
Di ruang kerjanya Refan hanya memainkan ponsel sambil memutar kursinya.
''Bos kenapa, apa ada masalah? tanya Mike yang tiba tiba di depannya, membuat Refan kaget.
''Kenapa nggak ketuk pintu dulu, nggak sopan, ucap Refan dengan wajah sedikit kesal.
''Aku sudah ketuk pintu ,bahkan berulang ulang, aku pikir bos ketiduran, ya udah mendingan masuk saja ,dari pada nungguin lama, ini tanda tangani, sambil memberikan setumpuk map dari tangannya .
Refan langsung meraih dan memeriksa nya.
''Sepertinya bos ada masalah, ada apa? '',
''Aku cuma teringat masa kecilku dengan seorang gadis, aku berjanji akan menjemputnya saat kita sudah dewasa,
''Siapa namanya?''
''Aku juga tidak tau, saat aku tanya dia cuma minta aku panggil gadis cantik, dan dia adalah anak dari supir papa dulu.
Mike hanya menjadi pendengar setia dan sesekali mengangguk.
''Jadi dari tadi bos memikirkan gadis itu?''
Refan mengangguk,
''Kalau gitu bos cari tau saja di mana rumahnya !''
''Ide yang sangat bagus, aku suka cara pikirmu ,tapi apa mungkin dia masih mengingatku?''
.
''Maksud bos?''Mike memastikan
''Aku saja sudah lupa, karena aku ketemu dia itu sudah lama, mungkin belasan tahun yang lalu dan itu waktu yang cukup lama, bahkan aku bertemu dengannya hanya sekali.
''Tapi tidak ada salahnya kan kita coba dulu, apa bos sudah punya alamatnya? ''
Refan menggeleng, ''Mungkin papa tau,
Setelah memikirkan matang matang rencananya, akhirnya Refan memutuskan akan mencari gadis kecil itu,
---------------------------
__ADS_1
Sepulang dari kampus ,Sahila dan Sindi pergi ke restoran Doni untuk bertemu dengan Nesya sahabatnya dari kampung,
Setelah beberapa menit mobil Sindi memasuki halaman restoran Doni,
''Hai Nes,, apa kabar;'' wah pengantin baru sekarang makin cantik saja, Puji Sahila melihat penampilan Nesya yang sedikit berbeda.
''Kamu bisa aja sih Sa, aku baik, kamu sendiri gi mana, tanya Nesya balik.
''Aku juga baik, tapi sekarang aku tinggal di rumah Sindi, karena aku......
''Aku tau kok, pasti kamu takut sama Refan kan?'' sahut Doni dari belakang membuat Sahila terkejut,.
''Dari mana kakak tau?''
''Dari sikap kamu juga Refan, Refan memang keras kepala dan sombong pada semua orang yang belum dia kenal, tapi sebenarnya dia itu baik, aku dan dia sudah berteman dengannya lama sekali, tapi tak sekali pun aku dan Iwan bertengkar dengannya. mungkin dia cuma syok saja, karena dia sudah punya wanita yang di cintainya saat itu, tapi sekarang dia sudah bercerai dengan Kania.
''Apa... semua menjawab dengan nada kagetnya, pernyataan Doni tentang Refan pun membuat Sindi sedikit jengkel, karena membela orang yang menyakiti Sahila berkali kali ,
Suasana hening pun terjadi sesaat,
Tak ada yang bersuara sama sekali, semua
orang bergelut dengan pikirannya masing masing ,mencerna setiap kata yang di utarakan Doni.
Apa lagi Sahila, sedikit merasa dadanya sesak mengingat penghinaan yang di lontarkan Refan yang berulang ulang kepadanya,
Aku memang tidak membencimu mas, tapi aku masih belum menerima penghinaanmu yang merendahkan ku, tapi apa daya, aku memang tak pantas untuk mu, jika kita di pertemukan suatu saat nanti ,aku harap kau sudah tidak membenciku lagi, batin Sahila.
''Kamu kenapa Sa, apa ada yang salah dengan ucapanku?'', tanya Doni yang melihat Sahila melamun. Sahila menggeleng.
''Aku hanya berfikir, apakah mas Refan akan terus membenciku sampai nanti ,apa memang sudah tak ada lagi sedikit tempat untukku, meskipun hanya sebagai orang yang dia kenal, bukan tempat sebagai orang yang dia benci,
''Mungkin itu butuh waktu Sa, dan aku akan mencoba untuk bicara sama dia.Doni
Sahila menggeleng, ''Aku nggak mau di salahkan lagi kak, biarlah ini menjadi masa lalu kami, dan mulai sekarang aku akan melupakan semua tentangnya, aku nggak mau mengingat masa pahit ini, biarlah ini menjadi pelajaran bagiku, bahwa apa yang kita inginkan belum tentu kita dapatkan,
''Kamu wanita yang sangat baik Sa, aku yakin kamu akan mendapatkan pria yang baik pula, suara besar dari belakang membuat semua orang menoleh.
''Kak Iwan, Sahila kaget melihat Iwan menghampiri dan duduk di sampingnya .
''Bro, gimana bulan madunya, si pengantin hanya tersenyum mendengar kata Iwan.
__ADS_1
''Kak, ngapain nanya, kamu nggak lihat mereka terlihat malu, ucap Sahila sambil melirik Nesya yang menunduk karena malu,
Semua ikut tertawa,
''Sa, apa kamu masih nggak mau menerima ku, untuk menjadi kelasihmu, tanya Iwan serius membuat semua mata menatapnya,
''Maaf, lebih baik kakak mencari wanita lain, aku hanya ingin fokus dengan kuliahku, dan aku nggak ingin mengecewakan papa Cakra, beliau ingin aku menjadi wanita yang sukses, dan aku akan mengabulkannya, karena aku anggap itu permintaan seorang papa pada anaknya,
''Tapi kamu nggak berharap sama Refan si brengsek itu kan?'' ucap Iwan yang langsung menjelekkan Refan.
Sahila menggeleng,.
''Ini semua murni dari hatiku yang paling dalam , aku hanya ingin sendiri, lagi pula aku bisa bebas ,ya kan Sin?'' Sahila sambil memegang tangan Sindi .
''Baiklah kalau gitu ,aku dan Sindi pulang dulu, ucap Sahila sambil melihat jam yang melingkar di tangannya,
Setelah pamit dari semua temannya, Sahila dan Sindi berlalu keluar restoran.
di dalam mobil Sahila hanya melihat luar, tiada kata yang di ucapkan dari keduanya,
Di kediaman pak Cakra........
''Pa, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan ,mungkin ini memang sudah lama, tapi aku harap papa masih mengingatnya. kata Refan di sela sela makan malamnya bersama sang papa,
''Tanya saja ,kalau papa tau pasti akan papa jawab.
''Apa papa tau di mana rumah paman?'' tanya Refan membuat pak Cakra tersendat dan terkejut,
Paman adalah panggilan ayah Sahila sewaktu masih menjadi supir pak Cakra,dan tugasnya yang paling utama adalah mengantar Refan kemana pun Refan pergi.
''Kenapa kamu tanya rumahnya, apa kamu ingat sesuatu?'' ucap pak cakra sedikit santai.
Refan hanya mengangguk.
Pak Cakra berlalu menuju kamarnya dan mengambil selembar kertas bertuliskan alamat,
''Apapun yang terjadi ,papa harap kamu akan menerimanya dengan ikhlas, dan papa mau secepatnya kamu ke sana, apa perlu papa antar,?''
Sepertinya papa tau sesuatu dengan nada bicaranya ,lirih Refan.
''Tidak, aku akan pergi dengan Mike,
__ADS_1
''Baiklah, besok kamu berangkatlah!'' dan hati hati di jalan, dan papa akan selalu berdoa semoga kamu cepat mendapatkan jawabannya, tapi apapun itu ingat kamu harus ikhlas,
Apapun kenyataan yang kamu dapat nantinya ,papa akan selalu mendukungmu, semoga masih ada harapan untuk meraih kebahagiaan, dan semoga kamu menyesali semua perbuatan kamu, kesombongan kamu, yang selama ini ada di diri kamu lebur, batin pak Cakra,