berangkat dulu ya, pamit Kania saat Refan masih menikmati sarapannya.


Tumben sudah berangkat biasanya jam segini masih tidur, fikir Refan sedikit heran.


Refan langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk Mike.


✉️


''Mike, sekarang kamu cepat lakukan tugasmu Kania sudah berangkat!''


✉️


''Baik bos,


''Maaf Kania kali ini aku nggak akan biarin kamu lolos, aku pastikan kamu akan tau siapa diriku sebenarnya, meskipun aku sangat mencintai kamu, tapi aku sangat benci dengan penghianatan ,dan aku nggak akan membiarkan kamu bermain main di belakangku.


Refan sambil mengepalkan tangannya.


Setelah itu Refan langsung melajukan mobilnya menuju kantor,


''Hai sayang, kamu kenapa kelihatannya kok cemberut?'' Kania melihat Bram dengan raut wajah yang tak bersahabat.


''Kamu tau apa pura pura nggak tau sih Ka, semenjak kamu menikah kamu itu jarang bersama ku ,kamu lebih mementingkan suami kamu, sambil menarik pinggang Kania dan mendudukkan di pangkuannya.


Dan itu sangat menguntungkan.

__ADS_1


''Bram, kamu harus ngertiin aku dong, nggak mungkin kan aku bersamamu terus, nanti Refan bisa curiga,aku belum siap berpisah dengannya, aku masih membutuhkannya, dia tambang emasku,


''Aku tau, tapi aku cemburu saat kamu bersamanya?''


''Bram, aku tetap milikmu, meskipun aku istrinya, kamu jangan khawatir, Kania sambil mencium bibir Bram dengan ganas.


''Ka ini waktunya kerja,jangan menggodaku sekarang, bisik Bram di telinga Kania.


''Makanya jangan membuatku marah, kalau nggak mau aku goda. bisik Kania balik.


Tanpa sepengetahuan Kania, ada sepasang mata yang mengintai dari kedatangannya, bahkan saat Kania berada di pangkuan Bram, semua sudah di abadikan, siapa lagi kalau bukan Mike, sekretaris plus plus Refan.


''Beraninya kamu berhianat Kania, meskipun kamu model terkenal, tapi kamu tidak akan berkutik ,kamu kira manager kamu itu hebat, dia juga bisa hancur di tangan bos, geram Mike melihat tingkah Kania dan Bram yang saat ini di depannya.


Tanpa fikir panjang Mike langsung memberi tau kepada Refan bosnya.


Saat ini dada Refan merasakan sesak, bahkan seperti sudah tidak bisa bernafas,


''Aku nggak nyangka, ternyata cinta kamu palsu, semuanya sudah aku kasih ke kamu, tapi kamu membalasnya bahkan lebih kejam dari yang aku kira. Refan sambil marah dan sesekali mengeluarkan air matanya.


Refan mngepalkan tangannya dan memukul bingkai foto pernikahannya yang terpajang di kantor membuat tangannya kini di penuhi dengan darah,


''Wanita sialan, awas saja kamu, aku akan memberi perhitungan untuk penghianatan kamu, umpat Refan,


Tangan yang di penuhi dengan darah, jelas terasa sakit, namun lebih sakit lagi hati Refan saat ini setelah melihat orang yang di cintai mengkhianati nya, sakit tak berdarah lebih sakit di banding luka yang kini berada di punggung tangannya.


Bahkan Mike mengikuti Kania sampai Kania berhubungan intim dengan Bram, karena Mike memang sangat kasihan dengan Refan yang di lihatnya tak pernah bersemangat semenjak menikah.


Mike yang cerdas, itulah saat ini julukan yang pantas untuknya, dalam sehari saja Mike mampu memberikan bukti yang sangat akurat untuk Refan .


Dan Refan pun merasa sangat puas dengan kinerja Mike.


Setelah selesai dengan tugasnya ,kini Mike kembali ke kantor untuk menemui Refan .


''Terima kasih Mike, nggak salah papa mempekerjakan kamu,


''Mike hanya mengangguk dan melihat ke arah tangan Refan yang sudah di balut perban.


''Tangan Bos kenapa? tanya Mike serius ,


Refan hanya tersenyum kecil sambil membolak balikan tangannya,


''Ini hanya luka kecil, besok juga sembuh,


''Setelah ini apa yang akan bos lakukan sama Kania?''


''Kamu blokir semua kartu Atm nya ,dan segera aku akan menceraikannya, aku nggak mau lama lama hidup dengan wanita ular seperti dia. ucap Refan sedikit lega karena sudah mengetahui titik terang masalahnya .

__ADS_1


''Langkah yang sangat tepat bos, akan saya laksanakan.


__ADS_2