
Masih berada di suasana kantor yang menjulang tinggi itu.
Tiba tiba saja Refan di kagetkan dengan kedatangan Kania yang langsung masuk ke dalam ruangannya.
''Kamu kenapa, tanya Refan panik melihat mantan istrinya itu menangis terisak saat masuk,.
''Fan, aku nggak tau apa yang harus aku lakukan saat ini, aku pikir hanya kamu satu satunya orang yang bisa menolongku .ucap Kania sambil menangkupkan kedua tangannya di depan Refan .
Refan bingung dengan omongan Kania yang masih saja belum pasti penjelasannya.
Semenjak menjadi mantan istrinya, Refan memang tak pernah ingat ,apa lagi memikirkan Kania dan ini kedua kalinya mereka di pertemukan setelah perceraian itu terjadi.
''Maaf Kania ,memang apa yang bisa aku bantu?'', tanya Refan memastikan agar Kania menjelaskan padanya.
''Bram, Bram menggangguku lagi, dia memaksaku untuk menjadi modelnya, tapi aku nggak mau, dan dia mengancam akan menghancurkan hidup ku, ucapnya masih dengan isakan tangis.
''Apa, ?''Refan mengernyitkan dahinya.
Refan tak menyangka kalau selingkuhan Kania kini menjadi musuhnya.
Dunia memang benar benar tebalik, batinnya.
''Tapi aku harus bantu apa, ?'',Refan bingung.
Di satu sisi Refan tidak mau mengambil langkah sendiri tanpa sepengetahuan Mike sang sekretaris, di sisi lain Refan kasihan melihat Kania yang terlihat begitu menyedihkan.
''Duduklah dulu, aku akan mencari cara supaya Bram tidak mengganggumu lagi, ucapnya meyakinkan.
Bagaimana ini ,apa yang harus aku lakukan, kasihan Kania, batinnya sambil melirik ke arah Kania yang masih menangis.
Kali ini Refan keluar menuju ke ruangan Mike,
Tapi nihil ,Mike pun tak ada di ruangannya, ''Kemana dia, gumamnya sambil menutup kembali pintu.
__ADS_1
''Bagaimana ini, aku nggak enak berduaan saja di ruanganku, apa lagi Kania itu mantan istriku, aku nggak mau kalau sampai ada fitnah ,gumamnya kembali.
Refan masih saja mondar mandir di depan ruangannya menunggu Mike datang.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, Mike berjalan melenggangkan tangannya mendekati Refan yang masih lekat dengan kebingungannya.
''Kenapa bos disini,?'' Heran melihat bosnya mondar mandir seperti OB ngepel.
''Dari mana saja kamu, Ini jam kerja, bukan waktunya nyantai, Refan bernada marah ,karena sudah jengkel dengan perginya Mike, .
''Iya, iya ,aku cuma ke bawah sebentar, lagi pula kenapa sih?'',
''Di ruanganku ada Kania ,dia menangis dan aku nggak mau kalau aku sendirian dengannya, ucap Refan serius.
''Wah, kenapa nggak mau sendirian dengannya ,bagus dong ,pasti pakaiannya seksi tinggal masukkan kamar saja dan lahap tu body seksinya, Mike meledek,meskipun tau bosnya akan marah dengan ucapannya, tapi Mike masih saja mengeluarkan kata katanya itu.
''Terus saja meledekku, apa kamu pikir aku segampang itu melahap orang lain yang bukan istriku, kamu dengar baik baik, Bisik Refan, ''Aku melakukan itu pun cuma satu kali, itu pun dia yang merayuku, bisiknya membuat Mike tertawa lepas sampai memegang perutnya.
''Bos bos, rugi dong, bos kan sudah mengeluarkan duwit banyak untuk mendapatkannya, tapi kenapa cuma satu kali, kenapa nggak berkali kali, Mike masih saja membuat candaan.
Mike pun sedikit mengendurkan dasinya karena sedikit tercekik dengan kelakuan bosnya.
Ampun deh punya bos kayak gini, tapi kenapa aku tidak bisa meninggalkannya, heran aku batinnya.
Setelah masuk ke ruangannya, Refan melepaskan dasi Mike dan mendorongnya di depan menuju sofa.
''O.. ada tamu rupanya, ucap Mike pura pura tidak tau.
Kania hanya tersenyum kecut melihat Mike bersama Refan,karena dari dulu memang Kania tidak menyukai Mike.
''Apa yang bisa kami bantu, ?''kali ini giliran Mike yang bertanya, sedangkan Refan duduk di kursi kebesarannya.
''Aku memang butuh bantuan, Bram mengusikku dan aku tidak mau lagi berhubungan dengannya, dan aku yakin kalau Refan bisa membantuku, ucap Kania menjelaskan kembali apa yang di ucapkan tadi pada Refan.
__ADS_1
Mike mengangguk anggukkan kepalanya sambil melihat Refan.
''Aku serahkan padamu, kau urus semuanya?'', dan aku tidak mau ikut campur. Refan.
Sebegitu bencinya Kamu padaku fan, Sampai Kamu menyuruh sekretarismu dan tak mau ikut campur lagi batin Kania sedih*.
''Baiklah, apa kamu mau bekerja apa saja selain menjadi model, kini Mike sudah menemukan ide, tinggal menunggu Persetujuan Kania.
Apa yang akan di lakukan Mike kali ini. bertanya dalam hati.
Dengan cepat Kania mengangguk karena tak mau lama lama di posisi yang menakutkan itu, baginya kembali menjadi model Bram adalah hal yang tak mau di ulangi, itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya,
''Kalau begitu kamu mau kan keluar kota, dan bekerja di resort milik bos, aku tidak akan menempatkanmu menjadi pelayan rendahan kok, jadi tenang saja, kalau kamu menyetujuinya, aku akan mengatur keberangkatanmu besok,
Ucapan Mike membuat Kania berpikir ulang, karena harus keluar kota,. Namun kali ini Kania tidak punya jalan lain selain menyetujui apa yang di katakan Mike.
''Aku setuju. ucap Kania singkat.
''Kalau begitu sekarang kamu pulang, dan tunggu kabar dariku.!''
Akhirnya Kania memilih keluar dari pada lama lama di ruangan itu ,karena Mike pasti akan mengintrogasinya.
Setelah Kania keluar, Refan beranjak dari duduknya dan menghampiri Mike yang berdiri menghadap pintu melihat punggung Kania menghilang.
''Kamu sudah mengambil langkah yang benar, dan aku sangat setuju, ucap Refan sambil menepuk bahu Mike.
''Harusnya bukan aku yang memutuskan ,tapi bos, dia kan mantan istri bos, Mike.
Refan menggaruk alisnya yang tidak gatal, ''Aku tidak tau lah Mike, kenapa sekaranag aku jadi lemot banget, padahal itu cuma sepele, dari tadi yang aku rasakan itu cuma gelisah memikirkan kalau sampai istriku tau kedatangannya Kania lalu marah, dan pergi dariku, itu saja ,dan aku tidak bisa berfikir jernih, bahkan untuk mengambil keputusan ,berbicara saja aku kikuk, jadi ya lebih baik aku panggil kamu saja,dari pada salah lagi.
Itulah alasanku untuk tidak meninggalkanmu untuk saat ini, aku takut kamu mengulangi kesalahanmu yang dulu, dan aku yakin kalau Kania masih sedikit punya maksud lain, jadi aku membuangnya jauh jauh dari kota ini, lirih hati Mike.
Untung saja saat membuat bayi tidak memintaku untuk membantumu, kalau minta, aku pun dengan senang hati akan membantumu, sambil berlari menuju pintu keluar dan menutup pintu kembali.
__ADS_1
ucapnya kali ini benar benar membuat Refan marah, bahkan Refan tak segan segan melempar benda yang ada di meja ke arah sektetarisnya itu.
''Sekretaris sialan, memangnya di kira apa minta bantuannya, benar benar edan ,gak waras tu orang, bilang saja sekali lagi ,aku akan membuangnya ke laut biar di makan hiu tu mulut bejatnya, bisanya cuma bikin orang jengkel saja. ucap Refan marah, diam diam Refan pun sudah lihai dengan bahasa jawanya,