KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 201. Menyerah


__ADS_3

Pencarian yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu itu pun sudah di mulai semenjak perintah dari Refan ,namun sama sekali tak ada tanda tanda laporan tentang Nia ataupun pak lek Hajir,


Para anak buah Refan kesana kemari, ke kota sana dan sini, hanya untuk mencari satu orang yang bernama Nia, meskipun banyak Nia, namun yang di cari tak timbul juga.


Tiga hari sudah pencarian Nia itu di lakukan oleh anak buah Refan, bukan cuma itu saja ,bahkan Mike dan Refan pun ikut turun tangan mencarinya, namun semua itu tak ada hasil, sedangkan pernikahannya tinggal besok saja, Mike sudah menyerah, kali ini semua yang dia perjuangkan sia sia, apa lagi sekarang yang bisa di lakukannya lagi selain menerima apa yang di katakan nyonya Wilson.


''Kamu tenang saja, pasti semua ini sudah rencana Tuhan ,kita manusia hanya tinggal menjalankann saja, apapun yang akan terjadi nanti ,itu memang sudah jalannya, Refan pun ikut menyerah, tidak mungkin menyalahkan anak buahnya, toh mereka juga sudah bekerja keras, menurutnya.


Berulang ulang Refan menguatkan Mike yang terlihat putus asa karena semestinya ini adalah hari bahagianya ,bukan hari terburuknya.


''Kalau gitu aku pulang, pamitnya,


Mau tidak mau, Mike pulang ke apartemennya menemui mama dan papanya yang memang sudah sibuk ,


Otak Mike saat ini seakan buntu ,tak bisa berfikir lagi, selain menerima apa kata nyonya Wilson.


''Kalau kau memang tidak jodohku, baiklah cukup sampai disini, aku minta maaf, karena perpisahan kita, akulah penyebabnya, dan aku harap kamu bisa mendapatkan laki laki yang lebih baik dariku, tanpa terasa air mata Mike pun menetes, cinta yang di perjuangkan sekian lama kini kandas sudah dengan jalan yang tidak di inginkannya.


Dengan jalan yang lemah ,Mike turun dari mobil dan menuju apartemen tempat tinggalnya.


''Ma.. aku pulang.'' panggilnya sedikit berteriak.


Dengan cepat Nyonya Wilson membuka pintunya.


Melihat wajah putranya yang kusam dan tidak bertenaga membuatnya ikut sedih.


''Sayang, kalau ini memang sudah jalannya, kamu harus menerimanya, besok pernikahan kamu, jadi jangan begini dong, ucapnya mengelus pipi Mike.

__ADS_1


Mike mengangguk dengan pelan.


''Gi mana, kamu siap kan menerima pernikahan ini, dengan terpaksa Mike mengangguk pelan.


''Baiklah, aku akan menerimanya, tapi aku butuh waktu untuk mencintai orang yang belum aku kenal, mama tau sendiri kan,kalau aku sulit untuk jatuh cinta, ucapnya di depan nyonya Wilson.


''Tapi mama yakin ,kamu akan cepat jatuh cinta dengan pilihan mama, ucap kembali Nyonya Wilson sambil menyunggingkan bibirnya ,sangat yakin dengan pilihannya.


Kenapa mama begitu yakin ,secantik apa pilihannya ,apakah dia juga baik sebaik Nia yang sudah setia selama ini ,membatin sambil melihat nyonya Wilson yang terlihat santai.


Bahkan Mike bingung dengan mamanya yang terlalu sibuk dengan baju yang akan di pakai di hari pernikahannya,


Melihat Mike yang dari tadi memperhatikannya, nyonya Wilson ikut duduk di samping Mike,'' Apa kamu mau tau nama calon istri kamu sekarang?'' tanya nyonya Wilson, namun dengan cepat Mike menggeleng.


''Besok saja, aku yakin namanya tak terlalu sulit dan aku tidak akan lupa, untuk mengucapkannya, Mike terlalu menganggap enteng.


''Sudah, sekarang kamu tidur ,mimpi yang indah dan persiapkan diri kamu ,besok adalah hari indah kamu ,jangan bersedih, dengan santainya lagi nyonya Wilson mengucapkan kata itu di depan Mike yang sedang patah hati.


Mike masuk ke dalam kamarnya,


dan membaringkan tubuhnya setelah berhari hari di buat lelah dengan pencariannya,..


''Mama nggak lihat ,anak mama itu patah hati, kenapa mama sibuk dengan baju mama sih, ucap Mr Wilson yang ikut kasihan melihat keadaan Mike.


''Ah.. papa, jangan lebay deh, lagi pula aku yakin kalau Mike akan tetap bahagia, untuk apa di bikin pusing ,lebih baik papa bantu mama, mana yang cocok untuk kita, sambil menjewer setiap gaun dari desainer dan mencari yang paling cocok dan bagus .


''Kalau papa apa aja juga pasti terlihat ganteng, tidak akan ada yang mengalahkan papa ,meskipun umur papa ini sudah mulai tua, tapi papa ini masih mempesona ,Ucapnya membuat nyonya Wilson jengkel dan langsung menepuk lengan Mr Wilson.

__ADS_1


''Awas saja kalau sampai papa jelalatan, aku pastikan papa tidak akan bisa pulang bersama ku lagi, Ancam nyonya Wilson langsung masuk kamar dan menguncinya.


''Rasakan ya, malam ini kamu akan tidur di luar. ucapnya dari dalam kamar.


Di kamar Mike.. ...


''Sekarang kamu ada di mana, andai kamu ada di sini dan menjadi mempelai wanitaku ,pasti malam ini adalah malam terindahku, tapi nyatanya malam ini aku sangat bersedih, Meskipun begitu ingin malam ini cepat berakhir, aku masih berharap saat aku membuka mata kamu lah yang akan menjadi pengantin wanitanya, setelah bergumam, perlahan Mike memejamkan matanya .


Sama dengan Mike ,Refan pun masih memikirkan tentang kepergian Nia, apa lagi Sahila yang sangat merasa kehilangan itu masih saja uring uringan dengan Refan.


''Ini semua gara gara kamu, kalau saja waktu itu kamu tidak ngomongin soal janda, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, Sahila menangis, dan lagi lagi menimpuk Refan dengan bantal.


Sedangkan Refan yang merasa bersalah hanya menerima perlakuan dari sang istri yang meluapkan amarahnya.


''Tapi sayang, kamu ingat kan bagaimana kita dulu, Aku pernah menikah dengan Kania , tapi karena kekuatan cinta kamu kita bisa bersatu, padahal waktu itu aku sama sekali tidak mencintai kamu, Ini sudah takdir yang harus di lalui Mike ,dan kamu tau, kesucian cinta kamu itu megalahkan kesombonganku, bahkan sekarang aku lah disini yang tidak bisa kehilangan kamu, Jadi kamu tenang ya, Jika Mike dan Nia memang berjodoh, pasti lambat laun mereka akan di persatukan kembali,hanya saja dengan jalan yang berbeda, Refan meraih tubuh Sahila yang masih sesenggukan di atas ranjang. mendekapnya penuh dengan kehangatan.


''Sekarang kita tidur, besok kan kita harus datang ke pernikahan Mike, dan aku mau kamu terlihat cantik, jangan nangis lagi, aku yakin keadaan akan segera membaik, Refan berusaha menenangkan kembali Sahila.


Akhirnya sahila tidur di dekapan Refan.


Meskipun ini malam terakhir bagi Mike untuk menentukan pilihannya , Refan masih saja mencari tau ,menghubungi para sahabat dan anak buahnya, barang kali masih ada kesempatan untuk menemukan Nia,


Bahkan semalaman penuh Refan tak bisa memejamkan matanya teringat nasib sang mantan sekretaris yang kini menjadi sahabat nya itu memang sudah menyerah dengan keadaan.


Melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam tiga pagi, Refan baru bisa mengistirahatkan otaknya.


''Maaf Mike, mungkin ini memang takdir kamu, aku tidak bisa membantumu, ucapnya, Refan pun ikut memejamkan matanya di samping Sahila .

__ADS_1


__ADS_2