KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 33.Tetap cewek kampung


__ADS_3

Setelah perdebatannya dengan Doni, Refan melajukan mobilnya, kali ini Refan sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang sudah terjadi selama dirinya hidup di negara L.


Setibanya di rumah Refan berlari, Bibi yang melihatnya pun sedikit heran.


Si Aden kenapa kok buru buru gitu? batin bibi


Refan membuka pintu kamar Sahila dengan perlahan ,


Refan melihat spray ranjang yang berwarna pink dengan motif bunga serta mencium parfum cewek, tak lupa melihat di meja rias yang penuh dengan make up wanita,


''Jadi benar apa yang di katakan Doni, cewek kampung itu tinggal di sini,terus ke mana dia sekarang, apa dia sedang kelayapan,dasar udah numpang, nggak tau diri ?''Gumam Refan.


Dengan tidak sabarnya Refan keluar, kali ini tujuannya adalah Bibi.


Refan menghampiri Bibi,


''Kenapa Bibi membohongi Refan, apa maksudnya? ''tanya Refan


Bibi tersenyum.


''Maksud Aden apa? Bibi pura pura bodoh.


'' Kenapa bibi bilang nggak ada yang menempati kamar sebelah ? ''


''Memang nggak ada, bohongnya Bibi di mana?


Bibi tak mau kalah..


''Bi, kata Doni cewek kampung itu tinggal di sini, aku juga sudah lihat isi kamarnya dan benar, memang ada yang menempati !''


''Namanya non Sahila, bukan cewek kampung, dan sekarang non Sahila sudah pergi, dia tinggal di rumah non Sindi,


''Kenapa dia pergi, apa papa mengusirnya?''tanya Refan sedikit tersenyum.


Bibi menggeleng .


''Terus kenapa?''Apa dia bosan tinggal di rumah ini? ''masih dengan nada ketusnya.


''Takut,karena non Sahila tau Aden mau pulang, jadi non Sahila pergi, sebelum Aden melihat dan memarahinya,dan mulai sekarang Aden panggil saja Sahila, jangan cewek kampung, maaf, kalau bibi lancang,pak Cakra sangat menyayangi non Sahila seperti tuan Cakra menyayangi Aden.


Kenapa semua orang kini membela cewek kampung itu, apa specialnya, bahkan papa sendiri menyayanginya. batin Refan sebel.


''Apa lagi ini, apa papa masih mau menjodohkan aku dengannya, batin Refan kembali.


''Apa dia bilang kapan pulang? ''


''Katanya setelah pernikahan Den Doni usai, non Sahila akan pulang ke sini lagi, jawab bibi dengan santai.

__ADS_1


''Kenapa begitu? tanya Refan heran


''Karena kalau setelah den Doni menikah kan pasti Aden kembali ke luar negeri, jadi non Sahila baru berani pulang.


''Tapi aku nggak kembali ke luar negeri, aku akan tinggal di sini selamanya, apa dia nggak pulang kalau dia tau aku tinggal di sini?


Bibi mengangkat kedua bahunya.


''Terus non Kania gi mana, apa Aden nggak kangen sama non Kania kalau berjauhan dengannya?'!


''Mulai sekarang nggak boleh ada yang menyebut nama wanita ular itu, apa lagi di depanku, ucap Refan sinis.


''Kalau begitu pas banget dong,sekarang Aden kan lajang, Aden lebih cocok sama non Sahila, anaknya cantik, baik ,sopan sama orang, dan Aden tau, selama non Sahila tinggal di sini, tuan Cakra terlihat lebih bahagia, non Sahila juga memanggil tuan dengan sebutan papa! ''


''Masa sih Bi? ''Cantiknya dari mana cewek kampung tetap cewek kampung nggak akan berubah.hati Refan masih tak mau kalah.


Bibi mengangguk.


Refan kembali ke kamarnya, kali ini Refan langsung merebahkan badannya untuk beristirahat sejenak.


Namun mata Refan sulit untuk di pejamkan, dalam pikirannnya hanya terngiang ngiang kata dua sahabatnya sekaligus pembantunya.


Refan mengacak rambutnya


''Sial, sial, kenapa semua jadi begini,Ucap Refan frustasi.


''Aku harus gi mana, apa papa akan menjodohkan aku dengannya lagi, lagian kenapa sih cewek kampung itu menolak Iwan, apa benar dia masih mencintaiku, kalau memang dia mencintaiku, kenapa dia takut padaku? ''gumam Refan bingung


--------------------------


Sahila mengerjap ngerjapkan matanya,


''Jam berapa ini, ucapnya sambil menggeliat.


Sindi yang melihatnya pun hanya bisa geleng geleng kepala.


Benar benar nih anak, beneran tidur apa pingsan kenapa pules banget. batin Sindi.


''Ini tu udah sore Sa, kamu itu tidur apa pingsan sih,kamu itu sehari penuh tidurnya !''sindir Sindi


''Maaf, soalnya tadi malam aku nggak bisa tidur, gara gara mikirin gi mana caranya aku pergi dari rumah,jadi ngerepotin kamu deh,


''Oh.. iya Sin ,aku kan belum minta izin sama orang tua kamu untuk tinggal di sini, mereka di mana? ''tanya Sahila sambil beranjak dari tempat tidurnya.


''Udah, nggak usah izin, mereka tinggal di luar negeri, aku tinggal di rumah sama bibi, mama tinggal sama papa, karena bisnis papa di luar negeri, kalau aku libur aku juga ke sana kok,


''Wah, berarti kamu sering ke luar negeri dong,kapan aku bisa ke sana ? ''tanya Sahila kagum, membuat Sindi mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


Sahila kan anak orang kaya, masa sih dia nggak pernah pergi ke luar negeri? batin Sindi..


''Kamu makan dulu, nanti kalau sakit bisa bisa aku kena marah sama Om Cakra ,Sindi mengalihkan pembicaraan.


sambil menggiring Sahila menuju meja makan.


''Oh iya Sa, apa kamu udah punya baju untuk datang ke pernikahan kak Doni dan Nesya besok?


Sahila menggeleng,


''Kayaknya sih baju aku nggak ada yang cocok untuk pergi ke pernikahan, lagian kan aku belum pernah datang ke pesta pernikahan.


''Ya udah nanti aku temani untuk nyari bajunya ya, nanti kita pergi ke butik yang paling terkenal.


Sahila mengangguk.


''Boleh, kata papa nggak papa kok aku pakai uang di atm itu,kata Sahila sambil mengunyah makanan.


Sindi menepuk jidatnya mendengar kata Sahila.


Kalau nggak boleh ngapain di kasih sih Sa, hadehhh, lama lama aku bisa darah tinggi ngadepin sikap Sahila yang sedikit lemot, batin Sindi.


---------------------------------


''Mas, kamu kenapa kok kelihatannya lesu begitu, apa pekerjaan di restoran terlalu capek, tanya Nesya melihat Doni mengusap wajahnya kasar.


''Bukan, Refan pulang, dan bener, ternyata Sahila adalah calon istri Refan yang di pilih om Cakra.


''Jadi semua dugaan ku benar ?''


''Hemmm... Aku cuma nggak bisa bayangin apa jadinya persahabatan kami, Iwan terlalu emosi menghadapi masalah ini, aku takut mereka jadi bermusuhan gara gara ini.


''Apa pak Refan tau kalau Sahila tinggal di rumahnya?


''Kayaknya sih belum, soalnya pas aku tanya dia seperti nggak percaya gitu sih,Doni mengerutkan alisnya.


''Hayo... kalian ngapain berduaan, nggak baik, kalian belum halal loh, ucap Lina dari belakang mengagetkan Nesya dan Doni.


Doni menghela nafas panjang,


''Kamu apa sih Lin, kita nggak ngapa ngapain kok, lagian kita kan cuma ngobrol, aku aja nggak pernah cium Nesya, kata Doni membuat Nesya malu,


''Emang kenapa, kan sekedar ciuman? Tanya Lina polos membuat Nesya membulatkan matanya.


''Orangnya nggak mau, tau tu mungkin takut bibirku ada durinya kali, Doni.


''Mas, apa sih, mas nggak lihat Lina masih kecil, kenapa mas bicara seperti itu di depannya ?''

__ADS_1


''Kata siapa aku masih kecil, aku sudah dewasa ,umurku sudah delapan belas dan sebentar lagi sembilan belas, apa itu namanya anak kecil, ucap Lina mengelak.


''Iya, iya, sepupu kakak sekarang udah remaja, nggak kecil lagi, Doni sambil mengacak rambut Lina.


__ADS_2