
''Kenapa kau menarikku, ucap Refan saat melihat siapa yang menariknya dari belakang ,dan kini mereka berdua berada di tempat yang sepi
Iwan menyeringai, Bug.... Iwan langsung mendaratkan sebuah pukulan ke wajah Refan sampai jatuh tersungkur.
''Kenapa kamu memukulku, apa salahku,Refan sambil mengelap darah yang mengalir di sudut bibirnya.
''Kamu tak punya salah apapun, aku hanya menepati janji,
''Apa maksudmu, dan janji apa, masih dalam keadaannya di lantai.
Kini Iwan menghampiri Refan dan menjulurkan tangannya,
Refan pun menerima uluran tangan sahabatnya itu.
Kini mereka sejajar dan saling berhadapan.
''Jangan pernah sakiti Sahila, aku tidak mau dia menderita lagi, cukup kamu menolaknya, dan meninggalkannya menikahi wanita lain ,dan kamu nggak punya hak untuk menyuruhnya menjauh dari kota ini, Aku benci sama kamu, kalau bukan sahabat ku mungkin aku akan memukulmu lebih dari itu.
''Apa maksud kamu, apa kamu suka sama dia ?''tanya Refan dengan wajah yang semakin mendekat.
''Bisa di bilang begitu, ucap Iwan dengan santainya.
''Oke, ternyata seleramu rendah sekali .
Setelah mendengar ucapan Refan yang merendahkan sahila, Iwan memukul wajah tampan Refan untuk yang kedua kali dan langsung meninggalkannya pergi.
''Sialan, apa yang di lakukan cewek kampung itu sampai Iwan marah dan benci padaku, Refan mengepalkan kedua tangannya dan memukul tembok, raut wajah nya terlihat ada kobaran api ,
Setelah Iwan menghilang Refan keluar, dan tujuannya kali ini adalah Sahila .
''Kalian pergi, perintah Refan pada Sindi dan Rendy saat mereka bersama Sahila.
Sahila terkejut dengan muka Refan yang terlihat lebam.
''Kamu kenapa mas, siapa yang sudah melakukan ini, tanya Sahila, namun saat tangannya hendak memegang sudut bibir nya, Refan langsung menepisnya.
''Wah, wah wah, ternyata kelakuanmu tak sebanding dengan wajah polosmu itu, aku nggak nyangka, cewek kampung kayak kamu sudah berani mendekati orang orang kaya di kota ini, sudah berapa pria yang kamu dekati, dan sudah di bayar berapa, ucap Refan sambil memutari Sahila yang berdiri mematung di depannya.
Sahila hanya memejamkan mata dan menghela nafas panjang.
''Kenapa kamu nggak jawab, apa sudah nggak terhitung, sehingga kamu lupa untuk mengingatnya.
Air mata mulai menetes di setiap sudut mata cantik Sahila.
''Bahkan sahabatku sendiri membenciku hanya gara gara kamu, cewek sialan, aku semakin muak melihatmu, ucapan Refan membuat Sahila semakin terisak dengan tangisnya .
Sedangkan Sindi dan Rendy hanya bisa melihat dari jauh,
''Percuma sampai kamu menangis darah pun aku tidak akan simpati sama kamu, jadi jangan coba coba menggunakan air mata kamu sebagai senjata,
Hinaan, cacian, bahkan bisa di bilang hujatan bertubi tubi di lemparkan di hari bahagia sang sahabat.
__ADS_1
Setelah kepergian Refan, Sahila merosot ke lantai, dan semakin mengeraskan tangisnya.
Sindi dan Rendy langsung berlari menghampiri Sahila.
Ya Tuhan ujian macam apa ini, aku nggak nyangka akan mendapat kata kata kasar itu, lirih hati Sahila.
''Sa, kamu nggak apa apa, ucap Sindi sambil memeluk Sahila dengan duduknya
''Sin, apa salahku, kenapa mas Refan sangat membenciku, apa aku ini memang nggak pantas untuk di cintai, apa aku ini terlihat hina?'', Sahila masih dalam tangisnya.
''Sa, kamu salah, kamu itu sangat baik ,hanya orang bodoh saja yang membencimu, aku nggak tau apa masalah kamu dengan tuan Refan, tapi kamu jangan pernah bilang kalau kamu hina dan nggak pantas di cintai, kamu adalah wanita yang sangat sempurna, aku saja iri melihat mu, jangan dengarkan kata orang jika itu menyakiti hati kamu.
Sindi memeluk erat Sahila.
''Iya Sa, kamu itu baik, cantik, dan kamu pantas untuk di cintai, mungkin tuan Refan hanya emosi saja.
''Kamu itu taunya cantik saja, celetuk Sindi melihat wajah Rendy.
''Apa kalian masih mau berteman denganku ?''ucap Sahila sambil melihat Sindi dan Rendy bergantian.
Keduanya mengangguk.
''Sampai kapan pun kita akan berteman, dan akan selalu menjadi teman, aku berjanji tidak akan memnbiarkanmu sendiri, ayo kita pulang!''
Sindi menggandeng Sahila dan langsung pulang tanpa pamit kepada Nesya dan Doni
Sedangkan Refan masih menunggu Mike di dalam mobil,
Setelah beberapa menit batang hidung Mike sudah nampak.
''Menca.... ucapan Mike terpotong saat melihat wajah Refan yang babak belur,
Mike menoleh ke arah Refan,.
''Bos kenapa ,siapa yang memukul Bos sampai kayak gini. ucap Mike sambil mengambil tisu dan obat .
''Nggak penting, dan kamu nggak perlu tau.
Setelah selesai, Mike melajukan mobilnya.
''Bos, apa bos lihat cewek yang pakai baju peach,? ''tanya Mike santai.
''Jangan bicara, aku tidak ingin kamu membicarakannya, ucap Refan, karena Refan langsung tau siapa yang di maksud Mike .
''Bos sudah kenal dengannya?''
Refan hanya diam tak menjawab.
Kenapa si Bos, apa memang dia sudah kenal dengan Sahila, melihat tatapan tajam nya memang mereka ada sesuatu yang di sembunyikan, tapi apa ?''pikir Mike.
Sesampainya di rumah Refan langsung masuk menuju kamarnya,
__ADS_1
''Wanita sialan, kenapa sih dia selalu muncul di hadapanku, bahkan dia tidak takut denagn semua ancamanku, ucap Refan dengan kemarahannya,
''Bahkan sahabatku sendiri lebih membelanya , dari pada aku sahabatnya dari dulu, gumamnya.
Refan merebahkan tubuhnya diatas ranjang, dan memejamkan matanya,
Sedangkan Di seberang sana Sahila terus menangis,
''Sin, besok aku mau pulang, kamu mau kan nganter aku!''
Sindi mengangguk.
''Mau ke ujung dunia pun akan aku antar Sa, apa lagi ke rumah kamu yang dekat,
''Sin, bukan rumah yang itu, tapi yang di kampung .
''Maksud kamu, Sindi dengan nada kagetnya.
Akhirnya Sahila menceritakan semuanya kepada Sindi, tanpa melewatkan satu patah kata pun,
''Ya ampun Sa, jadi kamu selama ini, menyembunyikan hal sebesar ini sendirian,
Sahila mengangguk,
''Bahkan Nesya pun tak tau apa masalahku, dan kamu orang pertama yang tau, dan aku mau kamu tetap merahasiakannya!''
''Baiklah, tapi aku punya syarat untuk itu,
''Apa?''Sahila memastikan.
''Kamu harus tinggal
di sini sama aku dan nggak boleh pulang kampung !''
''Tapi, aku nggak mau menyusahkan kamu,
''Hai siapa bilang, justru kamu akan menjadi temanku, karena selama ini aku merasa kesepian,
Sahila mengangguk dan mereka saling berpelukan.
✉️
''Sa, pulanglah papa ingin kamu tinggal di rumah ini lagi,
Sebuah pesan dari papa Cakra membuat Sahila bingung untuk membalasnya.
''Pesan dari siapa Sa?'', tanya Sindi
''Papa minta aku pulang ke rumah, dan aku bingung harus bagaimana, di satu sisi aku ingin sekali pulang, tapi di sisi lain aku takut mas Refan akan semakin marah padaku,
''Jawab saja apa isi hatimu sekarang, yang penting Om Cakra nggak khawatir sama kamu, aku yakin Om Cakra akan memahami keadaan kamu sekarang.
__ADS_1
Sahila mengangguk.
''Jangan lupa like koment dan votenya ya !''