
Setelah di nyatakan hamil ,Sahila sering saja mual dan muntah, terkadang sampai membuat Refan bingung dan takut, pasalnya setiap Sahila selesai makan ,pasti langsung saja di muntahkan kembali, meskipun Ririn sudah mengatakan itu hal yang biasa terjadi pada Ibu hamil, tapi ke khawatiran Refan masih saja besar.
Tak bisa konsentrasi, itulah Refan saat ini, meskipun tubuhnya di kantor, tapi jiwa dan pikirannya berada di rumah memikirkam Sahila, karena sebelum berangkat pun Refan melihat Sahila muntah muntah di kamar mandi, namun Sahila ngotot itu sudah biasa dan tak perlu di temani.
''Ada apa lagi, masalah sudah beres,Nona sudah hamil, tapi masih aja muka di tekuk, ucap Mike santai.
''Kamu itu belum menikah, pasti kamu juga belum tau bagaimana menghadapi wanita hamil, kalau aku cerita ,apa kamu bisa bantu.?'' ucap Refan serius meremehkan Mike.
Mike berjalan mendekati Refan membuat sang empu memundurkan badannya.
''Mau ngapain, aku bukan wanita, apa kamu mau menciumku, Ucapan Refan membuat Mike berdecak,
''Aku bukan gay, aku masih normal, Bos jangan meremehkanku, aku bisa membantu bos, sekarang katakanlah apa yang bisa aku bantu.?'' Mike menawarkan diri.
''Baiklah, bagaimana caranya mengahadapi Sahila saat ini, setiap pagi itu dia selalu muntah, dan aku sangat kasihan padanya, bagaimana caranya membuatnya supaya tidak seperti itu lagi?'', tanya Refan pertama kali.
''Tuan Refan yang terhormat, kebanyakan wanita hamil itu memang seperti itu ,dan itu namanya morning sickness,dan anda harus tau kalau Nona akan seperti itu kurang lebih sampai bulan ke tiga, ucap Mike penuh percaya diri, namun Refan malah mengernyit.
Membayangkan setiap hari Sahila harus berlari ke kamar mandi karena mual.
''Apa memang selama itu, apa itu tak bisa di sembuhkan, apa tidak ada obatnya.?'' pertanyaan Refan bertubi tubi.
Mike mengangkat kedua bahunya.
''Terus aku harus bagaimana, aku kasihan padanya?'',.
''Tuan Refan yang terhormat, saya akan menjelaskan, dalam masalah nona, anda harus ekstra sabar menghadapinya, selain mengalami mual, nanti Nona juga akan mengalami ngidam, dan di sini anda harus siaga, anda harus menuruti semua apa yang Nona inginkan, termasuk menciumku, jika nona yang menginginkannya, dan biarkan saja, karena itu bukanlah keinginan Nona melainkan keinginan sang bayi, jadi anda harus mengizinkannya, ucapan Mike membuat Refan kesal, wajahnya merah karena marah, namun dalam hati Mike cekikikan melihat reaksi Refan yang menggemaskan.
''Bos juga tidak boleh sering marah marah, apa lagi padaku, karena sang baby itu tidak suka kalau mempunyai ayah pemarah, ucap Mike pelan, saat melihat wajah Refan.
''Mike, apa kau yakin kalau ada ngidam ingin mencium orang lain ,dan bukan suaminya.?''
Mike mengangguk,
''Aku sering sekali melihatnya, bahkan terkadang sang istri tak mau dekat dengan suaminya, tapi dia ingin dekat dengan laki laki lain, makanya anda harus siap siap untuk semua itu, Mike meyakinkan,
__ADS_1
Kena kau, siapa suruh tanya sama orang yang belum nikah, aku kerjain habis habisan, batin Mike menyeringai.
Dalam hati Mike memang sangat bahagia melihat kesusahan Refan, terkadang Refan geleng geleng kepala mengingat semua yang di katakan Mike.
''Kalau gitu aku permisi dulu bos, selamat bekerja kembali, dan ingat, izinkan jika Nona ingin menciumku, ucapnya sekali lagi sambil mengangkat kedua alisnya dengan cepat .
''Sekretaris sialan, umpatnya sambil melempar pulpen yang ada di depannya kearah Mike yang sudah membuka pintu.
Refan diam sejenak, memikirkan setiap kata yang di ucapkan Mike padanya,
''Apa semua yang di katakan Mike itu benar, lantas dari mana dia tau semua itu, dia kan masih jomblo, lagi pula dia sering menipuku, gumam Refan sekali lagi.
Ting tung, tiba tiba saja bunyi ponselnya bersuara.
Refan segera membukanya, setelah membuka dan membacanya, Refan berteriak menyebut nama Mike dan memakinya, karena ternyata itu pesan dari Mike .
✉️
''Ingat Bos, kalau Nona ingin menciumku izinkan saja, bos juga tidak rugi kok, malah untung, siapa tau babynya nanti mirip denganku,kan tampan.''
Di dalam ruangan lain, Mike cekikiakn membayangkan wajah bosnya saat ini yang pastinya penuh dengan amarah dan ingin memakannya hidup hidup .
Mike tertawa lepas mengingat semua yang dia ucapakan itu ternyata berjalan dengan mulus, ternyata Mike sudah merencanakan itu semua dari semalam, Mike mencari artikel apa saja yang sering di alami wanita yang sedang hamil muda, meskipun semua tak begitu, demi mengerjai Refan Mike rela untuk begadang, dan ternyata sempurna.
Setelah beberapa jam dilewati dengan hati yang tak karuan ,Refan memutuskan untuk pulang, karena menurutnya untuk apa di kantor jika pikirannnya terus saja melayang.
Dalam perjalanan pulang ,Refan masih saja mendiamkan sekretarisnya itu, menurutnya sangat menyebalkan, sesekali Refan melirik Mike yang fokus menyetir,
''Apa bos marah padaku setelah membaca pesanku?'', Mike berusaha mencairkan suasana yang sempat hening beberapa menit.
''Kamu sengaja mengerjaiku kan?''. ,ucap Refan tak percaya, mencari kejujuran di wajah Mike.
Mike menggeleng, ''Tidak, mana mungkin aku berani berbohong, lagi pula aku nggak apa pa kok ,kalau Nona menciumku, ucapan Mike langsung saja mendapat tatapan tajam serta sentilan di telinga yang membuat Mike meringis.
''Sakit bos, aku bukan anak kecil yang harus di sentil jika merebut mainan teman, ucapnya merasa tak bersalah padahal dirinya lah yang membuat Refan kesal.
__ADS_1
''Kau bukan hanya merebut mainan, tapi kau seakan ingin merebut istriku, mana ada ngidam mencium mu ,menyebalkan, aku akan menuruti semua apa ayang akan di minta istriku, kecuali mencimmu, jadi kamu jangan coba coba mendekatinya, aku nggak mau itu semua terjadi.
''Sudah sampai, turun.!'' ucapnya, karena Refan tak sadar kalau mobilnya dari tadi sudah terparkir di depan rumah,.
Refan turun dari mobil dan ternyata Sahila sudah ada di depan rumah sambil mondar mandir,.
Refan menghampirinya dan bertanya, ''Sayang ,kamu kenapa di luar, nungguin siapa?'', tanya Refan
sambil mencium kening Sahila.
Sahila tak menjawab malah melihat Mike yang berdiri dan bersandar di mobil.
''Tuan Mike, teriakan Sahila membuat Refan terbelalak, Refan mengingat semua yang di katakan Mike, kalau ngidam itu ada yang ingin mencium orang lain,
Sedangkan Mike malah tersenyum licik mendengar suara Sahila.
''Sayang, kamu ngapain panggil Mike, di sini ada aku.'', ucap Refan khawatir kalau semua apa yang di katakan Mike itu terjadi.
''Mas, aku ingin tuan Mike, ucap Sahila manja,
Refan terpaksa membiarkan Mike mendekati Sahila takut Sahila tersinggung, meskipun hatinya merasa tak rela dan gelisah.
''Ini Nona pesanannya, ucap Mike sambil menyodorkan kantong kresek yang berisi rujak.
''Apa itu, Sambil melihat benda yang di berikan pada Sahila.
''Terima kasih tuan.'' ucap Sahila sambil tersenyum.
Mike mengangguk.
''Tenang bos, ternyata Nona tidak ngidam ingin menciumku, tapi Nona ngidam rujak, kerana Nona takut Bos kecapekan, jadi Nona menyuruhku waktu jam istirahat .'' ucap Mike santai dan meninggalkan keduanya mematung,
Syukurlah, batin Refan.
Sedangkan Sahila sedikit heran mendengar percakapan keduanya karena tak memahanminya.
__ADS_1