
Ruang tamu itu di penuhi canda dan tawa, saling bercerita tentang kehidupan masing masing, sedangkan Sahila dan Ririn ikut membantu Bibi di dapur untuk membuat jamuan.
Sesekali Zero mencuri curi pandang pada Ririn setelah pernyataan dari orang tua masing masing.
Zero sedikit merasa kan lega dan nyaman melihat sikap Ririn yang biasa saja, karena otomatis dengan menunjukkan sikap itu Ririn bisa menerima perjodohan nya.
''Pa, Om, tante, apa aku boleh bicara dengan Ririn berdua saja?'', ucap Zero minta izin,
''Bicaralah, kami pasti akan sangat setuju kalau kamu mengenal Ririn lebih dekat. ucap pak Firnan seketika selaku ayah dari Ririn.
Dengan langkah gontai, Zero melangkah menghampiri Ririn yang ada di dapur,
Ririn tersenyum melihat dokter tampan yang menghampirinya, melihat Zero diam ,akhirnya Ririn yang angkat bicara.
''Apa kamu butuh sesuatu sampai kamu kesini?'' tanya Ririn, sedangkan Sahila hanya melihat kedua insan yang sedang PDKT itu.
''Aku mau bicara sama kamu, apa kita bisa keluar sebentar?'', ajak Zero.
Ririn mengangguk dan berjalan menuju teras di ikuti Zero dari belakang .
Setelah keduanya duduk, Zero mulai pembicaraan, tanpa embel embel Zero langsung saja bicara apa yang sudah di pendamnya dari tadi.
''Apa kamu setuju dengan perjodohan ini?'', ucap Zero pertama kali.
''Kalau aku menyetujuinya apa kamu keberatan?'', dengan santainya Ririn menanyakan balik.
Zero menghela nafas, ''Aku tidak keberatan, tapi yang aku takutkan adalah kamu, aku nggak mau memaksa hubungan ini di teruskan kalau salah satu dari kita ada yang merasa terpaksa, dan aku tidak mau menikahi wanita yang terpaksa menerimaku, ucap Zero.
__ADS_1
Ririn paham dengan ucaapn Zero yang seperti itu, berarti Zero mengharapkan wanita yang mencintainya, bukan wanita yang hanya di pandang berstatus sebagai istrinya saja.
''Itu kan bisa di atur, kita juga baru saja kenal, lebih baik kita saling mengenal dan saling mengerti satu sama lain, aku yakin kalau kita memang berjodoh, pasti di antara kita akan tumbuh cinta, entah itu dari kamu dulu atuapun dariku terlebih dulu, yang penting sekarang kita jalani dan kita terima, aku tidak mau Om Cakra kecewa, ucap Ririn meminta, Zero kagum,karena ternyata wanita di depannya itu pemikirannya sudah lebih dewasa.
''Baiklah kalau begitu aku ikut aja, aku juga nggak mau mengecewakan papa, sekarang deal kita setuju perjodohan ini, ucap Zero sambil mengulurkan tangan di depan Ririn,
Dengan senang hati Ririn pun menerima uluran tangan itu, dan menyalaminya,
''Deal, kita jalani hubungan ini, ucap Ririn yang terakhir kali, di warnai dengan senyuman indah yang menghiasi wajahnya .
Tin... tin.... bunyi klakson membalikkan badan Ririn yang hampir saja masuk rumah,
''Mike, tumben kamu kesini, tanya Ririn heran, pasalnya Mike tidak pernah datang ke rumah Refan,setelah pulang kantor.
Mike pun melihat Zero dan Ririn heran,
''Tidak ada yang sakit, aku kesini sama papa, kami hanya ingin bersilaturrohmi saja, ucap Zero singkat.
''Dia calon suami Ririn sekarang, tiba tiba ada yang bersuara dari balik pintu, siapa lagi kalau bukan Refan.
''Kok bisa, Mike semakin penasaran, Karena sebelumnya Ririn tak pernah cerita apa apa tentang dirinya.
''Papa yang jodohin, dan kelihatannya rencananya sudah lama, jadi dari kita semua juga nggak ada yang tau kecuali papa dan Om Hasan.
''O..... untung saja Rin aku belum bawa kamu ke rumahku, kalau sudah, mungkin aku akan di cincang sama Om Cakra ,ucap Mike membuat semua tertawa.
''Om Cakra kan handal dalam soal jodoh menjodohkan, aku mau minta di jodohin juga ah, ucap Mike, kali ini dengan nada bercanda, Mike membelah semua orang yang berdiri di pintu dan langsung menghampiri pak Cakra .
__ADS_1
''Om, semuanya di jodohin, kenapa Om nggak mencarikan aku jodoh, memangnya aku ini anak tiri Om, sampai om tega melupakanku?'', ucap Mike bernada manja.
''Anak sultan, kamu mah bebas memilih, mau anak Presiden atau pun anak menteri kalau kamu mau mungkin sekarang kamu juga sudah punya anak banyak, tapi kamu malah lari bekerja di perusahaan Om, dan menolak semua wanita yang di pilih orang tua kamu, celetuk Pak Cakra membuat Mike mati kutu.
*Apa, Mike anak sultan, jadi selama ini Mike berbohong sama aku kalau dia itu miskin, ternyata dia anak orang kaya. batin Ririn.
Dasar penipu kelas kakap, selama ini dia bekerja jadi sekretarisku, aku selalu saja maki maki dia ,tapi dia selalu saja diam dan tak bicara apa apa, ternyata dia anak sultan, batin Refan sedikit jengkel.
O... ternyata tuan Mike anak orang kaya, tapi kenapa dia bela belain bekerja jadi sekretaris mas Refan, dan kenapa dia betah sekali dengan sikap mas Refan, padahal kalau dia mau dia kan bisa di kantornya sendiri. batin Sahila*.
Sedangkan Mike hanya garuk garuk kepalanya melihat tatapan dari Ririn dan Sahila, Dan kali ini Mike melirik ke arah Refan yang sudah menatapnya dengan tatapan membunuh.
Gi mana nih, aku cari alasan apa lagi ,kenapa sih, Om Cakra membongkar rahasia ku di saat waktu yang tidak tepat, gumamnya dalam hati Mike.
Refan berjalan menghampiri Mike yang masih mematung di antara semua orang.
''Jadi selama ini anak sultan sudah menipuku, katanya cuma punya perusahaan kecil, tapi nyatanya papa bilang kamu anak sultan, sambil mengerutuk jari jarinya siap untuk menghantam .
''He... he.... he... Maaf Bos, biar aku jelaskan dulu, bukan maksudku menipu bos, aku cuma nggak mau kalau bos menolakku gara gara tau statusku, aku cuma ingin cari pengalaman saja, lagi pula nggak apa pa kan Om, Ucap Mike mencari dukungan.
''Biarlah Fan, lagi pula papa juga sudah bilang sama papanya Mike ,kalau dia akan ikut dengan papa, dan kalian jalani saja seperti biasanya, Dan kamu Mike, kapan menikah, segera kenalkan calon istrimu kesini, dan cepat bawa ulang, Om juga sudah risih setiap hari papa kamu tanya terus tentang calon istri kamu,
''Bilang sama papa ,sebentar lagi Om, aku akan membawanya ke rumah, ucap Mike santai.
Karena memang papa nya Mike tak pernah menghubunginya langsung, karena Mike tak mempedulikan orang tuanya yang selalu menanyakan soal menantu.
''Kamu sukses menipuku tuan Mike, dasar anak sultan ,cepat pulang cari calon istrimu, kalau nggak, aku potong burungmu biar nggak laku,untuk apa wanita menikahimu kalau kamu sudah nggak punya burung. bisik Refan tepat di telinga Mike yang membuat sang empu bergidik ngeri.
__ADS_1