KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 88.Hukuman


__ADS_3

Gambaran hidup memang berbeda ,ada yang memaknai dan menikmatinya cukup dengan harta, ada yang memberi warna dengan cinta dan kasih sayang, meskipun begitu, tujuan tetap sama, apa lagi kalau bukan meraih kebahagiaan, meskipun belum ada tangisan seorang makhluk kecil itu, Refan sudah meraskan kebahagiaan yang sangat mendalam, apa lagi sang istri yang begitu setia dan selalu memberi perhatian lebih, seperti hari ini ,Sahila yang lebih sering menanyakan keadaan Refan, sang suami pun sedikit heran semenjak Sahila sembuh, Refan merasa kalau istrinya ini semakin cerewet.


''Sayang, mas nggak apa apa, lagian kerjaanya mas cuma duduk dan pegang laptop, ucap Refan saat melihat Sahila hendak memijitnya.


''Mas, seluruh dunia juga tau, kalau mas itu bos, bukan tukang kebun atau kuli panggul, jadi diam saja, aku yakin pijitanku ini enak dan akan membuat mas lebih baik, ucap Sahila sambil menghimpit kaki Refan,


Terpaksa Refan tengkurep demi memenuhi keinginan sang istri,meskipun selama hidupnya belum pernah merasakan pijit,


Jari lentik Sahila itu mulai menekan nekan punggung besar Refan yang membuat sang empu tertawa.


Sedangkan badan Refan terus bergerak, membuat Sahila bingung.


''Mas, kamu kenapa sih, dari tadi kok nggak mau diam, ucap Sahila jengkel melihat sang suami, akhirnya dengan sigap Refan berbalik dan kini posisinya terlentang,


''Kamu itu sangat menggodaku sayang, di mana mana yang namanya pijit itu pasti sakit ,tapi apa, mas semakin geli saja, apa memang kamu sengaja membuat ku tergoda?''


''Apa maksud mas,aku benar benar mau mijit, bukan untuk menggoda atau yang lain, ucap Sahila sedikit ragu melihat wajah licik suaminya.


''Tapi kamu salah, bahkan jarimu itu membuat sesuatu yang tidur menjadi bangun, dan kamu harus tanggung jawab, ucap Refan menyeringai,


Seketika wajah Sahila langsung memucat mendengar kata Refan,


''Ah, kalau gitu mendingan aku turun saja, dari pada mas selalu menggodaku, ucap Sahila sambil beranjak dari tempat tidur, namun dengan cepat Refan menarik kaki Sahila.


''Mau kemana, mas tadi bilang kamu harus tanggung jawab, lagi pula sekarang sudah malam, apa kau nggak ingat apa yang aku katakan tadi, ucapnya tepat di telinga Sahila .


Refan mulai nakal menggigit telinga Sahila yang membuat sang empu merintih.


''Mas, aku cuma mau ambil minum saja,apa kamu mau kalau aku nanti kehausan,lagi pula aku cuma sebentar kok, ucap Sahila merayu ,satu tangannya memegang pipi Refan.


Refan yang tak tahan melihat wajah Sahila yang melas itu pun langsung melepasnya,


Dengan senang hati Sahila berterima kasih dan meninggalkan Refan,

__ADS_1


Di bawah ,Sahila melihat Ririn yang duduk santai di ruang keluarga, Akhirnya ide Sahila muncul seketika.


''Lagi ngapain Rin, kelihatannya serius banget ?''ucap Sahila menghampiri Ririn yang asyik nonton televisi.


''Kakak ipar belum tidur, lihat deh kak ,kasihan kan, kalau aku jadi ceweknya aku nggak mau lagi balik sama tu cowok brengsek, dia yang menyakiti tapi dia juga yang mau menikahi, ucap Ririn masih dengan pandangannya mengarah ke televisi.


Sahila ikut bergabung, dan ternyata benar, itu adalah gambaran yang persis seperti masa lalunya.


Andai saja kamu tau Rin, bahkan nasib cewek itu jauh lebih baik dari pada aku, batin Sahila.


Akhirnya mereka berdua bersantai sambil melihat drama.


Sedangkan Refan yang berada di dalam kamar selalu melihat jam, sudah hampir satu jam Sahila belum balik juga membuatnya resah.


''Ni anak kemana sih, kok lama banget, katanya mau ambil minum, tersangkut di mana, apa aku susul saja, gumammnya. ,Refan beranjak dari ranjangnya dan lagsung keluar kamar,


Refan sengaja hanya berdiri di sudut tangga melihat Ririn dan Sahila tertawa dan terkadang saling memaki pemain drama,


Bilangnya mau ambil minum, ternyata kamu menghindariku, awas saja kalau sampai nanti kamu balik ke kamar, aku pastikan kamu tidak akan bisa lepas lagi, lirihnya .


''Emang kakak ipar bisa nyetir?''Ririn memastikan


Sahila menggeleng. ''Sama mas Refan saja, aku yakin dia pasti mau, sudah lama juga kita nggak jalan jalan,


''Itu lebih baik, kalau gitu kakak ipar bangunkan kakak saja!'',


Dengan senang hati Sahila langsung beranjak dan berjalan menuju tangga, namun pandangannya kali ini berbeda, Sahila merasa takut dan bersalah melihat tatapan Refan yang berada di dudut tangga.


Mati aku, aku kan tadi bilang mau ambil minum, tapi aku malah nonton tv sama Ririn, apa mas Refan marah, kenapa pandangannya seperti itu, batin Sahila.


Namun dengan pelan kakinya tetap melangkah, sampai mereka bertatapan,


''Rin, kita jalan jalannya dua jam lagi ya, ucap Refan sedikit keras supaya Ririn mendengar.

__ADS_1


''Iya kak, jawab Ririn keras juga.


''Mas,,, ucapan itu langsung terhenti, Refan langsung mencium bibir mungil itu.


Benar saja kali ini Refan tak melepaskan Sahila, Refan menghukum Sahila dengan hukuman mesra, Sahila terpaksa diam dengan apa yang Refan lakukan padanya,


Suasana didalam kamar itu langsung berubah, ac yang begitu dingin tak berfungsi, ruangan berubah menjadi panas seketika.


Tak sedikit pun ada penolakan dari Sahila yang membuat Refan benar benar puas.


Benar saja, dua jam berlalu, namun keduanya belum ada tanda tanda keluar kamar membuat Ririn menunggu.


Tak lama, suara mobil berhenti dan ternyata pak Cakra yang baru pulang dari luar kota,


''Kamu lagi ngapain Rin, kenapa kamu terlihat gelisah begini., ucap pak Cakra melihat Ririn mondar mandir.


''Ini lo om, kakak ipar itu ngajakin jalan, tapi sudah lebih dua jam mereka nggak keluar keluar,Ririn menggerutu.


''Tungguin saja, sebentar lagi pasti mereka keluar, ucap Pak Cakra dengan tenang.


Sedang didalam kamar Refan sibuk mengeringkan rambut Sahila ,Sedang Sahila sibuk merias wajahnya,


''Ini semua gara gara kamu, kalau saja kamu mau menurutiku dari tadi ,pasti kejadiannya nggak akan lama, Refan menyalahkan Sahila.


''Mas, sudah dong, lagian kalau mas nggak menghukumku pasti kita sudah pergi jalan jalan, Sahila tak mau kalah,


Setelah beberapa waktu akhirnya Refan dan Sahila turun menghampiri Ririn yang sudah menunggunya ,


Namun wajah Ririn kali ini cemberut membuat Refan bertanya,


''Kamu kenapa, kelihatannya nggak seneng banget, lihat kakak? ''ucap Refan sinis.


''Kalian tu lihat nggak, janjinya dua jam, tapi ini hampir saja tiga jam, dan kalian baru turun ,apa sih yang kalian lakukan di kamar selama itu, ucap Ririn dengan nada marah membuat Refan dan Sahila saling berpandangan.

__ADS_1


''Maaf, ini semua gara gara mas Refan, ucap Sahila merasa bersalah.


__ADS_2