KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 73.Ide


__ADS_3

Tak bisa di bayangkan oleh mata maupun pikiran ,betapa kesalnya Mike saat ini melihat Refan sedang bersantai,


Sedangkan dirinya baru saja berlari ke sana kemari mencari nona nya itu.


Sahila hanya diam dan masih dalam pelukan Refan, sedang Mike langsung saja keluar menutup pintu dengan keras,.


''Dasar, sekretaris tak tau sopan santun, ucapan Refan yang langsung di tutup Sahila .


''Bukan tuan Mike yang salah, tapi mas, kenapa tadi nggak langsung kasih kabar, kalau aku sudah ketemu, kan kasihan dia sampai ngos ngosan. Sahila menyalahkan Refan .


Refan kembali bekerja, sedangkan Sahila memilih untuk tidur di kamar pribadi Refan.


Jarum jam pun terus berputar menyusuri setiap sudut angka yang tertera,


Semarah apapun Mike, tidak bisa menjauh dari bosnya itu,


''Kenapa, apa kamu masih marah, tanya Refan melihat Mike yang masih diam.


''Tidak, sekarang sudah dore, bos mau pulang apa nginep dengan nona di sini , Ucap Mike singkat dengan wajah yang datar.


Refan berdecak melihat wajah Mike yang penuh dengan ekspresi kemarahan.


''Pulang, tapi sebentar lagi Sahila masih tidur ,aku nggak mau membangunkannya, biarkan dia bangun dengan sendirinya.


''Bos Come on, Mike hanya manusia, bukan robot, tulangku rasanya mau patah, bos enak ada yang mijitin, kalau aku paling hanya istirahat saja ,dan waktunya cuma sebentar, itu kalau nggak ada tugas yang aneh aneh dari bos, Mike menggerutu,


Dalam hati Refan cekikikan melihat kemaraham Mike kali ini.


''Kamu itu sekretaris ,tapi berani memerintahku, baiklah kita pulang, kasihan juga jomblo akut kayak kamu, ucapnya meledek sambil memakai jas yang di lepasnya dari tadi.


Setelah bangun, Sahila hanya memandang wajah Mike yang terlihat lelah , mengingat tadi siang Mike yang begitu capek gara gara mencarinya.


Dalam otak Sahila banyak ide untuk membantu Mike,


''Mas, aku ingin jalan jalan berdua saja tanpa tuan Mike, biarkan dia pulang, aku suka kalau mas yang nyetir, ucap Sahila dengan wajah yang melas,.


Refan mengernyitkan dahinya mendengar permintaan Sahila.

__ADS_1


''Maksud kamu kita jalan berdua saja,?''Refan memastikan.


Sahila mengangguk,


''Kamu selamat Mike ,pulanglah! ''ucapnya pelan di telinga Mike,


Dalam hati Mike seperti tersiram es, dan wajahnya langsung sumringah, ucapan terima kasih pun berkali kali langsung meluncur untuk Sahila.


Matahari di ufuk barat hampir tenggelam dan bersembunyi di balik awan, Sahila ingat saat mereka menikmati sunset dengan Refan, dan itulah awal kebahagiannya, warna jingga menghiasi langit saat ini membuatnya semakin indah.


Kali ini Sahila mengajak Refan menikmati indahnya sebuah danau, airnya yang jernih dan pemandangan di sampingnya memperlengkap suasana, menikmati indahnya alam yang begitu mendominansi,


''Mas lihatlah ,lucunya, andai saja.... ''Sudahlah mas bahagia dengan keadaan kita yang sekarang, kamu nggak usah mikir macam macam dulu ,mas nggak suka, Refan langsung saja memotong ucapan Sahila saat jari lentiknya menunjuk ke arah anak kecil yang sedang berlarian.


Sahila menyenderkan kepalanya tepat di pundak lebar Refan membuat sang empu dengan mudahnya merangkul dan sesekali menciumnya.


''Mas,apa nggak sebaiknya kita ke dokter?'', ucapan Sahila membuat Refan semakin bingung bagaimana mengatasi Sahila agar lupa soal kehamilan.


Bukannya Refan tidak mau, tapi Refan takut hal yang akan menjadikan Sahila sedih, meskipun belum pasti, tapi rasa khawatir itu sudah mendahului kenyataan.


''Sayang kamu nggak mau makan ketoprak yang ada di perempatan?'' ucap Refan mengalihkan pembicaraan.


Refan melajukan mobilnya menuju tempat yang dulu pernah di inginkan Sahila namun tak kesampaian.


Setelah mobilnya terparkir, Refan melihat penjual ketoprak yang penuh dengan pembeli.


''Sayang, kamu beneran mau makan ketoprak di sini, ucapnya masih dengan tatapannya.


''He'em....memang kenapa, di sini enak dan harganya juga murah,


''Tapi sa... sudahlah mas, ayo kita turun, aku sudah nggak sabar, perutku rasanya keroncongan.


Sahila langsung saja membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju penjual ketoprak, sedangkan Refan mengikutinya dari belakang.


Refan menelan ludahnya dengan susah payah melihat keramaian yang ada depannya.


''Pak, ketopraknya dua, ucap Sahila sedikit keras.

__ADS_1


''Sayang kita pulang aja ya, nanti


biar mas belikan di restoran pasti rasanya lebih enak, bisik Refan.


''Mas nggak papa di sini aja , kan sayang ,aku sudah pesan, jarang jarang lo kita makan di pinggir jalan seperti ini,.


Mau ditaruh mana mukaku ini kalau sampai karyawan melihatku di sini, aku orang ternama tapi makan di pinggir jalan, Ya Tuhan, kenapa aku bisa mencintai wanita di depanku ini yang mayoritasnya orang biasa, batinnya,


Refan sangat kesal dengan Sahila yang mengajaknya berdesak desakan hanya untuk sepiring ketoprak.


Namun kekesalan itu hanya bisa di pendamnya, dan sesekali mencium kepala Sahila dari belakang sebagai obat kekesalannya.


Sahila mulai memakannya suap demi suap,Refan pun mengikuti Sahila, bagaimana cara makan makanan yang di beri nama ketoprak itu, meski terkenal, namun Refan tak pernah memakannya ,baginya itu untuk kalangan bawah. Meskipun saat ini ada sedikit kekesalan dalam hatinya, demi membuat Sahila lupa akan kehamilan.


''Sayang, lain kali aku nggak mau ke sini lagi, Refan menggerutu saat mereka jalan menuju mobil .


''Kenapa, apa mas nggak suka dengan makanannya, tapi kenapa tadi mas makan? ''Sahila tak mau kalah.


''Bukan makananya, tapi mas nggak mau berdesak desakan ,lagi pula masih banyak menu di restoran yang jauh lebih enak , tapi kenapa kamu suka di tempat separti ini sih, untung saja kamu nggak kenapa napa, kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan siapa yang akan di salahkan ,dan mas nggak mau itu ,Refan sedikit membentak ,kali ini kekesalannya tak bisa di bendung lagi.


Di dalam mobil Sahila hanya diam, begitu juga Refan, sampai dirumah pun mereka saling diam ,Sahila merasa tidak salah ,sedangkan Refan tidak mau kalah baginya dirinya lah yang merasa benar,


Di atas ranjang, Sahila memunggungi Refan yang masih berjaga dengan laptopnya.


''Apa kamu marah sama mas, tanya Refan dengan pelan. Namun tak ada jawaban dari Sahila.


Namun dari pergerakannya Refan tau kalau Sahila belum memejamkan matanya.


Refan menaruh laptopnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang, merangkul pinggang ramping Sahila dari belakang.


''Mas minta maaf ,bukan maksud mas memarahi kamu, tapi lain kali janganlah makan di tempat seperti itu, tempat itu terlalu rame dan kamu lihat kan, mereka berdesak desakan, dan nggak mungkin juga kalau di sana nggak ada virus.


Sahila masih diam, meraba raba perkataan Refan.


''Sayang jangan diam dong, mas nggak bisa kalau kamu seperti ini, mendingan kamu usir mas keluar, biar aku nggak melihat kemarahan dan kediamanmu ini,!''


Sebelum Refan beranjak ,sahila menarik tangannya dan berbalik menatap nya.

__ADS_1


''Mas nggak salah, aku yang salah, nggak mau nurut sama mas, aku nggak akan mengulanginya lagi, tadi aku cuma kebawa suasana dan rasanya aku ingin sekali makan di sana, jangan keluar dari sini, kalau mas keluar, siapa yang akan menemaniku, aku ngak mau tidur sendiri,.


ucapan Sahila langsung mendapat pelukan hangat dari Refan.


__ADS_2