
Tanpa sadar ucapan Sahila itu membuat Refan terenyuh, Refan tak menyangka istrinya yang lembek akan seberani itu, apa lagi wanita yang di hadapinya adalah Kania .
Masih dalam suasana yang sedikit memanas itu, Sahila pun masih berdiri di depan Kania, Sedangkan Refan berada tepat di belakang Sahila karena takut Kania akan berbuat macam macam pada istri tercintanya itu.
''Mas, tuan Mike, kalian duduk saja, jangan khawatirkan aku, aku yakin kalau mbak Kania ini orang yang sangat baik, jadi kalian nggak perlu khawatir, ucapnya sambil mendorong Refan ke belakang sampai pada sofa.
Sedangkan Kania pun masih pada posisinya dan tak bicara apapun.
''Sekarang aku mimta pada mbak Kania sadarlah, karena perbuatan mbak Kania itu bisa mempermalukan diri mbak sendiri, aku yakin kalau mbak tulus mencintai seseorang, pasti mbak akan mendapatkan ketulusan juga, tapi jika sifat serakah mbak itu masih ada, jangan harap mbak akan mendapat kebahagiaan, Sahila memegang kedua lengan Kania, namum tak tau kenapa kali ini Kania hanya diam saja setia mendengar setiap kata dari Sahila.
''Sekarang duduklah, kita bicara baik baik, apa tujuan mbak datang ke sini, tanya Sahila sekali lagi ,
Kania diam karena malu, melihat Sahila yang dengan lembut bicara padanya.
Namun pandangan Kania melirik Refan yang selalu memandang Sahila.
Ternyata kamu benar benar mencintainya Fan, aku di sini saja kamu nggak melihatku sama sekali batin Kania.
''Ayolah mbak ,bicara saja, jangan sungkan anggap saja kalau aku temanmu, meskipun kita nggak selevel, ucap Sahila sambil memegang tangan Kania.
Level kamu itu lebih tinggi sayang dari pada level wanita ular itu, batin Refan.
Sahila melihat ada rasa takut dan malu menyelimuti wajah Kania.
Namun dengan cepat Sahila menghilangkan rasa canggung itu.
''Mbak, dengarkan aku, apa mbak mau kalau kita menjadi sahabat, aku tau mungkin mbak sangat membenciku karena aku ini istri dari mas Refan, tapi mbak harus tau, aku menerima mas Refan setelah dia resmi bercerai dari mbak, jadi nggak ada alasan mbak untuk membenciku, dan aku nggak mau kalau di kehidupanku ada orang yang membenciku, dari kecil sampai sekarang aku sangat benci dengan permusuhan, jadi lebih baik kita berteman, aku tau mbak adalah wanita yang sangat baik, tapi saat ini mbak di selimuti nafsu jahat, bukan maksudku menceramahi mbak, tapi aku harap mbak sadar kalau merebut suami orang itu salah, ucap Sahila panjang lebar, sedang Kania hanya mendengar dan meresapinya.
__ADS_1
Ternyata istri Refan sesabar ini ,pantas saja dia cepat jatuh cinta padanya, karena ini lah yang Refan mau, mempunyai istri penurut dan selalu ada untuknya, sedangkan aku hanya memikirkan karirku saja, aku tak pernah peduli padanya, batin Kania.
Nona, anda sungguh luar biasa, aku tidak menyangka kalau penghianatan Kania membawa berkah untuk bos ,dan sekarang dia mendapatkan peri yang berwujud anda Nona.
Batin mike pula.
Untung cuma batin ,kalau benar benar itu di ucapkan oleh Mike, pasti Refan akan langsung membuangnya ke laut.
Sedangkan Refan tak tau harus ngomong apa, melihat Sahila berbicara saja , sudah membuatnya keluh ,bahkan bibirnya seakan terkunci, wanita yang dulu di bencinya itu ternyata berhati mulia bahkan tak bisa di ungkapkan lagi oleh kata kata.
Air maranya sesekali menetes melihat istri tercintanya.
Banyak di luar sana sang istri melabrak pelakor hanya ingin mendapatkan kemenangan atas suaminya, tapi cara Sahila bukan melabraknya, melainkan dengan menyadarkannya.
Akhirnya Kania meraih tubuh ramping Sahila dan memeluknya,
*Aku nggak mimpi kan ini benar ,kania memeluk istriku , batin Refan,
Apa apaan ini, kenapa nona mau di peluk sama wanita ular itu, kenapa nona sangat baik padanya, kalau aku jadi dia pasti sudah ku buang ke laut seperti ancaman bos ,batin Mike lebih geram dari pada Refan*.
''Terima kasih kamu sudah menyadarkanku,aku nggak tau jika aku tidak bertemu dengan kamu ,mungkin aku akan selamanya seperti ini, dan aku tidak akan sadar dengan apa yang aku lakukan, di masa laluku aku memang banyak berbuat salah, tapi sekarang dan kedepan aku tidak akan mengulanginya lagi, ucap Kania pelan.
Sahila hanya mengangguk dan tersenyum
''Sekarang minta maaflah pada mas Refan, dulu kamu pernah menghianatinya, dan itu termasuk dosa besar, karena waktu itu kamu istrinya, dan jangan kamu ulangi lagi pada suamimu nanti, ucapan Sahila kali ini bagaikan Ibu yang menasehati anaknya.
''Kania menghampiri Refan, ''Fan, aku minta maaf, dan aku tidak akan ganggu kalian lagi, kamu tepat mendapat istri seperti Sahila, dan aku akan belajar darinya, Kania.
__ADS_1
''Aku memaafkanmu, tapi berjanjilah kalau kamu tidak akan mengganggu aku dan istriku, kalau sampai semua itu terjadi ,kamu tau kan apa yang akan aku lakukan?''.
Kania mengangguk dan kemudian pamit pada semua nya.
''Sekarang semuanya sudah aman ,tidak ada lagi yang namanya pelakor, aku salut pada Nona, ucap Mike sambil menunjukkan dua jempolnya tepat di depan Sahila.
Namun Refan malah geram dengan tingkah Mike yang memuji istrinya,karena Refan merasa cemburu,
''Mike..... teriak Refan seketika.
''Da.. da... Nona.... ucap Mike kembali, dan
Mike pun ikut keluar menuju ruangannya. karena takut akan wajah yang sudah berubah menjadi monster itu.
''Mas, marah lagi,kalian itu lama lama seperti kucing dan tikus ya, heran aku, ucap Sahila sambil meletakkan tas yang dari tadi masih ada di tangannya.
Sedangkan kini tinggal Refan dan Sahila yang masih ada di ruangan itu.
Refan langsung saja menghampiri Sahila ,memeluknya dari belakang yang membuat sang empu sedikit terkejut.
''Aku sangat bangga mempunyai istri sepertimu, kamu tidak hanya baik padaku, bahkan kamu baik pada orang yang akan merebut suamimu, dengan menghadiahi ciuman yang bertubi tubi.
''Mas, sudah sepatutnya kita menyadarkan orang yang salah, bukan melabraknya, karena itu sudah biasa, dan ujung ujungnya apa, mereka bermusuhan dan saling rebut, dan aku nggak mau itu, aku mau hanya ada kebaikan, aku nggak mau punya musuh, aku juga bangga padamu ,karena kamu sudah setia pada istrimu yang kampungan ini, ucap Sahila sambil mencubit perut Refan,.
''Bahkan istriku sekarang lebih kampungan dari pada yang dulu, Karena dia itu sekarang lebih suka ceramah seperti emak emak, Refan membalas godaan Sahila .
''Biarin, yang penting orang sombong dan angkuh yang bernama Refan masih mau sama aku, bahkan sekarang dia tergila gila padaku, dan aku yakin ,sekarang manusia yang bernama Refan itu tidak akan bisa jauh dariku, ucap Sahila menyombongkan diri,
__ADS_1
''Tidak hanya itu sayang, mungkin aku akan lenyap dari dunia ini jika aku terpisah dari kamu, jadi jangan coba coba pergi dariku, Refan menimpali.