KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 187.Kejujuran Kania


__ADS_3

Tangisan seorang anak kecil yang tak bisa mendapatkan apa yang dia mau, itulah saat ini yang telah terdengar di sebuah ruangan luas yang bernuansa princes,


Mila menangis tersedu sedu karena ingin bertemu Dengan Kania,sedangkan papinya hanya bilang sebentar dan sebentar, itulah yang membuatnya semakin terisak.


Pasalnya bukan hanya meminta untuk bertemu, tapi meminta untuk menjadikannya sebagai seorang Ibu, dan itu yang membuat seorang Feby bingung, bagaimana tidak, status Kania saja belum tau, nah permintaan sang anak sudah melampaui batas jarak.


''Iya sayang, kita ke sana ya, akhirnya kata itulah yang keluar dari mulut Feby hingga membuat si kecil Mila diam dan mengangguk.


Dengan terpaksa Feby mengemudikan mobilnya menuju tempat wisata di mana Kania tinggal dan bekerja.


Dalam perjalanan pun Mila sudah terlihat begitu senang, itu membuat Feby ikut tersenyum


Mudah mudahan Kania adalah wanita yang akan menerimamu, batinnya.


Sesampainya di depan sebuah resort di mana Kania tinggal, Feby menghentikan mobilnya dan menggendong sang buah hati sambil bersender di mobil,


''Kau lihat kan sayang ,sepi, mungkin tante Kanianya sudah tidur, lagi pula ini kan sudah malam, nggak baik kalau harus ganggu orang, ucap Feby berusaha membujuk Mila yang sedikit rewel.


Mila masih saja melihat dari sela sela jendela yang masih terang, seakan tak percaya kalau Kania memang sudah tidur.


''Kita tunggu sebentar pi, sedikit memaksa.


Setelah menunggu beberapa menit ,akhirnya sang empu yang di tunggu pun keluar dari pintu depan.


Dengan cepat Mila pun langsung turun dari gendongan Feby dan berlari menghampiri Kania dan berhamburan memeluknya.


Awalnya Kania terkejut tiba tiba saja Mila langsung memeluknya, tapi setelah melihat Feby dari jauh Kania pun tersenyum.


''Mila sayang, ini kan sudah malam, kenapa kamu kesini ,apa kamu nggak tidur, kan bisa besok ketemu tante, Kania sambil mengelus rambut anak kecil itu,


''Tapi aku ingin tidur dengan tante, ucapnya sangat polos bahkan tak bisa di bayangkan oleh naluri seorang Kania, bahwa anak kecil itu memang membutuhkan sosok seorang Ibu.


Feby pun berjalan mendekat.

__ADS_1


''Maaf ya Nona, kalau kami mengganggu, Mila nggak bisa saya bujuk, dia ngotot banget mau ke sini., merasa bersalah dengan tingkah anaknya yang sudah menganggu malam malam.


Dengan cepat Kania memangku Mila,'' Nggak apa apa kok pak, yang penting Mila nya nggak rewel, lagi pula Mila kan masih kecil ,dia nggak tau apa apa, biarkan saja.


''Hore... berarti aku boleh dong tidur disini?'' ucapnya langsung saat mendengar ucapan Dari Kania.


''Nggak apa apa. ucap Kania sambil berkedip memberi isyarat pak Feby untuk menunggunya.


Setelah percakapannya selesai, Kania membawa Mila pergi ke kamarnya ,sedangkan Feby masih saja menunggu diruang tamu.


Membacakan dongeng layaknya seorang Ibu dan mengelus pucuk kepalanya, itulah yang Kania lakukan saat ini, Dan itu pun memakan waktu beberapa menit untuk membuat Mila benar benar terlelap.


Ternyata susah juga ya punya anak, batinnya sambil melihat wajah anak kecil yang teduh itu.


Tapi kenapa dia ingin aku menjadi mamanya, pikirnya lagi.


Kania langsung keluar dari kamarnya menghampiri Feby.


''Sudah tidur pak, apa bapak mau membawanya pulang sekarang,?'' Kania berbicara sambil berdiri di depan Feby.


''Bisa kita bicara!'', ucap Feby seperti ada hal yang sangat penting.


Kania duduk dan melihat wajah Feby yang terlihat serius.


''Ada apa ya pak, tanya Kania pertama kali karena menunggu Feby pun tak mengeluarkan sepatah kata pun.


''Bisa kan kita bicara secara santai, anggap saja kita berteman. Kania mengangguk.


''Apa kamu sudah punya pacar?'', pertanyaan Feby pertama kali membuat Kania mengerutkan alisnya.


Kenapa pak Feby bertanya seperti itu ?''batinnya.


''Maaf, bukan maksudku ingin tau urusan pribadi kamu, tapi aku takut keberadaanku dan Mila akan membuat pacarmu itu salah faham, Feby menjelaskan.

__ADS_1


''Bapak tenang saja, aku tidak punya pacar dan tidak akan ada yang memarahi bapak dan Mila di sini, Kania pun dengan santainya menjelaskan pada Feby.


Seakan tak percaya melihat wanita yang sangat cantik ,itu tak memiliki pasangan, rasa hati ingin mengatakan langsung , namun masih di tahannaya.


''Apa aku terlalu lancang, jika aku ingin tau kepribadianmu lebih dalam lagi?'', Kini keinginan Feby seakan merogoh semua sifat Kania .


Kania tersenyum sambil melihat wajah Feby yang mengarah padanya.


''Bapak tidak akan suka dengan kepribadianku, dengan yakin Kania pun mengucapkan kata itu.


Sedangakn Feby yang mendengarnya semakin penasaran, kenapa wanita cantik di depannya bisa bicara seperti itu.


''Kenapa? ''


''Apa bapak sangat ingin tau,?'' ucap Kania kembali.


''Hemm.


Kania mulai menceritakan tentang sifatnya yang suka dengan kemewahan dan tentang kisahnya dari awal, bagaimana kisah cintanya dengan Refan pria yang sangat mencintainya,sampai penghianantannya di dalam pernikahan hingga sampai Refan menceraikannya, larut dari akarnya sampai ke kehidupannya yang sekarang itu dengan perinci, entah bagaimana saat ini perasaan Feby yang penting Kania sudah lega karena tidak menutupi apapun dari pria di depannya itu.


''Sekarang terserah bapak, mau bicara denganku atau tidak, atau mungkin saja bapak membenciku seperti bapak membenci mantan istri bapak, itulah masa laluku dan kepribadianku, aku menjelaskannya karena aku tidak mau mengulangi kesalahanku untuk yang kedua kali, bagiku cukup menghianati Refan, itu adalah kesalahan yang terburuk yang pernah aku lakukan.


Feby menyunggingkan senyumnya melihat Kania ,ternyata hatinya itu tak secantik wajahnya, mungkin itu yang ada di dalam hatinya saat ini.


''Tapi aku salut karena kamu sudah jujur padaku, apa itu artinya kamu sudah benar benar menyadari kesalahanmu, aku memang sangat membenci wanita yang seperti itu, tapi dengan kamu yang mau jujur ,aku berharap kamu tidak mengulanginya lagi, Kini Feby memastikan, apa yang dia terka itu benar atau salah adanya.


''Tergantung yang menanggapi, tidak semua orang langsung bisa menerima perubahan wanita sepertiku, dan aku tak memaksa siapapun untuk mencintaiku dan menganggapku baik , yang pastinya aku mencoba untuk memperbaiki kesalahanku dulu, Karena aku sekarang pun hidup di tempat dan kerjaan dari mantan suamiku, dia yang sudah mempekerjakan aku disini, ucap Kania sungguh tidak menutupinya sama sekali.


Karena baginya saat ini untuk apa menutupi semuanya toh hidupnya juga belum ada arah ke mana, dan itu membuatnya menjadi pasrah dengan keadaan yang ada dan apapun yang akan terjadi nantinya.


''Baiklah kalau gitu, aku pulang dulu, aku harap kamu memang benar benar mengubah hidup kamu supaya lebih baik lagi, karena aku lihat Mila sangat menyayangimu, dan aku tidak mau kalau dia itu sampai ditinggal oleh orang yang sangat di sayanginya seperti dulu, ucapnya, Dengan cepat Kania mengangguk dan mengantarkan Feby masuk ke dalam kamarnya untuk membawa Mila pulang.


''Mimpi yang indah ya, besok ketemu tante lagi. Kania mencium kening Mila yang membuat Feby merasa terharu.

__ADS_1


Aku memang sangat membenci wanita sepertimu, tapi kenapa melihat kamu menyanyangi anakku, aku malah merasa kamu adalah orang yang tepat untuk menjadi ibu sambung Mila. membatin.


__ADS_2