KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 137.Jawaban


__ADS_3

Malam yang sunyi itu di rasakan Refan tanpa kehangatan dari seorang istri, pasalnya Refan belum juga bisa menjawab apa yang di katakan Sahila, meskipun Sahila memperbolehkan Refan untuk tidur di kamar, tapi ada batas guling di tengah mereka.


Pikirannya selalu saja meronce setiap kata kata yang keluar dari mulut Sahila.


Apa ya, apa itu sebuah permintaan, atau itu sebuah ungkapan, batin Refan sambil melihat punggung Sahila .


Refan tak mau membuang waktu lagi, pagi sekali Refan sudah menghubungi Mike untuk datang ke rumahnya.


Persiapan Refan untuk pergi ke kantor pun masih di siapkan Sahila, tapi dengan mulut yang masih tertutup dan sedikit cuek .


Refan pun ikut diam, takut salah lagi menghadapi sikap Sahila yang sedikit sensitif. ''mas berangkat dulu ya, ucapnya sambil keluar dari pintu utama, Sedang Sahila hanya menjawab dengan anggukan.


''Cepat cari tau, apa arti dari kata kataku, ucap Sahila singkat dengan wajah yang datar.


Refan pun menjawab dengan anggukan dan tersenyum.


''Mike ,ini nggak bisa di biarin, aku harus secepatnya cari tau, kamu cepat panggil guru les bahasa jawa, suruh dia datang ke kantor, ucap Refan serius dan sudah tak sabar ingin menemukan arti dari kalimat yang di ucapkan Sahila.


Mike tertawa renyah mendengar omongan bosnya itu.


''Bos, nggak usah panggil guru bahasa jawa, bos cari saja lewat internet, pasti ada,


''Internet, kenapa kamu nggak bilang dari kemarin, kenapa harus sekarang kamu bilang. ucap Refan menyalahkan.


''Aku juga baru ingat tadi pagi, sebenarnya aku sudah nanya sama Nia, tapi dia di suruh bungkam oleh Nona dan tak berani mengatakannya.


Akhirnya Refan mengeluarkan ponselnya dan mulai menggeser mencari semua kata yang di katakan Sahila.


Refan meronce setiap kata itu dengan teliti, takut terjadi kesalahan lagi.


Setelah beberapa menit, akhirnya dengan telaten dan sabar Refan menemukan apa arti dari kata yang di ucapkan Sahila.


''Mike ,apa ini betul artinya, ucap Refan sambil menunjukkan ponselnya ke arah Mike.


'' Mas, Apa kamu mencintaiku ,Mike membaca isi ponsel yang di sodorkan Refan.


''Pantas saja dia menangis saat aku menggeleng, ternyata yang di katakan itu sebuah pertanyaan, kenapa aku sebodoh ini, tidak bisa menebak pertanyaan yang mudah, ucap Refan.


''Baru nyadar kalau bos itu bodoh, gumam Mike.


''Terus saja mengejekku, apa kamu sendiri bisa berbahasa seperti itu, tanya Refan sedikit dinis.


Mike menggeleng,

__ADS_1


''Aku ingin membuat kejutan untuk istriku, kamu bantu aku bagaimana caranya? ''


''Bos ucapkan saja, kalau bos itu mencintai Nona menggunakan bahasa jawa, pasti nona akan senang, lagi pula nona itu nggak rewel,aku yakin hanya kata itu saja dari mulut bos mampu meluluhkan hatinya kembali, ucap Mike meyakinkan, sedangkan Refan hanya mendengar dengan setia.


Refan mengangguk anggukkan kepalanya.


Refan melihat ponselnya berulang kali ,menghafalkan kalimat bahasa jawa yang akan di ucapkannya pada sang istri.


Sesampainya di kantor pun pandangannya tak luput dari ponsel,.


''Mas Refan, kerja dulu nyari uang yang banyak, jangan main ponsel terus, ucap Mike saat masuk membawa sebuah file,dengan nada wanita.


''Sialan, jangan ganggu aku dulu!'' ucap Refan.


Refan tak mau nunggu waktu lagi, jam makan siang Refan pun langsung pulang ke rumah demi sebuah kata yang sudah tersusun rapi,


''Aku yakin kamu nggak akan marah lagi setelah mendengar kata kataku, ucapnya sambil keluar dari ruangan.


Dengan langkah gontainya Refan berjalan menuju lift.


''Eits... tunggu dulu, mau kemana, ucap Mike tiba tiba menghalangi jalan Refan.


''Pulang, ucap Refan singkat.


''Alasan, bilang saja mau ketemu Nia. ucap Refan sinis.


Akhirnya Mike melajukan mobilnya menuju rumah Refan.


''Sayang, ucap Refan saat mobil baru saja berhenti di depan rumah, ternyata Sahila dan Nia sedang berada di teras belakang menikmati indahnya taman.


Sahila diam dengan cueknya, sedangkan Nia beranjak dari duduknya.


Cup, kecupan kening itu pun langsung mendarat.


''Mas mau bicara, kamu dengar baik baik.


Sahila tak menjawab, hanya pandangannya saja yang fokus pada mata manik Refan.


''I LOVE YOU''


''AKU MENCINTAIMU ''


''AKU TRESNO SLIRAMU ''

__ADS_1


''SARANGHAE''


''WO AI NI''


Tiba tiba saja Sahila mendengar kata itu dari mulut sang suami.


Sahila tersenyum meraup wajah tampan itu dan menundukkanya.


''Jadi dari semalam kamu beneran mencari tau apa yang aku ucapkan,?'' tanya Sahila.


Refan mengangguk.


''Dan itulah jawabannya, aku memberi satu jawaban dalam beberapa bahasa sekali gus ,jadi nggak usah kamu pertanyakan lagi ,ucapnya sambil memeluk badan Sahila.


Lain dengan Refan dan Sahila ,MIke dan Nia berada di ruang tamu,


''Apa kamu nyaman tinggal disini bersama Nona, tanya Mike pada Nia.


''Di mana pun aku akan merasa nyaman, asalkan bersama orang yang peduli padaku, aku tidak pernah memandang tempat selagi aku tidak pernah mengganggu orang di sekelilingku. ucap Nia.


Mike tersenyum, ''Kamu masih saja seperti dulu, dan kamu selalu bilang seperti itu padaku, ucap Mike kembali.


''Apa kamu sudah siap untuk menikah denganku,?'' pertanyaan Mike membuat Nia tersenyum.


''Sebenarnya aku sudah siap dari dulu, tapi aku takut kalau aku menikah denganmu kamu akan menanggung beban keluargaku, karena sekarang hidupku tak ada beban dan tak ada orang yang harus aku tanggung, aku siap untuk menikah denganmu, dan aku siap untuk melayanimu seumur hidupku, ucap Nia sungguh sungguh.


''Baiklah, kalau gitu aku akan membawamu pulang ,tapi untuk menikah kita akan menunggu nona melahirkan, aku nggak mau bos kerepotan sendiri, kamu paham kan?''tanya Mike,


Nia mengangguk .


''Kapan pun mas mau menikahiku aku akan sabar menunggu, karena dari awal mas menyelamatkanku dari situlah aku milikmu,


''Tapi kenapa waktu itu kamu mau menikah dengan anak juragan kampung itu?'' tanya Mike mengingat kejadian di kampung.


''Aku nggak punya pilihan lain, saat itu pikiranku buntu, karena aku nggak mau hidup di bayang bayangi hutang ,Akhirnya aku nekad meminjam uang pada juragan, tapi dia minta sertifikat pak lek, awalnya aku menolak karena aku tak punya hak, tapi aku terlanjur masuk, dan siapapun tak bisa keluar dari lubang juragan, saat anaknya melihatku, dia bilang suka padaku, Akhirnya juragan menyetujui permintaan ku dengan syarat aku harus mau menikah dengan anaknya, dengan terpaksa aku menerimanya karena aku tak mau memenangkan egoku, dan mengorbankan sertifikat pak lek .ucap Nia panjang lebar.


Apakah sesulit itukah hidupmu selama ini, mungkin orang hanya bisa memandang mu sebelah mata, aku pun begitu saat tau kamu pergi dariku, setelah kamu menerima uangku, tapi semuanya berbalik, kamu sangat kesulitan menjalani masa remajamu, dan mulai sekarang dan seterusnya aku tidak akan membiarkanmu hidup seperti itu lagi, batin Mike.


''Apa sekarang kamu butuh uang.?'' Mike menawarkan pada Nia, mungkin saja ada yang ingin Nia beli .


Nia menggeleng.


''Sekarang aku sudah tidak membutuhkan uang lagi, aku hanya butuh kenyamanan, dan itu akan aku dapatkan darimu juga. ucapan Nia membuat Mike tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2