
Seperti embun pagi yang menetes, kini Air mata Nia pun ikut menetes ,karena hari ini perpisahannya kembali dengan pak lek Hajir dan bu lek, bahkan Nia sesenggukan, meskipun pak lek Hajir belum pamit padanya.
''Mas, biarkan pak lek Hajir disini lagi semalam saja, ucapnya memohon dalam isakan.
Mike tersenyum bukan mengejek ,tapi merasa sangat lucu,
''Sayang, mas kan sudah bilang pada pak lek, meskipun dia di kota selamanya mas akan lebih senang, tapi kamu tau kan, siapa disini yang memang ingin pulang? ''Mike menjelaskan bahwa kepulangan pak lek Hajir memang keinginannya sendiri.
Nia berhamburan memeluk Mike yang kini duduk bersama nya.
Mike yang merasa kasihan pada Nia pun mencari cara bagaimana untuk membuat pak lek Hajir di kota.
Aku harus gimana, pak lek sangat ngotot ingin pulang karena sudah berhari hari disini, sedangkan Nia ingin sekali pak lek masih disini bersamanya. batinnya
''Kalau gitu kita pulang ke apartemen ya, kita bilang sama pak lek, dan nanti kalau kita sudah sampai sana, mas akan membujuknya, siapa tau dia mau nginap lagi.
Setelah mendengar ucapan Mike ,Nia merasa lebih tenang.
Mike keluar dari kamarnya menuju kamar pak lek Hajir menginap.
''Pak lek.... panggilnya sambil mengetuk pintu dengan keras.
Dengan cepat pintu terbuka ,terpampanglah wajah kampung pak lek dan bu lek di depan Mike.
''Ada apa mase, apa mase mau mengantar pak lek pulang sekarang?'', Pak lek Hajir bertanya dengan antusias.
Mike melihat di belakang pak lek Hajir yang sudah menyiapkan tas besarnya.
''Pak lek, apa aku boleh masuk?'' pinta Mike.
Tanpa pikir panjang pak lek Hajir mengangguk dan mempersilahkan Mike masuk.
Mike melihat raut wajah pak lek Hajir dan bu lek terlihat seperti orang susah, apa lagi bu lek yang meremas tangannya dan duduk di sofa.
''Pak lek dan bu lek nggak apa apa kan?'' tanya Mike,.
Keduanya hanya menggeleng.
__ADS_1
''Tapi kok kalian terlihat kurang sehat, apa ada yang membuat kalian tidak nyaman disini,?'' tanya Mike kembali melihat pak lek Dan Bu lek yang memakai baju serba panjang.
Pak lek Hajir memandanag bu lek yang mengangguk.
''Mase ,boleh pak lek protes, permintaan pak lek yang langsung di angguki Mike.
''Sebenarnya beberapa malam ini pak lek tidak bisa tidur gara gara kedinginan, untung saja selimutnya tebal dan lebar, itu sedikit membantu kami, ucapan pak lek Hajir membuat Mike bingung, tapi ada rasa ingin tertawa ,namun itu hanya bisa di rasakan dalam hati.
''Kenapa pak lek tidak bilang pada pelayan, kan bisa mengecilkan volume AC nya, Mike kini marah dengan pelayanan di hotel milik pak Cakra ,karena tidak bisa membuat tamunya nyaman. dengan cepat Mike mengambil remot Ac dan mengecilkannya
''Pak lek malu, ucap pak lek Hajir singkat.
''Sekarang sudah nggak dingin lagi, Pak lek, Mike mendekati pak lek yang masih duduk di tempatnya.
''Nia ingin pak lek menginap disini lagi, kasihan dia, kalau pak lek nggak nyamaan di hotel ini ,kita pindah saja di rumah, Aku jamin pak lek akan nyaman, Mike meyakinkan .
Pak lek Hajir kembali melihat bu lek yang sedikit jauh darinya.
''Gi mana Bu e?'', tanya pak lek meminta persetujuan bu lek.
Bu lek mengangguk.
Mike tersenyum dan menggiring pak lek dan Bu lek keluar kamar.
''Kita mau kemana mase?'', tanya pak lek Hajir bingung.
''Makan di restoran, pasti pak lek dan bulek suka,
''Sayaang, pak lek akan nginep disini lagi lo, kamu sekarang tenang ya, kita makan dulu ,pak lek sudah nuggu di luar cakapnya, membuat Nia bahagia dan memberi hadiah Mike ciuman.
''Terima kasih ya mas, ucapnya berkali kali mencium bibir Mike.
''Ternyata istriku bisa agresif juga ya, untung kamu lagi libur ,kalau nggak ,mungkin sekarang kamu sudah berbaring di ranjang, kata Mike membuat Nia malu,
Setelah Nia dan Mike siap ,mereka pun mengajak Pak lek dan Bu lek ke restoran yang ada di hotel.
''Pak lek mau pesan apa,?'' tanya Mike karena dari tadi Mike melihat pak lek Hajir hanya membolak balikkan buku menu yang di pegangnya.
__ADS_1
Pak Lek Hajir tersenyum, ''Terserah mase saja deh ,pak lek dan bu lek mah ngikut saja,.
Karena pak lek sudah menyerahkan pada Mike, akhirnya Mike yang memesan makanannya untuk mereka semua.
Pal lek heran dengan orang kaya itu , melihat makanan yang ada di meja membuatnya bertanya tanya,
Apa ini kenyang? batinnya.
Melihat daging sapi berwarna coklat yang tersaji pak lek hanya bisa memegang pisau dan garpunya saja,
''Apa pak lek tidak suka dengan makanannya?''. tanya Mike penasaran karena dari tadi pak lek dan Bu lek belum
makan sama sekali.
Kali ini bukan pak lek yang menjawab, tapi Nia.
''Mas, pak lek itu kalau makan pakai nasi, bukan hanya steak saja, lagi pula mana kenyang itu, orang kampung mah yang penting nasi nya yang banyak ,Mike hanya mangut mangut mendegarkan penjelasan Nia.
''Maaf pak lek, aku nggak tau,aku kira pak lek makannya sama seperti ini.
Pak lek Hajir malah tersenyum.
''Mase ...mase, makan daging sapi hanya kalau ketiban lotre besar seperti habis panen atau disebuah hajatan ,kalau hari hari biasa mah cukup tahu, tempe dan sayur, itu pun hasil kebun sendiri, lagi pula itu sudah enak dan bergizi, kalau nasinya itu pulen, dimakan sama sambal dan ikan asin, mendegar cerita pak lek Hajir Mike hanya geleng geleng saja.
''Kalau memang pak lek suka makanan seperti ini, aku bisa kok membelikannya setiap hari.
''Wah ,dengan senang hati mase, tapi pak lek tidak terlalu suka, lidah pak lek ini sudah kecanduan dengan makanan kampung,ucapnya dengan melahap makanannya yang hampir habis.
Setelah sarapan itu selesai, Mike mengajak pak lek dan Bu lek serta Nia untuk jalan jalan menyusuri kota,
Karena Mike tau ,kalau itu akan membuat istrinya bahagia berkumpul dengan keluarga dari kampungnya, Dan mungkin ini hari kebersamaannya yang terakhir sebelum pak lek Hajir kembali ke kampung, karena pak lek Hajir dan bulek adalah orang tua Nia saat ini,
''Mama, ucapnya melihat layar ponselnya.
''Bentar sayang ,mama telepon ,aku angkat dulu, Setelah menggeser lencana Hijau Mike sersentak dengan suara keras nyonya Wilson
''Hai ,kamu anak kurang ajar ya, kamu melupakan mama, kenapa kamu hanya jalan jalan dengan pak lek dan bu lek saja, apa kamu sudah tidak menganggap mama sebagai mama kamu. teriak nyonya Wilson dari balik telepon.
__ADS_1
Benar benar nih nyonya Wilson membuatku tuli, batin Mike sambil melihat Nia dan pak lek bergantian.
''Iya ..iya... aku jemput ,tunggu ya mamaku sayang, Mike merayu sang mama untuk tidak marah padanya.