
Setelah selesai kuliah Sahila menunggu pak supir di depan kampus, panasnya matahari yang sangat menyengat membuatnya tak tahan lagi, akhirnya Sahila mencari tempat untuk berteduh
Sahila duduk di dekat taman,
''Sahila kan, kamu lagi nunggu jemputan? tanya seorang lak laki yang sangat tampan yang tak lain adalah Rendi,
Sahila hanya memgangguk.
''Boleh aku duduk di sini, Rendi sambil menunjuk kursi di depan Sahila.
''Silahkan. hanya itu jawaban Sahila.
Sahila dan Rendi saling mengobrol dan saling tukar cerita satu sama lain.
Sampai beberapa waktu, akhirnya pak supir datang dan menghampiri Sahila.
''Maaf Non, Saya terlambat.
''Nggak apa apa pak,lagian aku juga baru sebentar kok nunggunya.
''Ya udah pak ayo, Kak Rendi aku pulang dulu ya, sampai ketemu besok.
Rendi mengangguk.
Sahila meninggalkan Rendi yang masih melekat pada tempat duduknya.
Rendi masih memandang punggung Sahila yang berjalan menuju mobil.
''Cantik, baik lagi,gumam Rendi.
Sedang di negara L... Refan semakin di sibukkan acara pernikahannya dengan Kania yang akan di lakukan sebentar lagi,
Refan sangat senang dan tak pernah lepas dari senyumnya,
Refan memberi kabar pak Cakra dan Doni serta Iwan hanya lewat ponsel, karena pernikahannya terbilang sangat mendadak.
Doni dan Iwan yang mendapat kabar pun juga terkejut, pasalnya pernikahan mereka akan di lakukan sebentar lagi.
Refan dan Kania pun sudah menyiapkan segala sesuatunya ,dari undangan sampai Wo dan yang lain.
Sedangakn pak Cakra yang mendapat kabar dai Refan menunjukkan wajah tak senangnya, karena pak Cakra yang sudah mengetahui latar belakang Kania.
''Kamu jadi menikah juga Fan sama dia, aku harap kamu tidak menyesal di kemudian hari, setelah kamu mengetahui siapa sebenarnya calon istri kamu sekarang, papa sudah pernah mengingatkanmu, tapi kamu tak mau percaya, dan sekarang papa hanya akan melihatmu sampai kamu membuka mata hatimu, papa akan tetap datang ke sana demi menjaga nama baikmu,papa nggak akan mengecewakanmu, gumam pak Cakra di dalam ruangannya.
Berita pembisnis muda asal Indonesia yang akan menikah dengan Kania model internasional pun mencuak ke seluruh negeri.
Pak Cakra tak mau mempermalukan Refan dengan tidak kehadirannya.
__ADS_1
Sedangkan di Restoran Iwan dan Doni pun sama, mereka nggak menyangka pernikahan Refan akan secepat ini,
''Wan gue nggak nyangka kalau Kania mau secepat ini menikah sama Refan, lo curiga nggak sih ?
''Sedikit sih, tapi mereka kan saling mencintai ,ya wajar juga kalau mereka menikah .
''Tapi apa om Cakra sudah merestui mereka?
Iwan hanya mengangkat kedua bahunya.
Sahila yang baru datang tak sengaja mendengar obrolan Doni dan Iwan.
Apa,, mas Refan mau menikah, Ya tuhan kuatkan aku semoga ini yang terbaik untuk mas Refan, aku akan merelakanmu,aku harus kuat, jangan sampai aku terlihat sedih di depan Pak Doni dan pak Iwan apa lagi Nesa, batin Sahila.
Sahila terus melangkahkan kakinya dengan pelan menuju meja Doni.
''Selamat siang pak, apa boleh aku bertemu Nesa?tanya Sahila menghadap Dony
''Silahkan temui saja dia.
Sedangkan Iwan melihat penampilan Sahila tak mengedipkan mata .
Doni yang sadar akan temannya itu langsung menepuk pundaknya.
''Hoi.... lo nggak apa apa kan Wan. Doni
''Terus kenapa lo lihatin Sahila terus?
''Don, lo lihat ada yang beda nggak sama penampilan Sahila kali ini?
''Heem... lebih cantik, dan memakai make up. Doni
''Benar benar Don, bidadari aja kalah sama tu cewek, Iwan sambil mengarah ke punggung Sahila yang berjalan menuju Nesa.
''Ingat Wan, dia sudah punya calon suami, apa lo mau di labrak sama cowoknya.
Iwan menggeleng.
''Kalau di dunia ini masih ada satu yang seperti dia, aku mohon Ya Tuhan, berikanlah dia untukku, doa Iwan.
''Lebay lo.
Sedangkan Sahila tak menyadari bahwa ada sosok yang mengaguminya.
Sahila sampai di tempat Nesa
''Nes, kamu lagi sibuk, maaf ya aku ke sini nggak bilang bilang kamu dulu.
__ADS_1
''Wah, Sa kamu cantik banget, kamu sangat berubah, kamu lebih keren. dan kamu bawa tas ?
''Oh... iya nih papa cakra masukin aku kuliah, sebenarnya sih aku juga nggak mau, tapi beliau memaksa, jadi mau nggak mau ya harus mau.
''Ya udah yuk kita duduk di sana aja, Nesa sambil menunjuk kursi belakang.
Tapi sebelum mereka sampai Doni memanggil mereka untuk bergabung di mejanya.
''Apa nggak apa apa pak kami duduk bersama bapak.
''Kamu jangan panggil pak lagi Sa, sekarang kan kamu udah nggak kerja sama aku, mendingan panggil mas, atau kak.
''Ya udah aku panggil kak aja ,soalnya kan nggak enak, pasti Nesa manggilnya mas,
Doni mengangguk.
''Terus kak Doni kapan rencananya mau menikah.
''Sepulang dari negara L, aku mau datang ke acara pernikahan Refan dulu, habis itu aku langsung mempersiapkan pernikahan ku dengan Nesa,
''Wah, selamat ya untuk kalian akhirnya kalian akan segera menikah juga menyusul mas Refan,dan sekarang tinggal kak Iwan nih, kapan kak Iwan menyusul ?
Iwan garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.
''Kenapa mas Iwan seperti bingung gitu, oh ,aku tau pasti kak Iwan belum punya cewek ya, Maaf ya kak kalau gitu, bukan maksud aku menyinggung kak Iwan, aku cuma bercanda aja kok, nggak usah di ambil hati. Sahila dengan menunjukkan senyum manisnya
Iwan tersenyum mendengar ucapan Sahila.
Cewek yang aku suka ada di depanku sendiri dan itu adalah kamu Sa, tapi kamu sudah mempunyai orang lain yang bertahta di dalam hati kamu, dan aku nggak akan mungkin bisa menggesernya, batin Iwan.
Sahila melihat jam yang melingkar di tangannya dan pamit kepada Iwan Doni, serta Nesa.
''Maaf nih aku pamit dulu ya, soalnya di tungguin, aku nggak enak kalau pulang telat pamit Sahila.
Semua mengangguk.
Sahila berlalu dari restoran menuju mobil,
Setelah sampai Rumah pak Cakra, barulah dia menampakkan wajah yang sesungguhnya, yaitu sedih, karena mendengar Refan mau menikah.
Wajah ceria dan senyum yang Sahila tunjukkan di restoran itu semuanya palsu. pasalnya hati Sahila seperti di iris iris, seakan tak punya harapan lagi hanya sekedar memandang wajah tampan Refan.
Sahila masuk ke dalam kamarnya dan berlari ke kamar mandi.
Sahila menumpahkan air matanya yang sudah lama dia pendam .
''Mas, akhirnya aku akan memendam semua cintaku untukmu mas, aku nggak akan bisa miliki kamu untuk selamanya, kamu akan menjadi milik orang lain, mungkin ini adalah akhir kisah cintaku untukmu, aku berharap suatu saat kau bisa mengingatku walaupun kita tak bisa bersatu,dan aku harap kamu tidak akan membenciku lagi, karena kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan. Sahila sambil menangis di depan cermin kamar mandi.
__ADS_1
Sedangkan di negara L, Refan yang sedang minum tiba tiba saja gelas yang di pegangnya jatuh dan pecah.