KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 140. Yakin


__ADS_3

Pagi sekali Nia sudah bangun dari tidurnya dan bergegas ke dapur, Nia tak bisa tinggal diam melihat orang orang itu sibuk dengan tugasnya masing masing, meskipun semua pembantu sudah melarang, Nia tetap ngotot untuk membantu.


''Bi.... ucap Nia berhenti.. sambil menoleh, tiba tiba saja semua orang pada hilang entah kemana.


''Di mana semua orang,perasaan tadi banyak. gumamnya, sambil menoleh ke kanan kiri.


Nia mengangkat kedua bahunya dan melanjutkan memasaknya,


Saat asyik dengan apa yang di lakukan, Nia terkejut ada yang memegang kedua pundaknya dari belakang, ingin menjerit, namun di urungkannya. karena hari masih pagi, calon mertuanya pun belum keluar.


Belum juga menoleh ,namun tangan itu sudah memutar badan Nia mengahadap pemilik tangan kekar itu.


''Kaget, ucapnya tak merasa bersalah.


Nia hanya bisa mengangguk.


Mike mendorong Nia ke arah belakang, sampai ke arah tembok, mengunci tubuh Nia hingga tak bisa nergerak, mencondongkan kepalanya mendekat ke arah wajah Nia.


Dengan takutnya Nia memejamkan matanya dan menelan ludahnya dengan susah payah ,merasakan setiap hembusan nafas Mike .


Mike terus saja melihat wajah Nia yang semakin memerah karena ketakutan itu.


''Buka mata kamu, apa kamu nggak ingin melihat wajahku yang tampan ini, ucap Mike sambil menyunggingkan bibirnya.


Nia membuka pelan matanya melihat mata Mike yang menatapnya secara intens.


''Ak... ucapan Nia berhenti karena jari Mike sudah mendarat ke bibir mungil itu,


''Jangan bicara lagi, atau aku akan menciummu sekarang !''ucapan Mike itu mengancam membuat Nia semakin takut,


Akhirnya Nia memilih untuk diam.


Nia heran dengan sikap Mike yang sekarang, dulu waktu mereka masih pacaran, Mike tidak pernah seperti itu ,mau memegang tangan Nia pun izin, tapi sekarang Mike sangat agresif.


''Son mau ngapain, jangan mesum sama calon mantu mama.!'' tiba tiba saja suara serak dari belakang membuat Mike dan Nia terkejut.

__ADS_1


Selamat, batin Nia sambil memegang dadanya dengan kedua tangannya.


Sedangkan Mike langsung berbalik melihat sang mama Yang sudah mematung di belakangnya.


Mike tersenyum ,dan menarik tangan Nia mengahampiri sang mama.


''Nggak ngapa ngapain, tadi mata Nia kelilipan, dan aku sebagai calon suami yang baik harus meniupnya, ucap Mike berbohong.


Sedangkan para pembantu pun ikut menampakkan dirinya masing masing setelah Mike dan Nia pergi.


''Mereka mesra sekali ya, aku nggak nyangka tuan Mike bisa semanis itu.itulah bisikan para pembantu yang melihat kemesraan mereka berdua .


Karena Mike sempat merasakan frustasi dan kasar pada semua orang setelah Nia meninggalkannya dulu,


''Hari ini mama mau belanja dengan calon mantu mama, kamu anter kita ya,?'' pinta nyonya Wilson.


''Mr Wilson ke mana,?'' apa mama nggak akan merindukannya kalau jauh darinya, ucap Mike bercanda.


''Son, Mr Wilson itu sangat sibuk, bahkan dia selalu membiarkan mama kemana mana sendiri, terkadang mama ini sedih, orang kaya, tapi seperti nggak punya keluarga, ucap nyonya Wilson memelas.


''Baiklah, menantuku ,sekarang kamu siap siap, kita akan menghabiskan uang hasil kerja calon suami mu ini, mana kartunya,?'' ucap nyonya Wilson sambil menengadahkan tangannya.


Dengan cepat Mike mengeluarkan beberapa kartu untuk mamanya,.


Dengan cepat pula sang mama memberikan untuk Nia. ''Ini untukmu, habiskan saja, kalau perlu minta lagi, oke, sambil melingkarkan dua jarinya dan berlalu ke kamarnya.


Aku tidak mau mengulangi kesalahanku lagi, aku tidak mau di bilang matre. batin Nia.


Akhirnya Nia menyodorkan kembali ke tangan Mike.


''Pakailah, kamu dengar kan apa kata mama, habiskan saja, kalau kurang kamu bisa memintaku lagi, mertuamu itu sangat kaya raya, kamu nggak usah khawatir, uang mereka nggak akan habis, ucap Mike santai.


Nia meraih tangan Mike dan memberikan semua kartu yang di berikan Nyonya Wilson.


''Aku sudah bilang sama kamu, aku tidak membutuhkannya, aku tau kamu pasti masih teringat dulu, saat aku selalu saja mau menerima uang darimu, dan maaf untuk itu, tapi sekarang aku Nia yang hidup sendiri, bukan Nia yang harus menghidupi keluarganya dan butuh banyak uang, ucap Nia terbata.

__ADS_1


Dengan cepat Mike menarik tubuh Nia dan memeluknya.


''Kamu seperti dulu pun tidak apa apa, yang penting kamu jangan pernah pergi dariku, aku tidak akan sanggup kehilangan dirimu untuk yang kedua kalinya, ucap Mike.


''Ehheeem... suara deheman itu terdengar oleh telinga Mike dan Nia.


Dengan sontak Mike mengendorkan pelukannya dan menoleh ke arah sumber suara.


''Papa iri melihat kemesraan ku dan Nia, ucap Mike sinis.


''Son ,kamu nggak lihat ada mama kamu yang siap untuk papa peluk, kenapa harus iri, lagi pula kamu cuma bisa peluk kan, tapi belum bisa cium, ucap Mr Wilson sambil mencium nyonya Wilson dengan mesra yang membuat Mike semakin jengkel.


''Papa itu nggak jauh beda dengan bos yang selalu memamerkan kemesraan di depanku, ucap Mike semakin jengkel dengan tingkah Papanya.


''Sudah, kalian ini selalu saja berantem kalau di rumah, cepat Nia kamu siap siap, kita berangkat sekarang !'' ucap nyonya Wilson.


Dengan cepat Nia berlalu menuju kamarnya untuk ganti baju ,


Sedangkan nyonya Wilson menghampiri putranya menyuruhnya duduk.


''Son, mama dengar kalau Nia itu wanita yang pernah meninggalkanmu dulu, ucap sang mama serius.


Mike mengangguk.'' Mama tau dari mana?''.


''Kamu jangan meremehkan papa, kita ini orang mampu dan nggak mungkin mama membiarkanmu hidup di luaran sana, di mana pun kamu berada papa dan mama selalu mengawasimu.


''Apa kamu yakin kalau dia kali ini tidak akan meninggalkanmu lagi ,dan akan setia padamu, ucapnya kembali.


''Ma, aku yakin dia akan setia padaku, dulu dia pergi karena suatu alasan, waktu itu papanya sakit , jadi terpaksa dia pulang ,dan saat turun dari pesawat poselnya hilang, dan semua itu justru salahku, aku yang beranggapan bahwa dia cuma mau uangku saja, tanpa mencari tau kebenarannya, saat itu juga Kita putus hubungan, ucap Mike sambil memegang kedua tangan mamanya meyakinkan agar


mamanya tidak salah paham.


''Son, Papa dan mama tidak meragukannya, kami hanya mengharapkan kebahagiaanmu, kamu putra kami satu satunya, papa masih teringat bagaimana kamu frustasi dulu, dan itu membuat kami harus lebih hati hati, ucap Mr Wilson.


''Kalian tenang saja, bahkan dia sekarang tidak mau apa apa dariku, dia hanya butuh diriku di sampingnya, dan aku sudah yakin kalau dia itu jodohku, ucap Mike sambil memperlihatkan kartu yang di tolak oleh Nia.

__ADS_1


Sedangkan nyonya Wilson hanya bisa menepuk bahu Mike dan tersenyum.


__ADS_2