KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 130.Keluar kota


__ADS_3

Malam yang sunyi tiba tiba saja Refan terbangun dan melihat Sahila yang tidur terlelap, Refan teringat bahwa dirinya akan pergi keluar kota dan belum memberi tau Sahila.


Kenapa aku bisa lupa, apa aku bangunkan sekarang ,dan aku kasih tau, atau aku bangunkan besok saja sekalian, batin Refan lalu membaringkan tubuhnya di sampimg Sahila kembali.


Refan melihat wajah istrinya yang membuat dirinya semakin tidak tega untuk meninggalkan walaupun sebentar.


Benar saja, Seketika itu juga Refan langsung tak bisa memejamkan matanya kembali,


Sampai pagi pun tiba, Refan langsung membersihkan dirinya sebelum Sahila bangun.


''Sayang bangun, ini sudah pagi, ucap Refan dengan lembut sambil mengusap pucuk kepalanya,


Bukan bangun, Sahila malah menarik tubuh Refan dan memeluknya.


''Mas mau kemana ,kok sudah wangi ?''ucapnya masih dengan mata terpejam, Sahila tak menyadari bahwa Refan sudah memakai baju yang rapi dan tinggal memakai jasnya.


''Hai bangunlah, mas mau keluar kota, ucapan Refan sontak membuat Sahila kaget dan terbangun,


''Keluar kota ,kenapa mendadak, apa aku nggak bisa ikut?'', Ucap Sahila melas.


Refan bingung mau jawab apa, tapi ini lah kenyataannya ,dan dengan berat hati Refan tetap menjawab pertanyaan Sahila.


Refan menggeleng.


''Maaf, mas tidak bisa mengajakmu, ini tempatnya terpencil dan jauh dari kota, mas nggak mau terjadi apa apa dengan kamu dan bayi kita, lagi pula mas cuma sehari ke sana, Refan berusaha membujuk,.


Sahila mengerucutkan bibirnya dalam hati terasa berat berpisah dengan sang suami ,meskipun sehari, tapi bagi Sahila itu waktu yang lama.


Sahila mengangguk dan memeluk sang suami.


''Cepat pulang ya, aku pasti merindukanmu, aku nggak mau lama lama jauh dari kamu, ucap Sahila sekali lagi melas membuat Refan semakin tak tega.


Refan tersenyum dan memberi kecupan di bibir Sahila kilat,


Refan dan Sahila langsung turun ke bawah karena Mike sudah menunggu.


''Hati hati, tidak ada Sahila kalian jangan bertengkar!'' ucap Sahila saat Mike dan juga Refan masuk ke mobil .


''Tenang saja Nona ,aku akan menjaga kekasihku ini, dan aku akan membawanya kembali seperti semula, Mike menjawab.


Sahila melihat mobil yang keluar dari gerbang dan kini sudah hilang.


''Kak Refan mau kemana kak, kok pagi sekali?'', tiba tiba Ririn mengagetkan dari belakang.

__ADS_1


''Mau keluar kota ,katanya ada proyek disana, kakak juga nggak tau amat sih Rin,.


Ririn mengangguk anggukkan kepalanya.


Sedangkan di perjalanan Refan hanya diam, dan sesekali melihat jam yang melingkar di tangannya.


''Mike ,kamu nggak salah jalan kan, kenapa sejauh ini ?''ucap Refan heran, karena mereka sudah beberapa jam dan masih saja belum sampai.


''Tidak bos, memang ini jalannya, dan mungkin kita akan sampai siang .ucap Mike santai sambil melihat penunjuk jalan yang masih jauh,


Bahkan Refan bingung saat Mike melewati hutan.


''Apa untungnya sih Mike, kita bangun proyek di sana, apa nggak ada lagi tanah di kota sampai kita ke perkampungan yang sangat terpencil ini.


Refan selalu saja membuat pertanyaan pertanyaan yang membuat Mike pusing.


''Bos, kita ini berbisnis, dan pasti kita juga akan tau nanti untungnya di mana, yang penting bos diam, jangan bawel. Mike semakin ketus pada Refan.


Akhirnya Refan memilih diam dari pada harus berdebat dengan sekretarisnya itu.


''Akhirnya sampai juga, ucap Mike sambil mematikan mesin mobilnya.


Mike menoleh ke arah bosnya.


''Pantas diam, ternyata molor, ucapnya, dan langsung meninggalkan Refan yang masih setia di alam mimpimya.


Mike menikmati indahnya perkampungan itu, melihat orang orang memanen kebunnya, ada yang sengaja berjalan jalan, dan ada yang mencangkul, kehidupannya begitu damai.


Beda dengan kehidupannya yang sedari kecil yang selalu saja di perkotaan.


Tak berselang lama Refan terbangun dan keluar melihat Mike yang merentangkan tangannya sambil menghirup udara itu pun ikut ikutan.


''Ternyata ini tempatnya, ucap Refan yang sudah berdiri di samping Mike.


Mike mengangguk.


''Lihat tanah yang di sana, itu yang akan kita jadikan pusat hiburan dan perbelanjaan bagi warga kampung, sambil menunjuk sebuah tanah yang sangat luas,


''Oke juga, apa semua warga sudah setuju, tanya Refan balik.


''Hmmm, dan pihak kita sudah izin dari pihak pengurus di kampung ini, dan mereka sangat antusias, karena yang kita bangun ini akan membuat mereka semakin maju,mereka akan menjual hasil panennya langsung di sini ,dan warga di sini tak perlu jauh jauh menjual hasil panennya ke kota, itu akan sangat memudahkan mereka dalam mencari rezeki.


''Dan untuk hiburannya, aku yakin anak anak disini juga senang, dan aku juga sudah menyiapkan untuk bos membangun rumah baca, aku yakin anak anak kampung sini pasti sangat bahagia, dan semoga kita berhasil.

__ADS_1


Mike menjelaskan panjang lebar pada bosnya,


Dari kecil tinggal di luar negeri, tapi hafal juga dengan kampung, batin Refan.


''Baiklah, kita sekarang kemana, apa kita hanya berdiri disini saja,


''Tidak, kita akan ke rumah kepala desa sini, karena di kampung tidak ada hotel, jadi kita kemungkinan akan nginep di rumah pak lurah ucap Mike dan kembali melajukan mobilnya.


''Tapi gimana, aku cuma bilang sama istriku sehari saja.


Mike diam memikirkan sesuatu.


''Baik kalau gitu kita pulang, tapi akan sedikit larut, Karena Mike juga tau keadaan Sahila yang hamil muda dan pasti Refan sangat khawatir.


Dalam beberapa menit saja Refan dan Mike sudah berada di depan rumah pak kepala desa.


Dalam perjalanan Refan melihat arah belakang,


''Mike ,kenapa mereka mengikuti mobil kita, apa ada yang aneh?'! ucap Refan heran.


Mobil nya yang berjalan pelan karena jalannya yang terjal itu di ikuti puluhan anak kecil, bahkan mereka sesekali memegang mobil putih yang mengkilat itu.


Ha.... ha.. ha.. Mike tertawa.


''Itulah kampung bos, mungkin saja mereka nggak pernah melihat mobil semewah ini, apa bos punya uang pecahan, sambil menengadahkan satu tangannya.


Refan mengangguk dan mengeluarkan uang pecahan yang sangat banyak.


Setelah keluar ,Mike memanggil anak anak yang sedari tadi mengikuti mobilnya.


''Kemarilah, om akan bagi bagi duwit !''ucap Mike sedikit keras.


Awalnya anak anak itu takut, tapi setelah Refan ikut memanggil, semuanya berlarian menghampiri Refan dan juga Mike.


''Kalian mau uang.?'' tanya Mike sambil menunduk.


Semuanya mengangguk, dan Mike langsung saja membagikan uang untuk mereka.


Sayang, andaikan kamu ikut ke sini, dan melihat anak anak di sini pasti kamu akan merasa bahagia, batin Refan.


''Selamat datang tuan tuan, ucapan kepala desa membuyarkan anak anak yang masih saja berkerumun.


''Apakah Anda yang akan membangun proyek di sini?'', tanya pak lurah memastikan.

__ADS_1


Sedangkan Mike dan Refan mengangguk.


''Iya pak, kami yang akan membangun proyek di sini ,dan kami mohon dukungan dari bapak, agar proyek kami berjalan dengan lancar, ucap Refan dengan ramah dan sopan.


__ADS_2