
Kini Refan semakin malas untuk melihat wajah Kania, akhirnya Refan memutuskan untuk bermalam di kantor,
''Apa bos mau tidur di sini? ''tanya Mike.
Refan mengangguk.
''Mike, apa kamu mau ikut aku, jika aku kembali ke Indonesia ? ''tanya Refan
''Saya terserah bos saja, jika bos memang menginginkan saya bekerja dengan bos, saya akan ikut,
''Baik, kamu akan ikut aku ke Indonesia nanti.
Sekarang kamu pulanglah, sudah malam pinta Refan pada Mike,
''Tidak bos, saya akan tetap di sini menemani bos, jawab Mike dengan lantang.
''Mike, apa kamu nggak pingin punya pacar?''tanya Refan sedikit bercanda.
''Maksud bos apa?''
''Aku tau kamu jomblo,setelah putus dari pacar pertama kamu ,sampai sekarang kamu nggak punya pacar lagi ,ya kan? ''
Mike hanya menggaruk nggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Nggak sempat nyari bos, soalnya terlalu padat kerjanya, Mike berusaha mencari alasan.
''cih... alasan umpat Refan,membuat Mike terkekeh.
Setelah mengobrol dengan Mike, kini Refan menerima panggilan telepon dari Doni,
📱
Inget juga lo ama gue.
📱
Maaf bro, soalnya aku lagi sibuk.
📱
''Sejak kapan lo mulai berbahasa yang benar,
📱
''Sejak aku mau nikah lah, calon istriku nggak suka kalau aku ngomong kayak gitu lagi.
📱
'' Benar juga sih, kita kan sudah dewasa,0ke,ada perlu apa kamu nelpon aku?
📱
''Seminggu lagi aku menikah, aku harap kamu bisa datang, dan aku akan lebih senang kalau kamu bisa ajak Kania!''
Wajah Refan langsung muram saat Doni mengucapkan Kania
📱
Aku akan datang, tapi aku nggak janji, kalau aku akan datang bersama Kania,
__ADS_1
📱
''Tapi kenapa, apa ada masalah?''
📱
''Nggak, nanti aja aku cerita, lebih baik kamu persiapkan aja pernikahan kamu. Gi mana kabar Iwan, lama juga aku nggak nelpon tu anak
📱
Ha.. ha... ha... si Iwan lagi ngejar cintanya yang belum tentu Fan, aku juga bingung sama tu anak, udah jelas jelas di tolak, tapi masih aja berharap.
📱
Emang cewek mana sih, sampai membuat Iwan klepek klepek .
📱
''Sep.....belum juga selesai mengucapkannya, ponsel Refan dan Doni sudah terputus
''Sialan kenapa lagi nih ponsel,nggak guna,
ternyata ponsel Refan kehabisan daya .
''Sep.... apa itu, apa namanya Septi, atau mungkin Sepia, ah udahlah ngapain juga aku ngurusin tu anak, Refan masih di buat penasaran dengan kata kata Doni yang mengambang.
Akhirnya Refan menghabiskan malamya di kantor,
Seperti biasa Kania selalu pulang larut, namun kali ini Kania heran tak mendapati Refan di ranjangnya, Kania mencari Refan di kamar lain, namun tak ada juga, akhirnya Kania membangunkan Bibi yang sudah tertidur.
''Bi, Panggil Kania sambil menggedor gedor pintu.
.
''Tidak Bi, apa Bibi tau tuan Refan di mana?''.
''Maaf nyonya tuan Refan belum pulang. jawab bibi yang sedikit takut, karena bibi selalu mendengarkan perdebatan kecil di antara mereka.
''Ya udah Bi,
Kania kembali ke kamar .
''Refan ke mana ya, apa dia lembur, kenapa dia nggak bilang ke aku, tumben, biasanya dia paling antusias menanyakan kabar, ah, biarin aja deh, mendingan aku tidur sambil menaiki ranjang namun pikiran Kania masih penasaran,
''Apa aku telpon dia aja,
Akhirnya Kania menguhubungi Refan lewat ponsel, namun ponsel Refan nggak aktif, membuat Kania jengkel.
''Nggak aktif lagi, apa memang sengaja Refan mematikan ponselnya?
-------------------------
Pagi sekali Mike sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk bosnya,
Mike berusaha membangunkan bosnya yang masih setia di balik selimut,
''Bos, bangun, sudah pagi,
Refan mengerjap ngerjapkan matanya setelah mendengar suara Mike samar,
__ADS_1
Tanpa kata ,Refan langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Sedangkan Mike sudah siap dengan segudang pekerjaan .
Sejak kedatangan Refan ,Mike memang sangat setia menemani Refan,
Setelah Refan dari kamar mandi Refan teringat akan sahabatnya yang akan menikah,
''Mike kamu urus perceraianku, dan minggu depan aku akan pulang, dan kamu juga akan ikut denganku.
''Baik, nanti akan aku urus secepatnya.
-----------------------
Kini di rumah Doni sudah sangat ramai, meskipun Doni sudah tidak punya orang tua namun saudara dari papa maupun dari mamanya datang untuk membantu mempersiapkan pernikahannya.
Nesya pun semakin akrab dengan keluarga jauh Doni, masak bersama dan selalu berbincang bincang, untuk mengenal lebih dekat satu sama lain,
''Hai kakak ipar, sapa sepupu Doni yang tak lain adalah Lina,
''Hai juga, apa kamu perlu sesuatu, sampai kamu datang ke dapur, ucap Nesya,
''Tidak, aku hanya mau ambil minum,
Tak lama kemudian ada mobil yang berhenti di depan rumah, yang tak lain adalah Sahila dan juga Iwan serta Sindi dan Rendy
Doni yang mendengarnya pun langsung membuka pintu dan mempersilahkan masuk untuk para sahabatnya.
''Wah, rame banget kak, apa persiapannya sudah selesai, apa perlu aku bantu?''tawar Sahila .
''Nggak usah Sa, semuanya sudah selesai kok, tinggal tunggu hari h nya aja,
Sahila mengangguk anggukkan kepalanya.
Nesya yang dari dapur langsung menghampiri Sahila dan teman temannya .
''Bro, apa kamu udah menghubungi Refan untuk datang?'' tanya Iwan sambil melirik Sahila.
Doni yang tau akan kemana arah dan maksud pertanyaan Iwan pun langsung menjawabnya dengan lantang.
''Sudah, dan dia akan datang, Doni pun sambil melirik Sahila yang saat ini dengan posisi menunduk .
Baru mendengar nama Refan saja sudah membuat Sahila takut ,apa lagi ini mendengar kata Refan datang , membuat Sahila semakin takut.
Mati aku, kalau sampai mas Refan datang dan dia tau aku tinggal di rumahnya ,pasti dia akan marah banget sama aku, aku harus gi mana nih, apa sementara aku tinggal di kos kosan aja ya, atau aku tinggal di rumah Sindi aja kali ya, apa mungkin orang tua Sindy mengizinkan, andai saja aku bisa menghilang pasti aku akan pergi dari muka bumi ini, supaya mas Refan tidak bisa melihatku, pikiran Sahila langsung melayang ke segala arah,
Sampai tak sadar, keringat Sahila kini sudah membasahi kening serta pipinya yang mulus, Iwan dan Doni pun semakin curiga melihat wajah Sahila seperti orang ketakutan.
''Kamu kenapa Sa, tanya Sindi dengan bodohnya, Sindi memgambilkan tisu untuk Sahila karena keringatnya hampir menetes.
Sedangkan Sahila yang sudah sadar langsung mengusap keringatnya segera dengan tisu yang di kasih Sindi.
''Aku nggak apa apa kok,jawab Sahila sedikit gelagapan.
Sahila menghela nafas panjang membuatnya sedikit lega.
Maafkan aku Sa, tapi aku butuh jawaban yang jelas, dan dengan cara ini aku bisa tau hubungan kamu dan Refan, dan aku sudah melihat semua itu dari wajah kamu, batin Iwan dan Doni hampir sama,
Sedangkan Nesya nggak memikirkan apa apa, melihat Sahila berkeringat saja membuat Nesya ikut sedih ,
''Hai kakak kakak kenalin aku Lina sepupu kak Doni, ketegangan Sahila di buyarkan datangnya Lina .
__ADS_1
Mereka semua saling berjabat tangan dan berkenalan dengan Lina.