
Waktu sudah menunjukkan tengah malam, namun Sahila merasa sangat lapar karena sepulang dari rumah Ibunya Sahila melupakan semua aktifitasnya termasuk makan .
Sahila mengerjap ngerjapkan matanya dan melihat jam dinding,.
Sudah pasti enggan dan malas untuk turun hanya untuk makan saja , namun cacing di perutnya semakin demo membuat Sahila beranjak dari ranjangnya.
Sahila berjalan menuju dapur mencari makanan, tapi nggak ada sama sekali,
''Masak apa nih, sambil mengetuk ngetuk meja dapur,.
Otak Sahila mulai berputar mencari Ide untuk memasak makanan yang mudah dan praktis .
Akhirnya pilihannya jatuh pada telor ceplok,
''Ini nih, kalau lupa makan, telor ceplok pun jadi, gerutunya.
Tanpa sadar Refan sudah berdiri di belakangnya,dan melihat semua tingkah maupun ucapannya.
''Kenapa cemberut, itu kan salah kamu sendiri, selalu lupa waktu, tadinya aku mau bangunin, tapi aku takut ganggu, ya udah aku makan malam dengan papa sendirian, ujar Refan sambil mengambil air minum.
''Sejak kapan kamu di sini?'', tanya Sahila sinis,
''Sejak kamu keluar kamar, aku langsung ikut turun, dan aku mendengar semuanya apa yang kamu katakan.
Apa, jadi dia ngikutin aku, untung saja aku nggak bicara ngelantur,
''Cepat makan, nanti keburu dingin, ucap Refan sambil mengambilkan nasi untuk Sahila.
Setelah masuk kamar ,Sahila langsung memasang jam wekeernya, kali ini langsung di letakkan di atas bantal di sampingnya takut kesiangan,
Benar saja, jam weeker itu langsung membangunkan dari tidurnya,
Seperti biasa, Sahila langsung membantu bibi untuk masak di dapur,
''Wah tumben Bi, nona mu ini bangun pagi, biasanya selalu lupa, apa lagi semalam dia begadang gara gara kelaparan, ucap Refan dari belakang membuat Sahila malu,
''Betul itu Non,
Sahila hanya tersenyum dan menatap tajam Refan.
''Ini mas kopinya, sambil menyodorkan kopi panas di depan Refan,
__ADS_1
''Lain kali jangan bilang sama orang lain, aku kan malu, di kira nya nanti aku cewek yang doyan makan ,bisiknya tepat di telinga Refan.
''Baiklah nona, aku akan mematuhi perintahmu, lain kali aku nggak akan bilang sama siapa pun kalau nona takut malu,Refan mengucapkannya dengan lantang membuat bibi tertawa.
''Mas, nggak lucu, itu namanya bukan mematuhi, tapi melanggar, kamu lihat bibi menertawakanku,
''Itu yang aku mau, bisik nya.
Setelah semua Rapi ,Refan nungguin Mike datang dan Sahila pun seperti biasa nungguin Iwan, karena setiap hari Iwan selalu datang menjemputnya.
Tapi kali ini Mike datang duluan, sedangkan Sahila masih mematung,
''Apa kamu mau bareng kita saja Sa, ini sudah kesiangan untuk ke kampus, aku takutnya kamu terlambat ,ajak Refan.
Sahila mengangguk.
Sahila langsung masuk tanpa memikirkan Iwan, karena dalam pikirannya hanya takut terlambat,
Setelah mobil Refan melaju ke jalan raya barulah Iwan masuk gerbang rumah pak Cakra,
Ada sedikit kekecewaan setelah tau Sahila pergi dengan Refan, namun apa daya semua sudah terjadi.
''Apa kamu nggak menghubungi Iwan, nanti takutnya dia jemput ucap Refan mengingatkan.
''Tapi kalau nanti dia marah gi mana?''Refan mulai khawatir.
''Mas Refan tenang aja, biar aku nanti yang bilang sama dia.
Sebenarnya ada rasa gelisah di hati Refan, takut Iwan salah faham padanya, Refan nggak mau gara gara kejadian itu membuat persahabatannya dengan Iwan semakin menjauh.
Setelah mengantar Sahila, Refan menghubungi Iwan, namun sayang teleponnya nggak di angkat juga,
Akhirnya Refan mengirim pesan untuk Iwan.
✉️
Maaf bro, Sahila berangkat bareng aku dan Mike, takutnya terlambat, soalnya dia nungguin kamu lama, jadi aku minta maaf untuk ini, itulah isi pesan Refan untuk Iwan,
Namun tak ada balasan dari Iwan,
Setibanya di kantor ,Refan duduk di kursi kebesarannya dan mulai bergelut dengan pekerjaannya, tak berselang lama, ada yang mengetuk pintu dan pastinya itu bukan Mike, karena yang dia tau Mike itu nggak punya akhlak untuk mengetuk pintu.
__ADS_1
''Masuk,,, jawabnya, namun matanya masih fokus dengan laptopnya.
''Wah, wah wah, ucap sang tamu sambil tepuk tangan.
''Iwan, ada apa, ngapain kamu ke sini, tanya Refan sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri Iwan, karena yang dia tau tak pernah temannya itu datang ke kantornya.
Iwan hanya mengangkat sebelah bibirnya wajahnya memerah dan terlihat penuh dengan kemarahan,
''Jangan pura pura nggak tau apa tujuanku kemari, kamu sudah tau Kalau Sahila itu pacarku, tapi kamu masih saja mendekatinya, ucapnya sambil memutari Refan yang berdiri di depannya.
''Apa maksud kamu, aku nggak pernah mendekatinya, aku hanya ingin..... ucapnya terpotong, karena Iwan sudah memuncak dengan kemarahannya,
Iwan mencengkeram kerah baju Refan, dengan kedua tangannya,
''Aku peringatkan, jangan kamu mencoba mendekati Sahila lagi, atau kita akan putuskan hubungan persahabatan kita, aku juga nggak segan segan memukul wajahmu yang tampan ini, ucapnya penuh dengan amarah,
Namun Refan sadar akan kecemburuan Iwan, Refan hanya diam tanpa ada perlawanan, bagaimana pun Iwan adalah sahabatnya, dan persahabatan mereka bisa di bilang sangat lama, persahabatan tak pernah ada pertengkaran saling mengalah satu sama lain,
Itulah yang terlintas di fikiran Refan saat ini,
''Baiklah aku minta maaf, tapi bukan maksud aku ingin merebut Sahila dari kamu, aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, lagi pula Sahila juga tidak menyukaiku, karena aku orang yang sudah menghina dan menyakitinya berkali kali, dia wanita yang baik dan kamu adalah orang yang pantas untuknya, aku akan tetap menjaga persahabatan kita, mulai sekarang aku akan menjauh darinya, itu janjiku, ucap Refan,
Setelah Iwan pergi, Refan memanggil Mike untuk datang ke ruangannya,.
Refan memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya di senderan kursi.
''Ada apa lagi, apa yang Iwan katakan pada Bos? ''tanya Mike langsung, karena Mike tau akan kedatangan Iwan ke ruangan bosnya.
''Mike, segera urus persiapan ku untuk pergi keluar negeri, aku ingin pergi besok, dan alangkah baiknya kita memakai jet pribadi papa, ucapnya dengan mata yang masih terpejam.
''Apakah harus secepat ini Bos?''Mike memastikan.
Refan hanya menjawab dengan anggukan.
''Aku takut Iwan salah faham lagi padaku, aku nggak mau gara gara aku hubungan persahabatan kita hancur, dan aku juga nggak mau merusak hubungannya dengan Sahila,
Refan menjelaskan.
''Baik, akan segera aku urus, Mike langsung keluar dari ruangan bosnya itu,
Dalam hati Mike merasa kasihan pada bosnya itu, meskipun Refan itu orang yang sangat sombong, namun bagi Mike Refan sangat baik, meskipun kadang memang menjengkelkan,
__ADS_1
''Semoga ini jalan yang terbaik untuk kita semua, ucap Refan,
jangan lupa kasih like koment dan votenya ya, supaya Authornya lebih semangat! ''