KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 173. Gara gara Ririn


__ADS_3

Akhirnya hari ini terlewati juga, itulah mungkin yang bisa di katakan Mike maupun Refan, karena permintaan Sahila yang membuat mereka harus ekstra percaya diri dan harus menghilangkan rasa malu,


Setelah Mike pulang, Sahila dan Refan pun masuk ke dalam rumah karena waktunya istirahat.


''Kalian tidak makan, ucap pak Cakra yang sudah berada di meja makan bersama Ririn.


Sahila menggeleng.


''Kami sudah makan ketoprak di luar, ucapan Sahila membuat Ririn langsung tersedak.


''Pelan pelan, pak Cakra dengan memberikan minum untuk Ririn.


Ririn beranjak menghampiri Sahila dan Refan yang berdiri tak jauh darinya.


''Ketoprak, dimana, Ririn melihat Sahila dengan lekat ,sedikit tak percaya dengan kata katanya.


Sedangkan Refan sudah ingin lenyap, karena tak tau berbuat apa, pasti Ririn akan menertawakannya.


''Ngapain sih nanya, memang kenapa? Refan sedikit gusar dengan pertanyaan Ririn yang ujung ujungnya akan membuatnya malu.


''Di perempatan pinggir jalan. ucap Sahila dengan jelas sambil melihat Refan.


Seketika itu Ririn langsung saja tertawa terpingkal pingkal mendengar penjelasan Sahila.


''Apa ada yang lucu?'' Kini Refan mulai tak bersahabat terlihat dari wajahnya yang mulai jengkel.


Tapi rasanya aku tak percaya melihatmu makan di pinggir jalan, pasti saat kamu makan wajahmu memerah dan kamu menunduk melihat makanan yang tersaji dan kamu pasti makannya buru buru. sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah Refan.


''Nggak sopan ,turunkan tanganmu!'', Refan langsung menepis tangan Ririn.


''Kok kamu tau?'', dengan polosnya Sahila malah berbalik nanya.


Ririn hanya menepuk jidatnya melihat Sahila yang seperti orang kebingungan.


Sebelum Ririn menjawab, Refan langsung merangkul pinggang Sahila dan mengajaknya ke kamar,


Kebiasaan tu orang, main tinggal tinggal saja .batin Ririn.


''Kamu kenapa sih Rin, suka banget meledek kakak mu?'', tanya pak Cakra saat Ririn kembali ke meja makan.


''Om ngerasa nggak sih kalau kak Refan itu memang sangat berubah drastis, masa iya kak Refan mau makan di pinggir jalan, dan rasanya itu bukan dia banget, Ririn heran.


Pak Cakra tersenyum.


''Itulah cinta, apa menurutmu cinta itu cukup dengan kata kata saja, Ririn diam, karena tidak tau dengan apa yang akan di ucapkan pak Cakra.

__ADS_1


Pak Cakra melanjutkan ucapannya.


''Tidak, cinta itu tidak cukup di ucapkan di bibir saja, karena itu bukan sebuah bukti, tapi itu hanya sebuah simbol saja, yang sebenarnya jangan langsung mempercayai kata itu, tapi kamu harus mempercayai kalau sudah terbukti, dan salah satu dari bukti cinta itu, apa bila pasangan kamu itu rela melakukan apa saja untuk mu, Kamu lihat kan Refan, dia selalu saja melakulan hal yang konyol karena Sahila, bahkan Refan pun melakukan hal yang sangat di bencinya itu pun karena Sahila, karena memang Refan itu sangat mencintainya.


''Dan sekarang aku tidak meragukan hubungan mereka, Karena Refan sudah membuktikannya kalau Sahila lah istrinya untuk selamanya, Pak Cakra menjelaskan pada Ririn.


Meskipun bingung, Ririn tetap saja meresapi setiap kata yang keluar daru mulut Pak Cakra.


Jadi Zero belum tentu mencintaiku sebelum dia membuktikannya padaku, apa keromantisannya pun belum membuktikan, Ririn memutar otaknya mencoba memahami percakapan pak Cakra.


Setelah makan malam itu selesai ,Ririn masih juga terngiang ngiang kata kata pak Cakra.


''Aku tanya kakak ipar saja deh, lagi pula ini kan belum terlalu malam, biasanya kakak ipar juga belum tidur.


Ririn langsung beranjak dari ruang keluarga berjalan naik tangga menuju kamar Refan dan Sahila.


''Kak, teriak Ririn sambil mengetuk pintu.


Refan yang sudah membaringkan tubuhnya terpaksa terbangun untuk membuka pintu, karena tak mungkin menyuruh Sahila yang sudah di posisinya.


''Kamu ngapain malam malam ke sini ,ganggu saja, ini kan waktunya tidur, Refan sinis membuat Ririn cemberut.


''Aku pingin bertemu dengan kakak ipar, Ririn sedikit ragu karena melihat raut wajah Refan yang tidak terlalu suka dengan kedatangannya.


Ririn menyeka tangan Refan yang menghalanginya dan ikut naik ke atas ranjang.


''E.. e... e... mau ngapain, aku mau tidur, Refan.


''Mas, Ririn kan paling cuma sebentar, kenapa sih, tidak apa apa Rin kamu kenapa, kelihatannya ada yang penting kok sampai malam malam ke sini?'', Kini Sahila fokus melihat wajah Ririn.


''Kak gi mana supaya kita tau kalau pasangan kita itu mencintai kita?'',.


Sahila menaikkan kedua alisnya sambil memundurkan kepalanya.


''Apa kau tidak salah nanya,?'' Sahila memastikan kembali sambil memegang jidat Ririn.


Ririn menggeleng.


''Mungkin dengan perbuatan kita bisa tau, tapi aku tidak tau pasti, karena selama ini kakak tidak terlalu peduli, bahkan dengan mas Refan pun kakak tidak terlalu tau bagaimana perasaanya pada kakak ,sambil melirik Refan memancing.


''Aku mencintaimu, teriak Refan dari tempatnya, membuat keduanya tersenyum.


Aku sengaja pingin tau jawabanmu, batin Sahila.


''Terus bagaimana masa lalu kakak? '' Ririn kembali mengajukan pertanyaan.

__ADS_1


''Apa perlu aku bongkar kembali ,semua yang sudah tertutup rapat,.


Ririn mengangguk, ''Ceritakan, Aku ingin tau semuanya tanpa terkecuali, dari kakak remaja sampai kakak menikah dengan kak Refan .langsung menghadap Sahila. menyilakan kakinya dan siap mendengarnya.


Sahila melihat Refan yang duduk di aofa tak tau harus mulai dari mana.


Aku ingin tau reaksi kamu kali ini, batinnya.


''Baiklah sepupuku yang cantik, Dulu kakak punya pacar, ucap Sahila santai, sambil menatap Ririn yang duduk di depannya., sedangkan Refan langsung saja terbelalak mendengar ucapan Sahila.


''Terus terus.... Ririn antusias agar Sahila melanjutkan.


''Cowok itu sangat tampan, dia juga baik hati, Dengan jeda sambil melirik Refan yang sudah menatapnya tajam.


Tetap saja tampanan aku, batin Refan mulai jengkel.


''Dia sangat menyayangi kakak, apapun yang kakak inginkan selalu di penuhinya, dengan mengeraskan suaranya berharap Refan mendengar kata katanya dengan jelas.


Terus saja membuatku cemburu batin Refan marah.


Sahila menghela nafas, ''Kita selalu kemana mana bersama, dia itu laki laki yang paling baik yang pernah aku temui,bahkan sedikit pun dia tak pernah menyakiti kakak, kali ini ucapan Sahila benar benar membuat Refan marah,


Refan beranjak dari duduknya, dan menghampiri Ririn dan Sahila.


''Rin, sudah malam turun, dan keluar ,kakak mau tidur!'' ucap Refan sinis.


''Kak, nanggung ,kakak ipar kan belum selesai ceritanya, ucapan Ririn kali ini sudah tidak di hiraukan Refan, Refan membukakan pintu, dengan terpaksa Ririn keluar,.


Gitu kalau lagi cemburu. batin Sahila menggelitik.


''Kakak ipar, besok sambung lagi ya, Sahila menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ririn.


Refan tak banyak bicara, naik ke atas ranjang dan langsung menarik selimutnya.


''Marah, ucap Sahila.


''Tidak, itulah yang keluar dari mulut Refan.


Sahila tertawa membuat Refan membalikkan badannya dan menghadapnya.


''Nggak lucu, Refan semakin ketus.


''Baiklah tuan Refan, kita tidur, besok aku kan mau melanjutkan ceritaku sama Ririn, nanggung, Sahila masih saja menantang kemarahan Refan.


Gara gara Ririn nih, bikin kacau saja, awas saja kalau sampai mereka melanjutkan ceritanya, dalam hati Refan dengan posisi memunggungi Sahila.

__ADS_1


__ADS_2