KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 152. Cerita masa lalu


__ADS_3

''Sejak kapan kau jadi pencemburu, dulu kamu nggak pernah posesif seperti itu, padahal bukan hanya satu laki laki yang mencium Kania, ucap Doni sang sahabat,


''Aku juga nggak tau, padahal dulu aku sangat mencintainya, dan aku juga bingung ,bahkan aku pun tak nafsu setelah melihat tubuhnya yang seksi itu, ucap Refan pelan sedikit berbisik ,takut ketahuan sang istri.


Sementara Doni hanya bisa tertawa mendengar pernyataan Refan yang menurutnya lucu.


Ya ,sepulang dari villa, tiba tiba saja Sahila di kagetkan dengan kedatangan Nesya dan keluarga kecilnya.


Karena kedatangan mereka ,membuat suasana rumah pak Cakra semakin ramai.


Sahila sangat senang melihat baby Aldo yang semakin menggemaskan itu, membuatnya tidak sabar akan kehadiran sang buah hati.


Sedangkan Refan berbincang dengan Doni di ruang tamu .


tak sengaja Sahila mendengar percakapan Doni .


''Apa kamu akan cemburu juga dengan baby Aldo, ?''ucap Sahila sambil menggendong dan mencium Aldo.


''Bisa jadi,meskipun kecil, dia kan laki laki juga, lihat saja dia sudah seperti bapaknya, ucap Refan sinis, karena melihat tangan baby Aldo yang sedang memegang pipi Sahila.


Semua tercengang melihat sikap Refan yang kekanak kanakan itu.


Tak di sangka Refan yang dulu sangat angkuh itu semakin sensitif saja, apa lagi sudah menyangkut sang istri.


''Sekarang kenapa kamu jadi bucin akut sama cewek kampung sih, mana selera Refan yang dulu,bodi seksi, gitar spanyol ,kenapa sekarang malah selera kamu rendahan, ucap Doni mengejek,membuat Refan berdecak.


''Aku mengimbangimu kan, berarti kita sejalan, kamu juga seleranya cewek kampung, jadi aku tertular, dan kini sudah aku tularkan sama Mike, dia juga pacarnya cewek kampung, ucap Refan merasa menang karena mendapat celah, agar Doni tak menjatuhkannya.


''Tapi aku kan nggak pernah menghina Nesya, sedangkan kamu dulu.... ucapan Doni berhenti karena Refan sudah membungkam mulut Doni dengan majalah.


Sedangkan Sahila dan Nesya hanya mendengar percakapan mereka.


''Selalu saja itu yang kau bahas, apa nggak ada hal lain yang lebih penting, ucap Refan lantang sambil melirik ke arah Sahila, bermaksud mengalihkan pembicaraan.


''Itu juga penting mas, nggak apa apa ,kak Doni cerita saja , ucap Sahila dari jauh membuat Doni terbelalak.

__ADS_1


''Beneran kamu mau mendengar masa lalu suami kamu ini Sa,apa kamu nggak cemburu,?'' teriak Doni kembali, sedikit teriak.


''Aku nggak akan cemburu, kalau dia mau balikan sama mbak Kania nggak apa pa, ucapan Sahila kali ini membuat Refan memandangnya lekat, Refan beranjak dari duduknya menghampiri Sahila yang sedang bermain dengan baby Aldo.


''Maaf mas, aku hanya ingin melihat reaksimu saja .batinnya, namun penglihatannya masih fokus pada mainan Aldo.


''Sayang, kenapa kamu ngomong seperti itu, apa kamu nggak mencintaiku lagi ,sampai merelakan aku pada orang lain ?''ucapnya sambil meraup pipi Sahila.


''Aku cuma bercanda mas, dan aku nggak cemburu karena itu cuma masa lalu, lagi pula kamu sudah nggak mencintainya lagi kan, pertanyaan Sahila membuat Refan mengangguk dengan cepat.


''Tapi disini aku yang cemburu, karena aku lihat dari tadi kamu dekat terus sama Aldo, Refan merengek.


''Sini Sa, biar Aldo sama aku saja, ucap Nesya sambil merentangkan tangannya.


''Nes ,nggak usah dengerin mas Refan, dia itu cuma bercanda, mas, katanya kamu sama kak Doni mau cerita masa lalu kamu, sana cepat, titah Sahila.karena menurutnya Refan hanya mengganggunya yang sedang bermain dengan baby Aldo.


Refan berdiri menuju Doni yang masih duduk di ruang tamu.


''Sa, siap siap dengar, karena aku akan bongkar masa lalu suami kamu. ucap Doni keras.


Akhirnya Doni bercerita masa lalau Kania dan Refan sedetail detailnya, meskipun Sahila bilang tidak cemburu, tapi dalam hatinya tak bisa bohong, ada rasa sedikit keluh, namun semua itu di abaikannya, karena itu hanya masa lalu.


''Sa, apa kau ingin tau malam pertama Refan dan Kania?'', ucap Doni membuat Refan semakin jengkel, karena menurutnya aibnya sudah terbongkar di depan wanita yang saat ini sudah sepenuhnya menempati ruang hatinya.


''Tidak, mas Refan sudah cerita sama aku, ucapan Sahila membuat Doni terpaku.


Bagaimana bisa Refan bercerita tentang malam pertamanya dengan Kania pada Sahila, dan kenapa Sahila nggak sakit hati.batin Doni.


Kali ini Dalam hati Refan tertawa penuh kemenangan mendengar pembelaan sang istri tercinta.


Dengan obrolan yang santai dan terkadang mencengangkan karena saling membenarkan diri masing masing, tiba tiba ada yang membuka pintu membuat semua menoleh.


''Wah, kayaknya ada tamu nih, kok ramai sekali, ucap laki laki tampan ke bule bulean itu menghampiri Refan.siapa lagi kalau bukan Mike.


''Ngapain ke sini,apa kamu kangen Nia ?'',celetuk Refan .

__ADS_1


''Nia Nia Nia, ini ada yang perlu bos tanda tangani,tapi juga kangen sih, di mana dia.?'' ucapnya pura pura sambil menyerahkan beberapa dokumen. karena sebenarnya Mike sudah melihat di mana Nia berada.


Refan hanya menyungutkan kepalanya ke arah Sahila ,Nesya, dan juga Nia.


''O.... sambil berjalan ke arah wanita yang sudah membuatnya tergila gila itu.


''Eits... mau kemana? '', ucap Refan sambil menarik kemeja Mike dari belakang.


Tanpa menjawab Mike hanya menunjuk Nia dengan jarinya.


''Kita di sini saja ,nggak boleh ada yang ke sana. ucap Refan ketus.


''Kali ini sahila semakin heran dengan sikap Refan yang sangat posesif terhadap siapa saja yang ada di dekatnya.


Setelah semuanya pulang ,Sahila mengajak Refan ke kamarnya, ada pertanyaanan yang akan di lontarkan Sahila kali ini untuk Refan ,melihat sikapnya yang tidak wajar membuat Sahila penasaran.


''Mas, sejak kapan kamu menjadi cemburuan?'' tanya Sahila.


''Sejak kamu di hotel bersama Rendy .ucap Refan singkat.


Sahila menaikkan kedua alisnya sambil tertawa.


''Kenapa kamu tertawa, apa aku lucu.?''


Sahila menggeleng.


''Maaf, waktu itu aku nggak sengaja. ucap sahila pelan


''Kamu dengarkan mas, sejak kamu di hotel dengan Rendy ,saat itulah mas mulai merasa sangat cemburu kamu di dekat laki laki mana pun, karena itu pertama kalinya mas melihatmu di pegang sama laki laki lain, dan mas nggak rela,ucap Refan lantang sambil memegang kedua tangan Sahila.


''Dengarkan aku, aku tidak akan mau di pegang sama laki lakai lain, tapi keadaan itu memaksa ku untuk menerima tawaran Rendy, Aku takut terjatuh, karena saat itu perutku sangat nyeri, andai saja aku tau mas ada di situ, pasti aku akan memanggilmu untuk membantuku, dan jangan salah sangka,aku bukan wanita yang segampang itu dekat dengan para lelaki yang bukan muhrimku, jadi tenanglah, aku tetap milikmu selamanya. ucapan sahila membuat Refan merasa lega.


''Apa kabar anak papa,?'' ucap Refan sambil mengelus dan mencium perut Sahila yang semakin membuncit itu, Refan tersenyum sendiri setelah mendapat respon dari sang buah hati.


''Awww...ringis Sahila saat perutnya bergerak, namun Refan malah tersenyum renyah dan kembali mencium perut Sahila .

__ADS_1


__ADS_2