
''Awas saja kalau sampai Ririn benar benar minta kamu untuk melanjutkan ceritanya, itulah gumaman pertama kali Saat Refan bangun tidur.
Refan menyibak selimut dan pergi ke kamar mandi, Sementara Sahila masih terlihat pulas.
Di kamar mandi Refan terlihat cemas, masih memikirkan cerita Sahila semalam.
''Memangnya dulu siapa pacar kamu, apa memang dia sangat baik, dan menyayangimu, sampai kamu mengingatnya sampai sekarang, Refan merenungi nya.
''Tapi aku sekarang suamimu, aku yang berhak atas dirimu, dan kamu tidak boleh menyinggung laki laki lain saat di depanku, aku akan menjadi satu satunya laki laki yang kamu ingat selalu, meskipun aku pernah memberikanmu luka, aku akan menyembuhkannya kalau itu masih berbekas, aku akan menjadi suami dan ayah seperti yang kau inginkan .Setelah bergulat dengan otaknya, Refan langsung saja menyelesaikan mandinya dan keluar.
Refan melihat Sahila yang sudah mulai menggeliat tanda tanda akan bangun.
''Morning sayang, ucapan dari Refan membuat Sahila tersenyum.
''Pagi mas, tumben jam segini kamu sudah bangun ,sudah mandi lagi, Kata Sahila melihat Refan yang sudah keluar dari kamar mandi.
''Hai, istriku yang cantik ,aku juga sudah menyiapkan air hangat, sekarang kamu mandilah, ucapnya mendekati Sahila dan mengelus pucuk kepalanya.
Sahila mengangguk.
Seperti ada yang aneh, kenapa mas Refan, kenapa dia banyak bicara, batinnya.
Kalau biasanya Refan bermalas malasan bangun dan bermanja, kali ini Refan lah yang menjadi pemeran utama menyiapkan air untuknya dan sudah mengambil baju ganti juga untuknya.
Sahila beranjak dari ranjangnya menghampiri sang suami yang sudah berada di depan cermin.
''Mas kenapa, apa mas masih marah soal semalam, pertanyaan Sahila membuat Refan menghentikan tangannya yang sibuk dengan sisir dan rambutnya.
''Tidak, untuk apa mas marah,lagi pula itu kan cuma masa lalu kamu, setampan dan sebaik apapun dia tetap saja, dia tidak bisa memiliki kamu, ucapnya serius,
sedangkan pandangannya ke arah mata lentik Sahila..
''Tapi mas terlihat tersinggung, bahkan sampai mengusir Ririn, aku minta maaf, mas harus nya dengar dulu sampai selesai, jadi mas nggak salah faham, Kini Sahila mulai gelisah dengan sikap serius Refan.
''Jadi sekarang kamu mau pindah cerita pada mas tentang masa lalu kamu, kini Refan mencoba mencandai Sahila yang terlihat cemberut.
''Cerita lah ,mas akan mendengarnya, tadi malam kan mas ngantuk, jadi puaskan ceritamu sekarang ,
''Mas, Sahila mendekatkan tubuhnya di depan Refan.
__ADS_1
Dengan cepat Refan memeluk guling hidupnya yang sudah hampir dua tahun menemaninya itu.
''Sebenarnya laki laki itu Ayah, beliau lah yang aku ceritakan pada Ririn, jadi mas tidak perlu cemburu, Aku minta maaf karena dari awal aku tidak menyebutnya.
Sahila merasa sangat bersalah sudah membuat Refan salah paham.
''Paman, Sahila mengangguk, Refan kembali memeluk Sahila.
Aku memang tak sehebat paman, tapi aku akan menjadi diriku sendiri dan akan membuatmu bahagia untuk selama lamanya batin Refan.
Setelah keheningan sebentar, tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu,.
''Kamu mandilah ,mas buka pintu dulu, nanti kita turun sama sama,.
Refan langsung membuka pintu dan ternyata sang Bibi.
''Den, di depan ada non Kania, ucap Bibi, Refan mengerutkan alisnya, mendengar ucapan bibi, pasalnya Kania ngapain pagi pagi buta ke rumahnya ,dan ini pertama kalinya yang di lakukan Kania.
''Baiklah bi, sebentar lagi aku akan turun, ucap Refan, dia langsung saja berlari ke balkon dan ternyata benar Kania masih berdiri di halaman rumahnya.
Aku tidak mungkin menyuruhnya masuk tanpa persetujuan papa, batinnya,.
''Kania, dia kesini tapi masih ada di halaman, Sahila pun ikut berjalan menuju balkon.
''Kenapa nggak di suruh masuk.?'' kasihan dia.
''Mas tidak bisa melakukannya, hanya papa yang bisa ,dan mas tidak berani mengambil langkah.
ucapan Refan membuat Sahila terburu buru.
''Cepat dong mas, kasihan dia kita harus bicara sama papa,
''Rambut kamu itu terlalu panjang sayang, jadi mas semakin susah untuk menyisirnya, Refan mencari alasan, sebenarnya itu siasat Refan untuk memghindari Kania.
alasan saja.
Sahila langsung beranjak dari duduknya setelah Refan menaruh sisir itu di meja riasnya. melihat Sahila buru buru membuat Refan khawatir dan langsung menggandeng tangannya.
''Jangan ceroboh, ada anak kita, ucapan Refan kali ini sangat tepat membuat Sahila menganagguk.
__ADS_1
Sahila dan Refan berjalan menyusuri anak tangga, dan melihat pak Cakra yang sudah duduk santai di ruang keluarga.
''Tu papa, Sahila langsung menghampiri pak Cakra.
Sahila duduk disamping pak Cakra ,sedangkan Refan pun duduk di samping Sahila.
''Pa, di luar ada mbak Kania, kenapa tidak di suruh masuk?'' tanya Sahila ragu, sedikit ada ketakutan untuk mengatakannya.
''Papa tau, memang kenapa?'', pak Cakra enggan mengatakanya.
''Biarkan saja, lagi pula dia kan tau kalau papa tidak menyukainya, kenapa dia masih saja berani kesini, ucap pak Cakra santai, sedangkan Refan pun hanya diam saja ,
''Tapi pa, tidak mungkin mbak Kania ke sini kalau tidak ada yang penting, mungkin saja ada yang mau di bicarakan, Kini Sahila mulai menjelaskan.
''Baiklah kalau kamu bilang begitu, suruh dia masuk!'', ucap pak Cakra seketika.
''Silahkan masuk Non, ucap sang bibi setelah mendapat perintah dari Refan,.
Kini Refan duduk di samping Sahila dan tak lupa mendaratkan tangannya di pundak Sahila.
Kania dengan lenggangnya berjalan menghampiri mereka bertiga, dengan cepat Kania bersimpuh di depan kaki pak Cakra membuat semuanya kaget.
''Aku mau minta maaf sama Om ,apa yang aku lakukan memang salah, aku menghianati Refan dan aku sudah membohonginya, ucapan Kania dalam isakannya.
Mbak Kania sampai berlutut seperti itu, masa iya cuma menghianati mas Refan papa sampai segitunya membencinya , batin Sahila.
''Bangunlah, tidak ada gunanya kamu menyesali perbuatanmu dulu, itu semua sudah berlalu, tak perlu di ingat ,lagi pula aku sudah memaafkanmu, tapi jangan harap kamu bisa mengusik rumah tangga Refan dan Sahila.
Kania mengangguk, kali ini Kania melihat wajah Sahila dan Refan secara bergantian,
''Fan, aku minta maaf, aku sudah membohongimu berkali kali, dan ini terakhir aku bertemu kamu ,sebelum aku pergi, bisakah kita bicara berdua ,sebentar saja, Memohon.
''Tidak, dengan cepat Refan menjawabnya, Sedangkan Sahila tidak bisa bicara apa apa,
Kalau kamu bicara denganku ,aku ingin istriku pun ikut menyaksikan pembicaraan kita, aku tidak mau ada kesalah pahaman, lagi pula bicarakan saja di sini, apa salahnya. tegas Refan.
Karena penolakan dari Refan, akhirnya Kania berbicara di depan Sahila ,Refan dan juga pak Cakra,.
Andai saja kamu tidak menghianati putraku, aku pasti tidak akan membencimu sejauh ini, langkah Mike sudah benar ,dan aku akan lebih lega lagi kalau kamu memang harus jauh jauh dari Refan. batin pak Cakra.
__ADS_1