KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 77.Gelisah


__ADS_3

Di kator Refan pun tak bisa fokus dengan pekerjaanya, akhirnya Refan memilih untuk pulang,


Setelah sampai rumah Refan pun melihat Sahila yang sibuk memasak.


''Mas ,kok sudah pulang, bukannya ini masih siang?'', tanya Sahila sambil melihat jam.


Refan tak menjawab namun pelukannya untuk Sahila menunjukkan kerinduan, meskipun baru beberapa jam mereka berpisah ,namun rasa rindu tak bisa di bendung.


''Memang kenapa kalau aku pulang siang, itu kantor milikku, jadi terserah aku, ucap Refan santai,


''Mas, apa mas nggak malu di lihat bibi? ''ucap Sahila pelan.


Refan menggeleng dan semakin mengeratkan pelukannya.


Sampai hari sudah sore pun Refan dan Sahila menghabiskan waktunya hanya berdua di dalam kamar.


Tak berselang lama suara mobil berhenti di depan rumah dan itu adalah Mike.


Dan tak lama kemudian disusul sebuah Taksi yang berhenti di halaman rumah dan itu adalah Ririn.


''Dokter kebetulan kita bareng, kalau tau gitu kan bisa aku jemput?'


''Kamu bisa aja, panggil saja Ririn, aku cuma sebentar kok, aku ada perlu sama kakak dan kakak ipar, nanti aku balik lagi,


Refan terkejut saat Ririn menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit, pasalnya obat yang di beri tahunya sudah berada di atas meja.


''Kenapa harus datang lagi ke rumah sakit, ini kan obatnya sudah di sini, Tanya Refan bodoh membuat Ririn memukul jidatnya sendiri.


''Kakak, besok kakak ipar memang harus ke rumah sakit untuk di infus, karena obat ini di konsumsi bukan dengan di minum tapi melalui infus, dan itu harus di lakukan di rumah sakit, dan jangan tanya apa apa lagi dari pada kakak membuatku pusing,


''Kenapa kamu nggak bilang dari kemarin kalau obat ini melalui infus?''. tanya Refan kembali, Refan selalu mengingat tangan Sahila yang bengkak karena infus waktu Sahila pingsan.


''Kakak, kalau aku bilang semuanya mungkin kakak tidak akan memperbolehkan kakak ipar untuk berobat, karena semua pengobatan itu memang sakit, meskipun hanya dengan mengkonsumsi obat, jadi kakak turuti saja apa yang aku perintahkan, oke,


Sebelum Refan bicara Sahila sudah berkedip di depannya


Orang sombong kayak gini, tapi sekali mendapat kedipan dari kakak ipar begitu saja sudah tak berkutik, aku salut sama kakak ipar, apa yang membuat batu ini takluk. batin Ririn


Sedangkan dalam hati Mike hanya cekikikan melihat bosnya yang diam seribu bahasa itu, namun Refan melihat gerak gerik Mike pun menatapnya dengan tatapan membunuh,

__ADS_1


''Sekarang aku mau balik ke rumah sakit ,kakak ipar jaga diri baik baik dan besok kakak harus bawa kakak ipar ke rumah sakit !''


ucap Ririn dan langsung berlalu meninggalkan Refan dan Sahila


Sedangkan Mike langsung mengikuti Ririn untuk mengantarnya.


Refan masih membayangkan bagaimana sakitnya di infus, tangan yang di tusuk jarum itu membengkak bahkan mengeluarkan darah,


''Mas kenapa?'', kata Sahila saat melihat Refan memejamkan matanya sambil geleng geleng,


Refan melihat tangan kecil Sahila dan selalu memegangnya,


''Apa kamu benar benar siap untuk berobat, pasti sakit, ucapan Refan melemah.


''Aku yakin, bahkan sangat yakin ini bukan pertama kali aku di suntik jarum mas, jadi aku tidak takut, ucapnya tegar berharap Refan tidak gelisah,


''Apa ada yang lucu tuan Mike, ?''tanya Ririn saat melihat Mike selalu tersenyum,.


''Sangat lucu, kamu nggak lihat reaksi bos tadi?'' ucap Mike.


Ririn langsung saja mengingat reaksi Refan saat dirinya menjelaskan tentang pengobatan.


''Itulah kelebihannya bos ,meskipun sombong dan angkuh, sekali dia mencintai seseorang, dia tidak akan memberikan luka ,meskipun banyak sekali rintangan yang Nona alami, bahkan hinaan dari bos sering keluar dari mulutnya, tapi itu dulu sebelum bos mengenalnya lebih dekat , dan kesabaran Nona lah yang membuat bos itu bertekuk lutut padanya, Mike menjelaskan panjang lebar pada Ririn semua dari awal yang membuat Ririn mengangguk anggukkan kepalanya.


Refan hanya berguling ke kanan ke kiri membuat Sahila tak bisa memejamkan mata karena tubuh besar Refan yang selalu bergerak.


''Mas, kamu kenapa, apa kamu sakit, tanya Sahila khawatir melihat Refan dengan tingkahnya.


Refan menggeleng,


''Terus kenapa dari tadi kok nggak tidur?''


Refan langsung bangun dari tidurnya ,dan kini posisi mereka saling berhadapan.


''Aku teringat ucapan Ririn tadi, ucap Refan lembut.


Sahila langsung menerka semua yang di ucapkan Ririn.


Sahila tertawa lepas seperti tak ada beban sama sekali,

__ADS_1


''Apa aku lucu, lama lama kamu seperti Mike suka menertawakanku,


Sahila menggeleng,


''Mas, disini aku yang menjalaninya saja tidak kepikiran, kok malah kamu yang gelisah, aku nggak apa apa, aku yakin dokter Ririn akan memberikan yang terbaik, dan mas nggak usah khawatir, ucap Sahila pada Refan berharap Refan akan segera tidur,.


Benar saja setelah Sahila menjelaskan, Refan langsung menutup dirinya dengan selimut,


Dunia mimpi saat ini lebih indah dari pada dunia nyata ,semua beban berat yang ada hilang sudah, namun itu cuma sesaat, tapi setidaknya itu membuat pikirannya sedikit lega.


Seakan enggan untuk membuka matanya meskipun berulang kali Sahila membangunkannya dengan berbagai cara tak membuat Refan bergeming dari tidurnya,


Cup... sebuah morning kiss mendarat di bibir Refan dari Sahila yang langsung membuatnya terbangun.


''Apa ,jadi benar apa yang aku rasakan?'' ucap Refan berpura pura bodoh.


''He'em dan itu hanya untuk hari ini saja, mas tidak akan mendapatkannya lagi, itung itung diskon karena mas tadi malam sudah nurut,.


Sebuah senyuman licik muncul dari bibir Refan.


''Kalau gitu mulai sekarang aku akan nurut, biar dapat diskon tiap hari, ucap Refan.


Sedangkan sahila tak mau menjawab dan langsung ke kamar mandi,


Setelah keduanya siap, mereka turun dan menemui Ririn untuk pergi ke rumah sakit.


''Apa kakak ipar sudah siap?'', Ririn memastikan.


Sahila mengangguk.


''Kalian hati hati, papa doakan semoga cepat berhasil. ucapan pak Cakra.


Didalam mobil Sahila terlihat biasa saja ,wajahnya ceria ,obrolannya dengan Ririn membuatnya tertawa renyah, namun Refan tak peduli itu, karena dalam hatinya saat ini sedikit kalut ,pikirannya kembali memikirkan semua perkataan Ririn tentang efek samping dari pengobatan.


''Kenapa hanya diam saja, biasanya kamu paling cerewet di antara kami, iya kan tuan Mike,?'' Sahila sedikit bercanda.


''Nona kan semalam yang tidur dengan bos, apa Nona nggak tau kalau bos sakit gigi?'', ucapan Mike langsung mendapat tatapan tajam dari Refan.


Sedangkan Sahila dan Ririn tertawa lepas.

__ADS_1


Like like like,commen commen commen.


__ADS_2