
Setelah kejadian di mall ,kini Sahila masih saja cuwek pada sang suami, pasalnya itu sangat menjengkelkan baginya,
Refan yang merasa di acuhkan pun ikut diam tak mau menambahi kesalahannya lagi,
Hanya bisa mengikutinya dari belakang,
''Mas, aku mau ke kamar mandi ,masa iya kamu ikut sih, ucap Sahila menoleh ke arah Refan yang masih setia di belakangnya.
''Nggak, mas cuma mau memastikan kalau kamu baik baik saja sayang, ucapnya ramah.
Sahila mendengus mendengar suaminya yang sangat lebay kali ini.
''Mas lihat, kita ini di kamar, jadi aku akan baik baik saja, semut saja tidak akan berani menggigitku jika mereka mencium bau parfum mas apa lagi orang, ucapnya setelah menepuk jidatnya sendiri.
Refan tersenyum dan kembali duduk bersantai menunggu Sahila.
Di dalam kamar mandi, Sahila menggerutu, ''Kira kira ini perlu di curhatin nggak ya sama yang lain, apa suami mereka juga kayak mas Refan ,atau hanya mas Refan yang bersikap seperti itu,
Setelah melakukan aktivitas di kamar mandi ,Sahila melihat Refan yang masih sibuk dengan ponselnya.
''Mas, kamu mau tidur di ranjang apa di sofa, tawarnya.
Dengan cepat Refan beranjak menghampiri Sahila yang sudah memakai piyama,
''Di ranjang dong sayang ,nanti siapa yang memeluk kamu, ucapnya.
Dengan cepat Sahila membaringkan tubuhnya tanpa menghiraukan Refan lagi,
Sahila menarik selimutnya menutupi separuh tubuhnya meskipun berulang ulang Refan menariknya.
''Mas, kalau kamu kayak gini terus lebih baik mas tidur di sofa saja, cukup kata itu membuat tangan Refan tak bergerak bagaikan terkunci.
Setelah merasa kalau Refan tak mengganggunya, Sahila malah tertawa keras menggema di seluruh ruangan. .
Refan yang mendengarnya langsung membangunkan kepalanya.
''Kamu kenapa, seperti habis lihat pelawak saja ,ucapnya heran melihat wajah Sahila yang masih tertawa.
Apa nya yang lucu, kenapa dia bisa tertawa seperti itu, batinnya.
Refan menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat tingkah sang istri.
__ADS_1
Karena Sahila yang tak memperhatikannya, Refan langsung mendekap tubuh Sahila ,meskipun sang istri meronta ronta ingin di lepaskan, Refan tak mempedulikannya.
Tau rasa kamu ya, akhir akhir ini perasaan kamu sering ngerjain aku, batinnya.
''Mas tolong lepasin, aku nggak bisa nafas nih, ucapnya mencengkal tangan Refan ,namun tak berhasil juga.
''Siapa suruh kamu kerjain mas terus,ini balasannya dan jangan harap malam ini kamu lepas dariku ya, ucapnya sambil menciumi rambut Sahila.
Kenapa aku sendiri yang terjebak sih, aku kan mau ngerjain mas Refan... A... siapapun yang bisa menolongku malam ini akan aku jadikan saudara, batinnya menjerit ,seperti sayembara saja.
Namun nihil ,semua itu gagal, dan malam ini kemenangan ada di pihak Refan, dan Refan tak memberikan kesempatan sedikit pun Sahila untuk bergerak.
Setelah beberapa jam berlalu, Sahila masih saja kesal dengan perbuatan sang suami,
Kenapa sih dia bisa selalu menang dariku, apa karena tenaganya lebih kuat, Sahila berbicara dalam hati sambil melihat wajah sang suami yang kini sudah mulai memejamkan mata.
''Ayo tidur sayang ,apa kamu mau yang seperti tadi, kata Refan membuat Sahila langsung saja memejamkan matanya takut kejadian tadi terulang lagi.
Refan tersenyum menyeringai.
Kamu tidak akan bisa menang sayang, batin Refan senang.
Aku pastikan mulai besok aku akan mencari cara jitu untuk membuatmu kalang kabut ya mas, batinnya saat ini dalam dekapan sang suami.
.
.
.
.
.
Karena semalam merasa gagal dalam usahanya, pagi ini Sahila terlihat ngambek, setelah membersihkan diri di kamar mandi ,sahila langsung menghampiri Kyara yang mulai menggeliat.
Sahila tersenyum melihat putri kecilnya itu membuka matanya dengan pelan.
''Pagi sayang, sudah bangun ya, sekarang kita mandi dulu ya, ucapnya sambil mengangkat bayi kecilnya.
Sahila melihat Refan yang masih memejamkan matanya pun kini mulai usil dengan Meletakkan Kyara di atas perut Refan,
__ADS_1
Sedangkan Refan yang sedikit merasa berat langsung membuka matanya.
''Wah, princes papa sudah bangun ya, ucapnya langsung memberi morning kiss pada sang putri.
''Mama juga sini dong, papa kasih morning kiss, ucapnya meraih tengkuk leher Sahila, yang memang sudah condong karena memegangi Kyara.
''Mas, apa papa nggak pernah telepon, gi mana kabarnya? '', tanya Sahila penasaran, karena selama pergi Sahila belum pernah tau keadaan papa mertuanya.
''Papa baik ,kemarin baru saja telepon, katanya juga kangen sama Kyara, tapi papa memang nggak mau VC, papa ingin langsung pulang saja bulan depan,
Sahila mengangguk mengerti.
''Karena semalam kamu sudah membuatku kelelahan, sekarang tantangan kamu adalah mandiin Kyara ya, yang bersih dan wangi ,ucap Sahila langsung saja melepaskan Kyara di tangan Refan.
Sedangkan Refan tak bisa berbuat apa apa selain menerima tantangan dari sang istri yang kini sudah berlalu keluar.
Ini nih, kalau aku nggak cepat cepat ke kamar mandi, batinnya.
Namun setelah melihat Kyara tersenyum, Refan ikut tersenyum dan mencium pipinya.
''Nggak apa apa cantik, mandi sama papa ya, biar princes cantik seperti mama, ucapnya sebelum membawa Kyara ke kamar mandi.
Sedangkan Sahila yang belum benar benar pergi pun hanya tersenyum melihat tingkah suaminya,
Di sisi lain, pasti ada secercah harapan bagi sepasang suami istri untuk mendambakan hadirnya sang buah hati, begitu juga dengan Nia dan Mike, kini hari harinya yang di jalani dengan bahagia itu, hanya bisa mengharapkan seorang bayi, meskipun nyonya Wilson mengatakan ingin meminta bayinya, itu tak membuat Mike bergeming karena baginya itu memang hanya gertakan belaka.
Nia pun kini ikut santai tak mau membebani fikirannya dengan hal yang memang belum tentu terjadi.
''Tapi kalau aku nggak hamil dalam satu bulan ,apa mas mau ikut mama pulang?'', tanya Nia.
Mike tertawa mendengar ucapan Nia kali ini.
''Sayang dengarkan mas, bibit mas itu premium pastinya unggul, pasti akan cepat tumbuh, kamu tinggal nunggu ngidam saja, dan mas akan menuruti semua keinginan kamu, ucap Mike percaya diri.
Selain tuan Refan ,ada lagi nih yag narsis dan sok sokan, memangnya nanam cabe, tinggal nunggu tumbuhnya, ini mah anak di kira apa, memang ada bibit premium, aduh lama lama aku jadi gedeg juga ngadepin suami bule ini, batin Nia.
Kini lama lama Nia ikut pusing ngadepin suami yang tak jauh beda dengan bosnya.
''Aku tantang kamu ya, kalau sampai aku hamil dalam bulan ini ,berarti mas benar, kalau bibit mas unggul ,tapi kalau belum hamil juga, berarti bukan bibit premium ..
''Oke, aku terima tantangan kamu sayang, tapi hadiahnya dulu kalau mas memang benar, bisiknya.
__ADS_1
Nia tersenyum ''Mas, ya hadiahnya anak, itu mah hadiah yang sangat berharga dari apapun .ucapnya lalu pergi meninggalkan Mike.