
Setelah menyelesaikan semua persiapan baju untuk Sahila dan dirinya yang akan di pakai untuk hari pernikahan Ririn, Refan menyibukkan lagi dirinya dengan pekerjaannya di kantor seperti hari hari biasa.
''Gi mana Kania, apa semua sudah beres ?''tanya Refan,
Mike tidak menjawabnya dengan kata kata malah mengangkat kedua jempolnya.
''Maksud kamu?'' ,Refan semakin penasaran dengan tanda jempol itu.
''Kita bicara di dalam saja. Mike pun tak sabar ingin menceritakan tentang perjalanan Kania, karena Mike sendiri yang mengantar Kania sampai tepat tujuan dan tidak dengan perwakilan.Mike pula yang menunjukkan tempat tinggal Kania yang baru serta mengajarkan pekerjaan baru untuknya,
Mike langsung saja menceritakan perjalanan dan di mana Kania tinggal sekarang dari awal sampai akhir dan tak meninggalkan satu poin pun.
Ha.... ha.. ha... tertawa keras yang menggema dari sudut ruangan ,membuat keduanya sampai mengeluarkan air mata, bahkan mereka tak mempedulikan kalau suaranya itu terdengar dari luar,
''Aku tidak menyangka, bahkan kau lebih kejam dari pada aku. ucap Refan pada Mike sang sekretaris dengan gaya sok baiknya.
'' Bos, itu bukan kejam tapi lucu, gi mana ya sekarang , aku tidak bisa membayangkan pasti Kania sekarang sangat bosan dengan suasana di sana ,aku saja kemarin sudah tak betah ,padahal baru beberapa jam saja, apa lagi Kania yang akan menghabiskan waktu nya disana, karena kemarin aku sudah menyuruhnya untuk menanda tangani kontrak selama lima tahun, Sambil menunjukkan lima jarinya, ''ucap Mike kembali membuat Refan langsung geleng geleng,.
Mike dan Refan sedang membicarakan Kania yang sudah pergi karena ide dari Mike, dan Refan tidak menyangka kalau Mike akan mengasingkan Kania di pulau terpencil yang masih sangat kecil penduduknya.
''Gila ini benar benar gila ,tapi aku lega karena kalau sudah seperti ini ,pasti dia tidak akan bisa berkutik lagi. ucap Refan sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
Hmmm... itu juga yang ku inginkan ,karena pasti kania itu masih mengharapkan bos untuk kembali padanya, dan bukan hanya tak bisa berkutik mungkin juga dia tidak tau jalan pulang.
''Apa yang kalian bicarakan , tiba tiba saja terdengar suara perempuan dengan lembut dari pintu, Mike membelalakkan matanya melihat Refan yang masih duduk di depannya.
Mati aku, apa istriku tadi mendengarnya, batin Refan.
__ADS_1
Refan menggaruk tengkuk lehernya, dan beranjak dari duduknya menghampiri Sahila yang masih mematung di depan pintu.
''Sayang kenapa kamu nggak bilang kalau mau ke sini, bukankah mas bilang kamu itu harus istirahat, jangan capek capek, Refan berusaha mengalihkan pembicaraan.
Pintarnya merayu.Sahila.
''Mas, jangan mengalihkan pembicaraan, kalian sedang ngomongin apa tadi, sepertinya kalian menyebut nama mbak Kania ,ada apa dengannya.?'' Sahila mulai curiga karena sebelum masuk Sahila memang samar samar mendengar nama Kania itu di sebut.
Kalau gini ceritanya ,mending aku pergi dari pada kena semprot juga sama nona batin Mike.
Mike pun beranjak dari duduknya dan berjalan pelan menuju pintu,.
''Tuan Mike, tiba tiba saja sahila memanggil membuat Mike terpaksa menghentikan langkahnya dan berbalik.
Kini Mike menunjukkan senyum kecilnya.
''Apa Nona membutuhkan sesuatu? pura pura.
Sahila menggeleng.
''Aku hanya butuh kalian menjelaskan, apa yang sebenarnya di omongin, dan jangan bohong! ''Ucap Sahila mengeraskan suaranya.
''Sayang duduklah, mas akan menjelaskan semuanya, tapi kamu jangan marah, ya! ''
Kali ini Refan benar benar tak berkutik di depan Sahila, takut istrinya yang sensitif itu berlanjut marah padanya.
''Mike mengasingkan Kania, ucapan Refan pertama kali membuat Mike menciut saat Sahila langsung menatapnya.
__ADS_1
''Apa itu benar tuan Mike. Sahila sudah menunjukkan raut wajahnya yang ketus khas emak emak yang sudah siap menjewer anaknya.
''Maaf nona, bukan maksudku mengasingkan Kania, tapi itulah tempat yang cocok untuk dia, lagi pula di sana dia kan bekerja ,bukan di buang, aku juga tidak sembarang menempatkannya disana itu semua persetujuan dari om Cakra, Mike mencoba menjelaskan agar Sahila tak menyalahkannya.
''Tapi kasihan mbak Kania, pasti dia merasa bosan di sana, dia kan terbiasa dengan suasana kota, tapi sekarang dia harus merasa sendiri di tempat asing dan sepi, Sahila mulai terbata dan matanya pun berkaca, membayangkan andai saja itu adalah dirinya,pasti Sahila pun belum tentu sanggup.
''Sayang, Kania juga masih hidup dengan layak disana, Papa dan Mike sudah memberi fasilitas yang tak jauh beda dengan dirinya saat masih ada di sini, bedanya dia itu cuma jauh saja dari kota, jadi tenanglah, jangan di pikirin lagi, aku yakin Kania juga akan baik baik saja siapa tau dengan keberadaannya itu dia akan menjadi wanita yang lebih baik lagi, Refan berusaha menjelaskan secara detail pada sang istri yang dari tadi terlihat cemberut.
''Kamu percaya kan sama mas?'', Refan memgelus kepala Sahila ,''Jangan nangis ,yang di lakukan Mike sudah benar, jadi tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, dan semua akan berjalan dengan lancar, ini adalah pelajaran untuk Kania,bahwa hidup itu memang butuh perjuangan.
Setelah mendengar ucapan Refan ,Sahila langsung saja berhamburan memeluknya.
''Maaf, aku kira mas sudah membuang Mbak Kania, jadi aku ingin marah, meskipun dia itu pernah menghiananti mas, mas tidak boleh membalasnya, Sahila.
Kenapa kamu itu selalu memikirkan orang lain ,padahal kamu sendiri tak pernah memikirkan dirimu sendiri,bahkan kamu pasti sangat bersedih saat mendengar aku menikah dengan Kania ,dan di saat itu pula bahu siapa yang kau jadikan sandaran, lagi lagi Refan malah teringat masa lalunya.
''Mas belum nanya ,kamu kenapa ke sini, apa ada sesuatu yang kamu inginkan.? ''Refan memegang kedua pipi Sahila dan sesekali mencium bibirnya di depan Mike.
''Bosan, aku pingin jalan jalan ,tapi tak tau kemana ,Sindi pasti sibuk dengan bayinya begitu juga dengan Nesya, Ririn ke rumah sakit, andai saja Nia disini ,pasti aku punya teman, tapi nggak apa apa deh, sebentar lagi anak kita akan lahir, dan aku jadi punya teman, sambil mengelus perutnya sendiri.
''Setelah yang ini lahir ,kita langsung produksi lagi ya, bisik Refan sangat pelan sambil di tutup dengan tangannya, membuat Mike sama sekali tak tau apa yang di katakan Refan di telinga Sahila.
Sahila langsung meraih lengan Refan dan menggigitnya, '' Kalau mas sampai berani bicara seperti itu lagi ,aku pastikan jari mas akan aku iris dengan pisau daging, Ancam Sahila yang membuat Refan mengernyit.
''Mesra mesraan saja terus seharian, mending aku keluar dari pada ngiler lihat kalian, Mike kesal, lalu berjalan menuju pintu.
''Kenapa dia marah , aku saja yang kena gigit tidak marah,gumam Refan pelan.
__ADS_1