
''Pagi pak...., semua karyawan menyapa, tak ada satupun yang meninggalkan momen pagi
ini, melihat bosnya yang sudah lama tak terlihat dan tanpa kabar, namun pertanyaan itu hanya ada dalam hati para karyawan, tak ada satu pun yang berani mengungkapkannya.
Jika biasanya wajahnya selalu tegang ,namun kali ini wajahnya memancarkan kebahagiaan dan kepedulian.
''Bos lihat para karyawan semakin mengagumi bos, semenjak bos menikah dengan nona wajah bos terlihat lebih muda dan Wah, ucap Mike berada di dalam lift.
''Terus saja ngoceh Mike, aku pastikan siang ini kamu akan kemabli ke negara L. ucapan Refan yang membuat Mike langsung membisu seketika.
''Nanti siang aku mau makan di rumah, jadi mulai sekarang jadwalku saat makan siang kamu kosongkan, sepenting apapun itu,.
''Baik bos akan aku laksanakan'.
Mulai deh, setelah ini pasti aku akan lebih repot menghadapinya, batin Mike sambil geleng geleng di belakang Refan.
Sesampai di ruangannya Refan langsung saja bergelut dengan pekerjaan yang sudah menumpuk, karena di tinggalnya selama beberapa hari.
Sedangkan Di rumah Sahila yang tidak punya kegiatan pun hanya tiduran di kamar, rasa kebosanan mulai muncul,dalam hatinya ingin sekali melakukan sesuatu, namun tak di mengerti oleh dirinya, ingin keluar pun tak bisa karena Refan tak mengizinkannya.
''Lama lama bosan juga, kalau hanya berdiam di kamar, ngapain ya enaknya, sambil mengetuk ngetuk meja,.
''Apa aku coba bikin kue aja untuk mas Refan saja, aku yakin pasti mas Refan suka.
Akhirnya Sahila turun dan langsung ke dapur untuk membuat kue bersama sang Bibi.
''Wah ,non pinter sekali bikin kuenya, pasti den Refan suka, ucap bibi saat Sahila mulai membuat adonan.
''Ini mah belum jadi bi, nggak tau deh nanti enak apa nggak, lagian aku juga sudah lama nggak bikin, mudah mudahan saja seperti yang aku harapkan.
Setelah beberapa jam, kini Sahila melihat hasil buatannya,
''Wah, ternyata berhasil Bi, tapi rasanya enak nggak ya,? ''
''Nggak usah di tanya Non, itu pasti enak,baunya aja sudah menggoda, lagian Non membuatnya kan penuh cinta, ucap bibi menambahi.
Sahila menaruh kuenya di meja makan, dan kini beralih masak untuk makan siang.
''Ternyata capek juga ya Bi, jadi Ibu rumah tangga, tapi bentar deh ,aku tanya mas Refan, dia siang ini pulang nggak, kalau nggak mendingan aku nggak usah masak.
✉️
Mas, kamu nanti makan siang di rumah atau di kantor,
pesan dari Sahila.
✉️
__ADS_1
Di rumah, tunggu aku,awas,jangan sampai ketiduran saat aku pulang ya, jawaban dari Refan.
Semua karyawan saling berbisik ,melihat tingkah Refan yang senyum senyum sendiri, karena saat Ini Refan sedang ada di ruangan rapat,
''Bos, ingat tempat, bisik Mike, yang membuat Refan langsung berdehem membuyarkan suasana.
''Maaf, ucap Refan sambil menggaruk alisnya yang tidak gatal.
''Baiklah sekarang kita lanjutkan, ucap Refan kembali dan langsung melanjutkan sampai selesai,
Setelah semua karyawan buyar, Refan langsung saja keluar dari kantor dan kali ini tanpa sang sekretaris,
Sepanjang perjalanan hanya ada senyuman, di wajah cool Refan, karena dalam bayangannya hanya ada wajah Sahila.
Untung saja Refan sudah mengingatkan, Sahila sudah berkali kali menguap, namun di tahannya, karena memang jam segini biasanya sudah tidur siang,
''Sayang aku pulang, teriak Refan dari balik pintu, Sahila yang mendengarnya langsung berlari menghampiri Refan dan mencium punggung tangannya.
''Kenapa matamu mulai sayup, apa kamu sudah ngantuk?'', tanya Refan melihat mata cantik Sahila.
Sahila mengangguk.
''Sayang, masa jam segini kamu sudah ngantuk, perasaan tadi bangunnya nggak pagi pagi amat,
''Mas ayo makan, aku sudah lapar, ucap Sahila menarik tangan Refan dengan manja.
''Bi, panggil Refan.
Bibi langsung saja menghampiri Refan dan Sahila di meja makan .
''Iya den, apa aden perlu sesuatu?'',
Refan menggeleng,
''Kenapa masak sebanyak ini, memang ada tamu siapa, kita kan cuma berdua, bisik Refan
''Sudah aden makan saja, nanti juga tau sendiri, bibi balas berbisik, sedangkan Sahila hanya diam melihat tingkah dua orang di depannya.
''Sayang, ini kue bikinan siapa, kelihatannya enak?'',
''Aku yang buat ,dan itu special untuk mas Refan, ucap Sahila dan langsung memotong kuenya,
Kebersamaan keduanya memberi makna tersendiri bagi Bibi yang melihatnya, Refan yang sering memandang Sahila saat makan membuatnya kenyang sendiri dan hanya makan sedikit,
Sahila beranjak dari duduknya, hendak membersihkan piring bekas makan mereka namun sang bibi melarangnya.
''Mas, aku terlalu bosan di rumah, nggak punya kegiatan apa apa, masa cuma tidur dan makan saja, rengekan Sahila.
__ADS_1
''Baiklah ,kalau gitu kamu ikut aku ke kantor saja, biar kamu tau juga suasana kantor,
ajak Refan,
''Baiklah, kalau gitu aku ganti baju dulu, ucapnya lalu pergi meninggalkan Refan.
''Jangan pakai baju yang terlalu seksi, Refan berteriak.
''Bi mulai sekarang bahan makanan jangan sampai telat, Bibi lihat sendiri kan ,kalau majikan bibi suka makan!''
''Baik Den,
Bukannya dia suka wanita yang seksi, kenapa dia melarangku memakai pakaian yang seksi, apa dia tidak mau melihat aku sedikit cantik batinnya,
Namun Sahila tetap menurut apa kata Refan, memakai dres selutut dan sedikit longgar.
Sepanjang perjalanan wajah Sahila nampak gugup, keringat mulai bercucuran menghiasi pipi mulusnya.
''Kamu kenapa kok sampai berkeringat ?''tanya Refan saat mobil nya sudah terparkir di depan kantor.
Sahila menelan ludahnya dengan susah payah, melihat gedung yang begitu besar, meski dirinya sudah berkali kali melihat, mamun baru kali ini akan memasukinya.
''Mas, mendingan aku pulang saja, aku takut di tertwakan orang di dalam,aku kan nggak selevel dengan kamu, di kira nanti aku pembantu kamu ucap Sahila ngawur.
Sebuah ciuman mendarat di kening Sahila.
''Ini perusahaan ku dan kamu istriku, tidak akan ada yang berani menertawakanmu, apa lagi mereka cuma karyawan, ucapnya meyakinkan.
Refan membuka pintu mobil dan langsung menggandeng tangan kecil Sahila,
Sepanjang perjalanan menuju ruangannya, banyak pasang mata yang melihat sinis ke arah Sahila, namun tak ada yang berani bertanya, ada yang langsung saling berbisik, karena dulu melihat yang sangat cantik di bandingkan dengan Sahila, itulah menurut pandangan fisik seseorang, karena yang mereka tau hanya luarnya saja, tanpa ada yang ingin tau bagaimana hatinya,
Sahila merasa kagum dengan bangunan yang indah dan tinggi., setiap sudut ruangan yang tersusun dengan rapi.
Setiba di ruangannya, Refan langsung menunjukkan kamar pribadi tempat istirahatnya pada Sahila.
''Istirahatlah di sini, aku akan selesaikan pekerjaanku,
Sahila mengangguk dan masuk kedalam ruangan, namun balik lagi,
''Maas....Rengek Sahila dan langsung menghampiri Refan.
Refan langsung menarik tubuh Sahila ke atas pangkuannya.
''Kenapa lagi, apa kamu lapar lagi?'' ucap Refan bercanda,
Sahila hanya menggeleng tak menjawab.
__ADS_1
''Siang bos......ucap seseorang yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu,