
Meskipun Refan terlihat kesal dengan Mike, namun Refan tak langsung mengambil keputusan yang membuat Mike tersinggung, pasalnya Mike sudah bekerja di perusahaan pak Cakra bertahun tahun.
Sesampainya di kantor, Refan langsung saja menarik kerah Mike dari belakang menuju ke ke ruangannya.
''Mau kemana, kamu harus tanggung jawab dengan semua kebohonganmu, selama ini kamu sudah membohongiku, tapi masih saja pura pura bodoh .
Bukan marah ,Mike malah tersenyum renyah,
''Baiklah, aku akan tamggung jawab, apa yang harus aku lakukan sekarang?'',
Refan duduk di tempatnya, sedangkan Mike mematung di samping Refan.
''Apa langkah kamu sekarang, apa kamu masih akan tetap bekerja di sini ,atau kamu mau pulang ke nagara asalmu, ucap Refan tanpa basa basi.
''Ayolah bos ,jangan menyuruhku pulang, kalau aku sampai pulang, pasti aku akan di jadikan perkedel sama mama karena nggak membawa calon menantu. ,ucap mike memohon, sambil menangkupkan kedua tangannya.
''Tapi keluargamu pasti mengharap kamu pulang Mike ,dan aku tidak bisa memperkerjakan kamu terus di sini, gi mana kalau Mr Wilson marah padaku karena aku hanya diam, Refan semakin serius.
''Papa dan mama itu nggak butuh aku untuk bekerja, tapi mereka itu butuh menantu, jadi sebelum aku mempunyai calon istri, aku nggak akan pulang, lagi pula aku nyaman dengan kerjaan ini, dan bos nggak usah sungkan sungkan memerintahku, dengan senang hati aku akan melayani bos dan juga nona, Mike ikut serius.
Refan kehabisan kata kata untuk menjelaskan pada Mike, apa lagi yang harus di katakan, karena Mike menolak untuk pulang.
''Terus maunya kamu sekarang gi mana?'',
''Bos tenang,kita seperti biasa saja, dan jangan sungkan sungkan, aku tetap sekrerarismu, ucapnya santai.
''Lagi pula bos sudah seperti kekasih keduaku setelah Nia, orang yang mengisi hatiku, di saat aku susah senang hanya wajah bos yang ada, ucap Mike mulai bercanda.
''Terus saja bercanda, sekarang kita serius.
__ADS_1
Dengan cepat Refan berdiri dan saling berhadapan.
''Apa kamu sangat merindukan Nia kekasihmu itu?'' tanya Refan sambil memegang lengan Mike.
Mike mengangguk.
''Aku sangat merindukannya ,dan aku ingin mencarinya sampai ketemu, aku nggak akan menyia nyiakan dia,awal aku bertemu dengannya kembali aku sedikit canggung, tapi setelah dia pergi aku ingin sekali memeluknya, mengucapkan kata rindu yang aku pendam , ucap Mike dengan pelan,
''Baiklah, aku akan membantumu mencari Nia sampai ketemu ,jangan putus asa, aku yakin kita akan segera menemukannya,
Mike merentangkan tangannya memeluk Refan, sedangakn tanpa sadar Refan pun langsung merangkul Mike.
''Jangan lama lama meluknya, kalau ada yang tau di kira kita jeruk makan jeruk ,dan aku nggak mau itu terjadi, mau di taruh mana wajahku, ucap Refan seketika saat merasakan pelukan Mike semakin erat.
''Tenang saja, aku masih normal, bos jangan khawatir, Mike menjelaksan.
Diam diam Mike memang sudah mencari Nia di saat hari libur,dan itu semua tanpa sepengatahuan Refan, Bahkan Mike pun sempat pergi ke beberapa kota, tapi nihil Mike belum mendapat petunjuk apa apa di mana cinta pertamanya itu berada,terkadang Mike pun putus asa dan ingin berhenti untuk mencarinya, namun dalam hati, Mike masih yakin kalau Nia adalah wanita yang diciptakan untuk mendampingi hidupnya.
Mike membuka ponselnya melihat Jadwal Refan hari ini.
''Hari ini kita cuma ada satu rapat, dan kita akan membahas lokasi tempat pembangunan proyek baru, kemungkinan besok kita harus survei lokasi, karena tempatnya sedikit terpencil dan jauh , ucap Mike.
''Baiklah, kalau gitu kamu siapkan semuanya, besok juga kamu siapkan untuk keberangkatan kita ,kita akan segera melihatnya, aku nggak mau mengulur ulur waktu lagi,
Tiba tiba saja ada yang membuka pintu tanpa permisi membuat keduanya menoleh
''Sayang, ini masih pagi, kamu sudah sampai sini saja, kalau tau gitu mendingan kamu bareng kita saja tadi, ucap Refan menghampiri wajah Sahila yang terlihat bingung.
''Nona kenapa, kok kelihatannya Nona cemas, apa nona mual, atau ngidam rujak lagi, biar aku belikan ?''ucap Mike.
__ADS_1
Sahila hanya menggeleng.
''Aku takut mas Refan emosi ,dan kalian bertengkar soal kemarin, jadi aku datang ke sini, aku kira mas Refan marah sama tuan Mike dan aku takut terjadi apa apa dengan tian Mike ,
''Hai disini suami kamu itu Refan, bukan Mike ,tapi kenapa kamu khawatir dengan Mike, tanya Refan penasaran.
''Apa Nona mulai ngidam ingin menciumku ,ucap Mike sambil mencondongkan kepalanya ke arah Sahila.
Dengan sigap Refan langsung saja berdiri di tengah tengah Sahila dan Mike.
Apa benar yang di katakan Mike, apa Istriku mulai ngidam ingin menciumnya batin Refan sambil melihat wajah ayu Sahila.
Sahila menurunkan tangannya Refan yang merentang di depannya dan meminggirkan badan Refan.
''Tidak mas, aku cuma khawatir kalau mas nggak bisa meredam emosi dan memukul tuan Mike, kalau sampai itu terjadi kan aku juga ikut merasa bersalah, karena nggak bisa membuat suaminya menjadi orang yang sabar, ucapan Sahila membuat Refan dan Mike merasa tersentuh.
Refan memeluk istri tercintanya itu di depan Mike.
Pamer... pamer.. terus saja pamer di depanku, mau maunya nona menikah dengan orang sombong kayak gini, batin Mike jengkel sambil menaikkan sebelah bibirnya.
''Aku akan sabar, dan aku akan menjadi suami seperti yang kamu inginkan, aku nggak akan memukul Mike, lagi pula dia itu kan baik, meskipun terkadang menjengkelkan, kenapa juga aku repot repot memukulnya, lagian sekarang dia sudah terluka karena belum menemukan Nia kekasihnya.
Sahila langsung saja melihat wajah Mike setelah mendengar ucapan Refan.
''Berarti tadi aku salah menduga dong, aku kira mas Refan akan marah dan membuat Tuan Mike babak belur, tapi nyatanya kalian baik baik saja, dan aku doakan semoga tuan Mike cepat menemukan kekasihnya, ucap Sahila kembali, ternyata yang di fikirkan dari rumah tak sesuai ekspetasinya.
''Nona, bos itu tangannya sangat baik bahkan memukul benda mati saja nggak pernah, apa lagi memukul ku, dia nggak akan tega,dan terima kasih karena nona mau mendoakan ku juga. ucapan Mike membuat Refan senang karena membelanya,.
''Tapi... Mike melanjutkan ucapannya ,sambil melirik ke arah Refan. ''Mulutnya itu pedes banget ,bahkan cabai pun kalah, aku juga heran, kok ada ya, pria mulutnya pedes ,kalau di luar sana kebanyakan emak emak, nah ini malah bapak bapak .ucap Mike tanpa sadar Refan sudah mematung tepat di depannya dan siap untuk membuatnya rendang.
__ADS_1
''Maaf bos, aku cuma bercanda .ucapnya sambil memundurkan langkahnya menuju pintu.
''Permisi, ucap Mike sambil memutar knop pintu dan langsung keluar. .