KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 193.Bucin


__ADS_3

Ada kabar yang masuk dari semua perusahaan cabang mau pun tempat yang lain, semua pekerja selalu melaporkan ke perusahaan Refan, dan Mike adalah orang yang bertanggung jawab, begitu juga dengan tempat yang di huni Kania saat ini.


Mike yang selalu bertanggung jawab dengan tempat wisata itu pun selalu memantau semua pegawai di sana termasuk Kania.


Setelah mendapat kabar tentang kedekatan Kania dengan Feby, Mike langsung saja mencari tau semua tentang apa yang sedang terjadi di antara keduanya.


Tapi Mike tak lancang yang harus ikut campur atas masalah pribadi Kania, cukup baginya tidak mengganggu ketenangan keluarga bosnya itu sudah cukup.


''Apa bos tau kabar terkini dari Kania?'', tanya Mike pada Refan,barang kali Refan masih antusias ingin tau kabar mantan istrinya.


Dengan cepat Refan menggeleng, karena dirinya memang tak tau dan tak mau tau,.


Dan bagi Refan hanya nama Sahila yang saat ini dia gandrungi dan tak mau berpindah lagi.


''Sekarang dia lagi dekat dengan Pak Feby rekan bisnis bos, Mike menjelaskan.


Refan mengernyitkan dahinya mengingat Feby yang mana, dan kenapa bisa, tapi mulutnya sekan terkunci dan tidak mengatakan apapun.


Refan memang orang yang sangat dingin ,apa lagi dengan hal yang pernah menyakiti hatinya.


kenapa dia diam, apa sebegitu bencinya dia dengan Kania sampai sedikit pun tak ingin tau dengan mantan istrinya itu, batin Mike menerka.


Karena yang Mike tau, Refan memang tak pernah sekali pun ingin mengucapkan kata Kania atau sesuatu yang berhubungan dengannya.


''Apa bos benar benar masih membenci Kania ?'',Mike meyakinkan apa yang di fikirnya itu benar atau salah adanya.


''Mungkin, aku memang sulit untuk melupakan setiap kesalahan orang lain padaku,apa lagi aku pernah mati matian membelanya di depan papa, tapi apa ,dia membalasku dengan penghianatan, dan itu sangat sulit untuk di maafkan, meskipun aku juga pernah berbuat kesalahan yang sangat fatal pada istriku, andai kamu tau awal aku bertemu dengannya, mungkin juga kamu akan melarang istriku untuk menerimaku, mengucapkannya dengan terbata.


''Apa bos memang sangat mencintai Nona? ''.tanya kembali Mike.


''Aku sangat mencintainya, bahkan aku juga tidak tau kalau cinta itu tumbuh, pasalnya aku mengira kalau aku menikahinya hanya untuk membalas kebaikan paman dam menebus kesalahanku padanya, tapi seandainya saja dia meninggalkanku saat ini ,mungkin juga aku sudah gila, bahkan aku tidak bisa jauh darinya, ucap Refan menjelaskan.


''Apa bos dulu juga mencintai Kania seperti bos mencintai Nona saat ini?'', Mike mencoba kembali mengorek isi hati Refan.


''Aku juga tidak tau, itu cinta atau hanya sekedar terobsesi, tapi yang pasti aku tidak pernah selera pada tubuh Kania meskipun dia telanjang di depanku, Refan kembali menjelaskan.

__ADS_1


Hemmm,...apa tidak ada pembahasan lain selain itu, kini Refan malah mengalihkan pembicaraan,karena tidak mau kalau Mike merogoh masa lalunya.


''Ada, proyek pasar di kampung pak lek Hajir sudah selesai, tinggal kita membukanya dan sebentar lagi kampung itu akan menjadi sebuah kampung yang maju, ucapnya kembali membuat Refan langsung tersenyum.


Kenapa dia, memang harus segitu senangnya mendengar kabar itu, Mike membatin.


''Bagus, kalau begitu kamu segera buka, biar cepat operasi, ucapnya sambil merapikan semua dokumen di mejanya,


Memakai jas yang di lepasnya setiap kerja.


''Mau kemana?''Tanya Mike heran, melihat Refan yang tak biasanya, karena hari ini hanya menampilkan senyum gratisnya itu.


''Ya pulang lah, kamu fikir mau kemana, aku kangen sama istri dan anakku, dan kamu langsung hubungi aku, kalau sudah ada yang minta jadi sekretrisku kamu interview saja, kalau kamu cocok aku juga ngikut saja, ucapnya dan langsung berlalu tanpa mempedulikan Mike.


Tapi Mike pun juga tak mempedulikan perintah Tefan.


Sebenarnya dari tadi Refan memang sudah terbayang bayang dengan wajah Sahila Dan Kyara dan sudah tidak fokus dengan apa yang di bicarakan Mike,itulah yang membuatnya cepat cepat ingin pulang.


''Dasar, sekarang benar benar bucin akut, tak bisa lagi berfikir jernih, kalau sudah teringat Nona , dunia pun di lupakan. gumamnya, namun dengan cepat Mike mengikuti Refan dari belakang.


Bahkan Mike sampai berfikir kalau bosnya itu benar benar bisa gila gara gara seorang Sahila.


Benar saja, belum juga mobil itu terparkir, Refan sudah berlari masuk kedalam rumah, dan orang yang di panggil pertama kali adalah istri dan anaknya.


''Sayang mas pulang, berteriak karena tak ada sahutan dari Sahila.


''Fan, jangan teriak teriak, kayaknya Sahila baru aja istirahat, karena tadi Kyara habis nangis dan baru saja diam. ucap pak Cakra melihat tingkah Refan.


Refan mengangguk dan melanjutkan kangkahnya yang sudah di sudut tangga.


Refan membuka pintu kamarnya dengan pelan, melihat kedua wanita yang memejamkan matanya itu membuatnya kembali menampilkan senyum.


Sedangkan di bawah, Mike pun langsung mendapat pertanyaan dari pak Cakra dengan sikap Refan.


Mike hanya bisa mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


Refan menghampiri Sahila yang sedang memeluk Kyara ,mungkin saja Sahila sedang bermimpi, karena itu terbukti dari dirinya yang tek bergeming sama sekali saat Refan mengelus pucuk kepalanya dan mencium keningnya.


Karena tubuhnya yang besar itu sedikit menggeser Sahila yang sedang tiduran, Sahila pun akhirnya terpaksa menggeliat dan membuka matanya.


''Mas, panggilnya saat merasa ada yang menyentuhnya dan mencium bau parfum milik suaminya yang menyengat di sampingnya.


''Lo kok bangun, bukannya kamu baru tidur?'' ucap Refan kembali merasa tak bersalah ,padahal dirinya lah yang membuat Sahila bangun.


Sahila tersenyum melihat wajah Refan,


''Aku cuma capek sedikit saja, lagian nggak baik kan, kalau aku tidur di saat suamiku pulang,.


Refan semakin mengeratkan pelukannya, pada sang istri dari belakang dan ikut memejamkan matanya,namun beberapa menit, Kyara sudah mengeluarkan suara emasnya yang siap di beli sang ayah,


Bagaimana tidak ,Refan langsung saja terbangun dan beralih pada sang bayi.


''Sudah mas, paling juga dia haus, biar aku saja, Sahila mengatakannya sambil menghentikan tangan Refan yang hampir saja membawa tubuh kecil Kyara melayang.


Sebenarnya Sahila tau kalau suaminya itu sangat lelah pulang kerja, jadi Sahila melarangnya.


Akhirnya Sahila yang menggendong Kyara dan memberikannya susu,.


Di ranjang itu Refan menciumi rambut Sahila dari belakang, yang membuat sang empu heran,


Ada apa dengan mas Refan. membatin.


Sahila keluar dari kamarnya saat Refan masuk ke kamar mandi ,


Menghampiri Mike yang masih santai ngobrol dengan Nia di ruang keluarga.


''Tuan Mike ,ada apa dengan bosmu kali ini, kenapa dia terlihat sangat aneh, tanya Sahila yang memang benar benar heran.


Mike tertawa karena tau yang di maksud Sahila pasti bosnya yang selalu nyosor padanya.


''Nona ,sekarang bos lagi bucin akut ,nggak apa apa nikmati saja, ucap Mike sedikit berbisik.

__ADS_1


Bucin, ada ada saja bocah tua itu ,batinnya sambil geleng geleng kepala.


__ADS_2