
Sehari tidak menjadi sekretaris Refan membuat mulut Mike menjadi gatal ,seakan ingin meluapkan kata kata untuk menjahili mantan bosnya itu.
Akhirnya sepulang dari kantor barunya, Mike memutuskan untuk datang ke rumah Refan.
''Sudah pulang nih, katanya melihat mobil Refan sudah terparkir.
Mike berlari tanpa menggunakan kesopanan dan langsung masuk.
''Princes .''panggilnya sedikit berteriak.
Refan yang berada di kamarnya pun berdecak mendengar suara bariton yang selalu saja mengganggu ketenangannya.
''Wah ada Om Mike sayang, sebaiknya kita turun ya, ucap Sahila sambil menata rapi baju Kyara.
Sedangkan Refan masih tak bergeming memainkan ponselnya di atas ranjang.
''Mas nggak turun,?'' Tanya Sahila melihat Refan yang masih berada di balik selimut.
Dengan tidak bersemangat ,Refan terpaksa mengikuti Sahila dari belakang.
Benar saja sampai di sudut tangga , Refan sudah melihat mantan sekretarisnya itu sudah berduaan dengan Nia kekasihnya.
''Sore cantik, sapanya sambil mengambil alih Kyara dari tangan Sahila ,sedangkan Sahila ikut duduk santai di samping Nia..
''Bagaimana pengalaman pertama kamu dengan pekerjaan baru kamu menjadi Ceo, ?''tanya Refan masih dalam mode main HP.
''Lumayan rumit, karena sekretarisnya tua, apa nggak bisa di ganti seperti punya bos, tanpa sadar ucapan Mike membuat Sahila maupun Nia curiga.
Apa apaan mas Mike ,kenapa sekarang dia jadi genit seperti itu, batin Nia.
Sedangkan Sahila hanya bisa menoleh ke sana kemari melihat wajah yang sedikit aneh di depannya.
Refan masih belum juga menanggapi kata Mike, melihat Sahila tanpa senyum saja sudah membuatnya menciut, apa lagi kalau dirinya sampai bercanda tentang wanita janda, aduuuhh bisa bisa dirinya tidak
di kasih itu lagi nanti, itulah fikirannya..
Setelah hening sejenak, Sahila mengambil Kyara dari tangan Mike dan berdiri menarik tangan Nia untuk ikut dengannya.
__ADS_1
''Mas aku ke taman belakang dulu ya, nanti kalau butuh sesuatu bilang saja sama aku, tinggal panggil saja, ucap Sahila terlihat santai sambil mengedipkan mata pada Nia.
Setelah Nia Dan Sahila menghilang, Mike mendekat ke arah Refan sambil tersenyum tipis.
''Bagaimana pengalaman pertama bekerja dengan seorang janda,?'' tanya Mike sedikit berbisik dan clingukan takut kalau ada yang dengar.
Sebelum menjawab pertanyaan Mike ,Refan pun ikut clingukan terlebih dahulu, takut kalau Sahila tiba tiba muncul dari belakang.
''Ternyata lebih nyaman sama janda, nggak apa apa deh lagi pula itu cuma hiburan di kantor saja, ucapnya sambil cekikikan, padahal awalnya Refan tak mau meladeni Mike, tapi karena ada kesempatan, Refan ikut terhanyut meng ghibah soal janda.
''Wah kalau gitu aku juga perlu ganti sekretaris janda muda, biar nggak bosen kalau kerja, masa iya punya sekretaris tua botak lagi, ha... ha.. ha.. keduanya tertawa renyah hingga menggema di seluruh ruangan,.
Sahila dan Nia yag berada di belakang pun asyik bermain dengan bayi Kyara dan tak mempedulikan Refan dan Mike.
''Tapi tadi Istri dan anakku ikut ke kantor, jadi aku tak terlalu bebas, mungkin kalau besok dia nggak ikut aku akan ajak Viola makan siang berdua kali.....ya....''
''Siip.... ucap Mike sambil mengacungkan dua jempol.
''Itu baru namanya pria tangguh , masa iya wanita cuma satu, sekali kali ada dong cadangan yang lain,.
Tak berselang lama, Sahila masuk bersama Nia mendekati Refan dan Mike.
Sedangkan Mike dan Refan pun diam tanpa kata sambil melihat Sahila dan Nia.
Mereka nggak dengar ucapanku kan ''batin Mike maupun Refan.
Keduanya sama sama takut kalau dua wanita itu mendengar obrolan konyolnya.
''Maaf ya ,permisi, ponselku ketinggalan, tiba tiba saja ucap Sahila sambil menjulurkan tangannya tepat di pojok sofa dekat Refan duduk.
Refan dan Mike terbelalak sambil melihat Sahila.
''Kenapa kalian lihat aku kayak gitu, apa ada tang aneh? ''Sahila protes pada Refan dan Mike.
Kenapa bisa ketinggalan, atau emang di sengaja? batin Refan mulai ada resah dalam hatinya.
''Apa yang kalian omongin'', kelihatannya seru banget ,sampai tertawanya terdengar sampai belakang,? ''tanya Sahila tanpa basa basi,
__ADS_1
Refan dan Mike saling pandang, dan menggeleng dengan pelan.
''Jangan bohong,!'' lagi lagi Sahila tersenyum licik.
Refan Mike masih saja menggeleng.
''Aku punya buktinya lo, kalau kalian tidak mau mengaku aku akan putar rekaman ini, ucapan Sahila kali ini membuat Refan dan Mike tak berkutik ,mereka hanya bisa diam dan menelan ludahnya dengan susah payah.
Namun dari keduanya kali ini yang paling parah adalah Mike, karena status Nia masih kekasihnya dan belum terikat apapun ,Mike takut kalau Nia akan berubah fikiran dan meninggalkannya, padahal ini adalah hari semakin dekatnya pernikahan mereka.
Nia yang tak tau rencana Sahila memang hanya diam menyimak setiap kata dan sikap dari ketiganya.
Karena menunggu lama, tak ada yang mengaku, Sahila langsung saja memutar rekaman yang di pasang sebelum mereka pergi meninggalkan Refan dan Mike.
Keduanya saling pandang saat mendengarkan suara masing masing dari balik ponsel milik Sahila, sesekali Refan menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal, sedangkan Mike hanya menunduk dan sesekali melihat ke arah Nia yang mematung, terlihat wajah Nia yang penuh amarah dan merah seperti menahan air mata yang sudah berada di telupuk mata.
Sedangkan Refan hanya bisa menyengir sambil melihat Sahila yang masih menggendong Kyara.
''Apa kamu nggak merasa lelah sayang, sini Kyaranya biar aku yang gendong!'' ucap Refan di tengah tengah ponsel Sahila yang masih terdengar suaranya.
''Tidak, jawab Sahila dengan keras dan lantang, setelah putaran rekaman itu selesai ,Sahila mematikan kembali ponselnya dan berjalan menuju kamarnya ,begitu juga dengan Nia.
Bahkan keduanya tak mau mendengarkan penjelasan apapun dari Mike dan Refan.
Karena melihat istrinya yang marah, Refan menghampiri Mike yang masih mengetuk pintu kamar Nia.
''Gara gara janda, hari ini kita ketiban sial, dan itu semua gara gara kamu, Refan menyalahkan Mike yang terlihat sangat lemas.
''Sudahlah ,siapa suruh bos juga terpikat ngomongin janda, kalau kayak gini gimana kita, apa mereka mau memaafkan kita, ucap Mike dengan nada semakin melemas karena Nia tak mau membuka pintu.
Sama seperti Mike ,Refan pun berlari menuju kamarnya dan mengetuk pintu,
''Sayang, ayo bukalah, mas itu cuma bercanda, lagi pula mana mungkin mas suka sama janda, teriak Refan sambil mengetuk pintu.
Kini Refan dan Mike sama sama berjuang untuk mendapatkan maaf dari kedua wanita yang sama sama di cintainya.
''Gi mana kalau sampai malam istriku tidak membuka pintunya, apa aku harus tidur di luar? ''gumam Refan kesal.
__ADS_1