KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 41.Mencari tahu


__ADS_3

Hanya ada satu kata yang pantas di sandang untuk Refan yaitu penyesalan,


Sepanjang perjalanan pulang ,Refan hanya diam seribu bahasa, Mike pun ikut dalam suasana keheningan yang menghiasi perjalanannya.


Mike tak berani bicara apapun, melihat bosnya yang terpuruk saat ini ,


Orang yang terlihat sangar dan gagah, kini tak berdaya bahkan untuk berbicara pun tak mampu.


Refan terus memejamkan matanya ,pikirannya melayang ntah ke mana ,membayangkan bagaimana menghadapi masalah untuk kedepannya,terlihat sepele, tapi kenyataan ini lebih menyakitkan dari pada mengalami kebangkrutan .


Sesampainya di rumah, Refan tak menghiraukan apapun, Refan langsung menuju kamarnya, kali ini tujuannya adalah kamar mandi.


''Ya Tuhan, kenapa semua ini terjadi padaku ,apa yang aku lakukan sudah menyakiti orang yang sangat menyayangiku, paman, maafkan aku sudah menyakiti putri paman, aku berjajni akan menebus semua kesalahanku, Teriak Refan.


Refan mengguyur badannya di bawah sower,


Setelah beberapa jam, Refan keluar dengan fikiran yang sedikit tenang,


Lagi lagi di pantulan cermin Refan melihat dirinya bagaikan orang yang paling jahat,


''Pantas saja kamu tidak mendapatkan cinta dari orang yang kamu cintai Fan, kesalahanmu sungguh sangat fatal, kamu membenci putri dari orang yang selalu menyayangi dan menuruti semua keinginanmu dulu, bahkan kamu merendahkannya, kamu tidak pantas untuk di maafkan, Sahila terlalu suci untukmu, Refan merutuki dirinya sendiri melihatnya dari pantulan cermin .


Refan berpakaian rapi dan langsung keluar dari kamar, melipat kemeja sesiku dan memakai jeans membuat ketampananya bertambah.


Sebelum turun Refan melirik pintu kamar yang pernah di tempati Sahila.


Dengan langkah yang pelan, Refan membuka dan masuk ke dalam.


''Andai aku tau dari dulu, mungkin semuamya tidak akan seperti ini, gumamnya sambil duduk di ranjang.


Dengan tak sabarnya Refan keluar ,tujuannya kali ini adalah Doni,


''Kamu kenapa Fan, dari rumah paman kok mukanya di tekuk, ucap pak Cakra dari ruang keluarga melihat Refan buru buru dengan langkahnya.


Refan berhenti dan menghampiri papanya yang sedang duduk santai


''Kenapa papa tidak bilang kalau wanita yang papa jodohkan denganku itu putri paman? ''


''Untuk apa, bukan kah waktu itu kamu sudah punya wanita yang sangat kau cintai?'', sindiran pak Cakra.


''Lagian papa sudah berulang kali mengingatkanmu, tapi kamu bilang soal asmara papa nggak boleh ikut campur, ya sudah, sekarang papa menunggu keputusanmu, bawa Sahila pulang sebelum terlambat, papa yakin di luar sana banyak yang menginginkan Sahila, papa nggak mau kamu menyesal untuk yang kedua kalinya. ucap papa Cakra sambil menepuk bahu Refan.


Setelah mendengar kata pak Cakra Refan pergi melajukan mobilnya dengan sangat kencang menuju restoran Doni.


''Tumben kamu ke sini ada perlu apa, tanya Doni sambil berpelukan.

__ADS_1


''Aku ingin ketemu istri kamu, apa dia ada di sini? ''


Doni mengangguk dan pergi memanggil Nesya.


Nesya heran baru kali ini Refan mencarinya,


''Maaf, apa bapak mencari saya?''


Refan mengangguk. ''Duduklah, aku hanya mau tanya, apa kamu tau Di mana Sahila tinggal?''.


Nesya diam dan menoleh ke arah suaminya.


Doni hanya mengangkat kedua bahunya


''Maaf pak, tapi saya tidak berani mengatakannya, jawab Nesya ragu karena takut Refan marah.


''Aku tau ,pasti kamu takut aku memarahinya seperti waktu itu,


Nesya menngangguk.


''Tapi tujuanku bukan untuk itu, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padanya, tapi kalau kamu nggak mau bilang ya sudah, nggak apa apa ?''


Tumben pak Refan baik, biasanya nggak seperti ini, apa ada yang salah dengannya? ''Nesya sambil garuk garuk kepala.


''Memangnya apa yang akan kamu katakan Ref, apa itu penting?''


''Aku nggak tau pasti alamatnya, lebih baik kamu tanya Iwan saja, pasti dia tau, karena selama ini yang aku tau Iwan dekat dengan Sahila.


''Baiklah, aku pamit ,ucap Refan dan berlalu dan langsung mengemudikan mobilnya.


''Apa mas tidak merasa aneh dengan sikap pak Refan,? tanya Nesya pada sang suami.


''Iya sih, baru kali ini aku lihat dia mau berbicara dengan orang yang tidak dikenalnya, sebelumnya dia sangat enggan meskipun itu penting,


''Apa dia sudah sadar dengan kesalahannya?''


''Mungkin, aku juga berharap begitu, dan semoga dia nggak menyakiti Sahila lagi.


Di sepanjang perjalanan ke rumah Iwan, Refan hanya memikirkan bagaimana cara mengatakannya pada Iwan,


Setelah kejadian di pernikahan Doni, baru kali ini dia bertemu dengan Iwan.


Refan melihat dari mobil rumah mewah Iwan,


''Apapun caranya ,akan aku tempuh untuk menemukanmu kembali, gumamnya

__ADS_1


Pucuk di cinta ulam pun tiba, itulah peribahasa yang tepat.


Refan keluar dari mobil dan melihat Iwan keluar dari rumahnya.


Meskipun sedikit berjauhan mereka saling memandang.


Refan berjalan mendekati Iwan yang berdiri mematung di depan pintu.


Iwan senyum menyeringai melihat sahabatnya yang sudah lama saling mengisi satu sama lain.


''Ngapain kamu ke sini?'' tanya Iwan sinis.


Refan menjulurkan tangannya untuk berjabat.


''Aku tau kamu sangat marah padaku, karena aku menyakiti orang yang kamu cintai, dan aku minta maaf untuk itu, aku kesini hanya ingin tau di mana Sahila tinggal?''


''Untuk apa, sudah cukup Fan, Sahila itu wanita yang sangat baik, jangan menyakitinya lagi, aku sangat mencintainya, dan dia juga sangat mencintaiku,dan ada urusan apa kamu mencarinya, ucap Iwan dengan kebohongannya.


Refan tersenyum tipis sedikit mempercayai,


''Syukurlah, akhirnya dia mendapatkan pria yang baik sepertimu, dan aku tidak perlu untuk menjaganya lagi, karena sudah ada kamu yang akan selalu bersamanya .


''Apa maksud kamu, menjaganya?''Iwan memastikan.


''Tidak apa apa, aku hanya keceplosam saja, maksud aku, aku hanya mau minta maaf saja, dan tolong sampaikan maafku padanya,


sambil menepuk lengan Iwan dan kembali mengendarai mobilnya.


''Aku tau Fan, kamu pasti menyesali apa yang sudah kamu lakukan pada Sahila, maaf aku berbohong, aku hanya nggak mau kalau Sahila merasa takut lagi, jika bertemu kamu. gumam Iwan.


Di dalam mobil....


''Ternyata sekarang dia sudah menjadi milik orang lain, apakah aku harus bahagia, karena dia sudah mendapatkan cinta yang tulus, ataukah aku harus bersedih karena ternyata gadis cantik itu tidak akan menjadi milikku,bahkan untuk selamanya.


Refan menghela nafas panjang nya ,dan tujuannya yang terakhir kali ini adalah apartemen Mike, hanya dia orang yang terakhir untuk mengadu semua masalahnya saat ini.


''Ada apa di depan?'' kenapa macet sekali, keluh Refan melihat jalanan yang penuh dengan mobil yang menutupi jalan,


Refan turun dan membelah kerumunan,melihat punggung seorang gadis yang sedang menangis,sedangkan mobilnya rusak parah bagian depan.


''Ada apa ini ,apa yang terjadi?'' ucap Refan dengan suara besarnya dari belakang .


''Tuan.... sambil menoleh namun tak meneruskan kata katanya, ternyata itu Sindi ,


Sindi susah payah menelan ludahnya,

__ADS_1


Melihat Refan.


__ADS_2