KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 222. Curhat


__ADS_3

Setelah istirahat sehari penuh , kini Refan memutuskan untuk kembali bekerja,meskipun Sahila masih menyuruhnya untuk di rumah, namun Refan tetap kekeh dengan pendiriannya , perjalanan ke luar kota tak membuatnya untuk bermalas malasan, justru membuatnya lebih semangat, apa lagi habis mendapat servis dari sang istri ,.


Refan mengernyitkan dahinya mendengar bunyi clakson yang tepat berada di depan rumahnya.


Sedangkan Sahila hanya mengangkat kedua bahunya saat refan melihatnya.


Setelah rapi keduanya turun,


Refan menghela nafas melihat mantan sekretarisnya itu membuka pintu dengan pakaian rapi seperti dirinya.


''Kenapa ke sini, bukankah kantor kamu bukan arah sini?'', tanya Refan sambil berjalan ke arahnya.


''Aku akan menjadi sekretaris bos lagi, dan bos pindahkan Viola ke kantorku, biar aku cari orang untuk memegang perusahaan itu, ucap Mike serius.


Refan hanya mengangguk saja menanggapi ucapan Mike.


''Tuan Mike, Nia mana ,kenapa nggak di ajak ke sini? '', tanya sahila sambil menggendong princes Kyara.


Mike menghela nafas, ''Di apartemen Nona, Nia sedih , ucapan Mike membuat Refan menghentikan makannya,


''Baru saja menikah kamu sudah membuatnya sedih, gi mana sih,ucap Refan membuat Mike berdecak.


''Jangan salah snagka dulu, Nia sedih karena permintaan nyonya Wilson, Kita boleh tinggal disini, tapi nyonya Wilson memberi waktu kami itu hanya satu bulan ,kalau sampai Nia nggak hamil, berarti kita harus kembali pulang, tapi jika Nia itu bisa hamil ,Nyonya Wilson meminta bayi kami, gi mana dong aku mengatasinya,


''Apa.....Sahila tetkejut mendengar ucapan Mike yang sangat menyulitkan Nia,


''Kasihan Nia tuan, lebih baik kalian pulang saja, dari pada nantinya Nia di pisahkan dari anaknya, ucap Sahila melas, membayangkan jika seorang Ibu harus terpisah dari anaknya ,apa lagi masih bayi .


Mike menghela nafas lagi , ''Tapi Nia juga lebih suka hidup di sini nona, dan aku nggak bisa maksa dia, apa lagi dia juga pernah trauma dengan kejadian dulu, Lagi lagi penjelasan Mike membuat Sahila terlihat sedih.


''Harusnya tuan ajak kesini dong, biar ada temannya, Kini Sahila terlihat merengek.


''Sayang, mungkin Nia ingin sendiri dulu menenangkan fikirannya, mencari jalan apa yang akan di ambilnya, Refan mencoba menenangkan Sahila yang sudah mulai meneteskan air mata.

__ADS_1


''Tapi mas, ucapnya terhenti karena Refan sudah mendaratkan jarinya di bibir Sahila.


''Diam ya, biar mas yang bicara, ucapnya pada Sahila.


''Kamu nggak usah ikut ikutan galau Mike, kamu seperti nggak tau nyonya Wilson saja ,pasti dia cuma menggertak kamu saja ,lagi pula dia nggak akan tega melakukan itu, Kata kata Refan membuat Mike sedikit lega, pasalnya Mike pun juga berfikir seperti itu,.


''Pak Jono,'' panggil Refan, dengan cepat pak Jono menghampiri Refan yang masih berada di meja makan.


''Iya den, ada apa? tanya nya sopan.


''Jemput Nia ,suruh dia kesini ,bilang saja kalau nona yang suruh, perintah Refan yang siap untuk di lakukan pak Jono.


Sedang Refan dan Mike pun berangkat ke kantor.


Sahila yang sedang mengendong Kyara pun hanya bisa menunggu kedatangan Nia,


Sahila menunggu kedatangan Nia dengan menonyon tv dan sesekali melihat ponselnya,


Itu pasti Nia .batinnya yakin.


Belum juga beranjak, Nia sudah memasuki pintu utama dan menghampirinya.


''Nona, panggil Nia dan langsung berhamburan memeluk Sahila.


Sahila hanya bisa menerima pelukan Nia dan menepuk bahu Nia, mengucapkan kata sabar, karena itu memang sudah menjadi senjatanya,.


Nia melihat Kyara yang terlelap membuatnya menangis ,membayangkan kalau sampai mama mertuanya itu mengambil bayi mungilnya saat dirinya melahirkan nanti.


Sahila mendekat dan memegang tangan Nia.


''Jangan sedih, aku tau keputuaan nyonya Wilson itu terlihat egois, tapi semua itu masih bisa di bicarakan baik baik, semoga saja ucapan mas Refan itu benar, nyonya Wilson hanya menggertak saja, ucap Sahila dengan lembut.


Nia yang tak bisa membendung air matanya pun menangis terisak seperti semalam saat bersama Mike.

__ADS_1


''Tapi Nona ,kalau sampai semua itu terjadi gi mana, aku nggak bisa, ucap Nia di sela sela tangisannya.


''Aku tau, pasti sangat berat bagi kamu dan tuan Mike, kedua pilihan dari nyonya Wilson itu menyulitkanmu,tapi kamu juga harus tau keadaan mereka, mungkin saja mereka itu kesepian, apa lagi anak satu satunya harus pergi juga, aku pun begitu Nia, bahkan ibu hidup sendirian, tapi Ibu mengikhlaskan aku, yang penting aku bahagia dengan suamiku, dan kamu tau, bahkan aku pun sangat sedih jika teringat ibuku, tapi bagaimana lagi, ada pertemuan pasti pun ada perpisahan, ucap kembali Sahila meyakinkan agar Nia tak bersedih lagi.


Nia mengangguk dan menciumi pipi Kyara yang ada di pangkuan Sahila saat ini.


Sedang di perjalanan, Mike pun sama, tak bisa konsentrasi mengemudi, dan dengan cepat Refan pun terpaksa mengambil alih.


''Cemen banget ,baru juga masalah kayak gitu sudah jiwa perempuan yang muncul, ucap Refan melihat Wajah Mike yang sudah kusut.


''Tapi bos ,aku juga ikut sedih saat melihat Nia sedih, di awal pernikahan kami justru Nia harus mengalami kenyataan pahit seperti ini, dan itu rasanya nggak adil, dan aku belum bisa memenuhi janjiku untuk membuatnya bahagia, Mike berkata dengan penuh emosi.


Refan menoleh melihat wajah Mike, dan sepertinya Mike memang mengungkapkan isi hatinya.


Huh... helaan nafas panjang dari Refan saat menghentikan mobilnya tepat di depan perusahaan miliknya.


''Oke ,sekarang kita kerja, nanti kita fikirin lagi masalah kamu, aku usahakan akan mencari solusi untuk semua ini, mendingan kita lihat janda seksi dulu buat penyemangat, ucap Refan langsung membuat Mike mendongakkan kepalanya membuat Refan berdecak.


''Giliran aku bilang janda seksi, sudah bersemangat saja, ucapnya lalu membuka pintu mobil.


Wah, sialan si bos kerjain aku, batinnya.


Seperti waktu mereka masih kerja dulu, Mike berjalan di belakang mengikuti langkah Refan menuju ruangannya, kali ini Mike melihat Viola yang sudah duduk di tempatnya, sedang Refan ikut mengarah melihat Viola ,karena pintunya dari kaca yang trasparan membuat mereka memandang Viola dengan jelas.


''Pantengin terus, jangan berkedip, ucapan Refan lalu membuka pintu ruangannya.


''Apa sih bos ,nggak lah ,meskipun Nia kampungan aku mencintainya, dan nggak akan ada yang kedua atau ketiga,


''Bukan kamu saja yang seperti itu, aku juga tidak akan mendua, punya satu saja nggak habis habis, ngapain punya dua, nanti malah bingung, Mendengar ucapan Refan yang mulai kocak akhirnya keduanya tertawa lepas.


''Kalau kamu mau disini sekarang, panggil saja Viola ,bicarakan dengannya, tapi aku harap kamu tetap memberinya pekerjaan, kasihan dia, sepertinya juga bukan orang mampu, Refan menjelaskan pada Mike.


Karena Refan tau rumah Viola yang sangat sederhana.

__ADS_1


__ADS_2