
Refan sudah tidak sabar ingin pulang, rindunya pada Sahila semakin menggebu gebu, setelah pulang dari rumah juragan, Refan dan Mike singgah di rumah pak lek Hajir,
Refan langsung saja berlari ke bukit untuk menghubungi Sahila, menceritakan semua yang terjadi kenapa sampai dirinya dan Mike dua hari belum pulang, meskipun dengan mudahnya Sahila menerima, tapi di sini Refan yang tidak terima.
Pasalnya karena Mike ,dirinya harus ingkar janji pada Sahila.
''Kamu ingat ya, kamu harus tanggung jawab karena kamu yang membuatku sampai dua hari di sini .ucap Refan masih di rumah pak lek Hajir.
''Bos tenang saja, aku pasti akan tanggung jawab, ucap Mike singkat, pasalnya Mike memang sangat santai menghadapi Refan, apa lagi dirinya sekarang merasa sangat bahagia sudah bertemu dengan Nia.
Mike tak mau mengulur ulur waktu karena bosnya yang sudah mengajaknya pulang itu semakin membuatnya risih.
''Pak lek, aku minta izin sama pak lek, apa Aku boleh membawa Nia ke kota?'', ucap Mike ragu, namun Mike harus lakukan itu.
''Nia, kamu ke sini, pak lek mau ngomong. pak lek memanggil Nia yang sedang memasak bersama Bu lek.
Nia duduk di samping pak lek Hajir berhadapan dengan Mike dan Refan .
''Sekarang semuanya tergantung kamu Ndok, pak lek tidak akan melarangmu, kamu pilih saja yang menurutmu baik, kamu mau ikut mase ke kota atau kamu akan tetap tinggal di sini, ucap pak lek Hajir sekali lagi.
''Kalau aku ikut mas ke kota, siapa yang akan bantuin pak lek di sini, Nia memegang kedua tangan pak lek Hajir.
''Ndok, kamu jangan khawatirkan pak lek, lagi pula sebelum kamu disini, pak lek dan Bu lek juga sudah terbiasa di kebun sendiri, sekarang sudah waktunya kamu menentukan masa depanmu, kalau kamu mencintai mase, kamu nurut apa katanya, pak lek merestui kalau memang kamu memilih untuk ikut mase ke kota, dari pada kamu disini di kejar kejar lagi sama anak juragan, ucap pak lek panjang lebar,
Nia berpikir sejenak, membenarkan apa kata pak lek Hajir,
__ADS_1
''Mas, kalau aku ikut ke kota aku kerja apa, tanya Nia membuyarkan keheningan sesaat.
''Kerja, kamu akan kerja di rumah bos, kamu akan melayani nona selama kahamilannya, kamu mau kan?'', ucapan Mike membuat Refan mengernyit. Mike pun sedikit bingung dengan apa yang di ucapkannya dan hanya itu yang terlintas di otaknya.
''Maksud kamu apa, bukankah kamu mau membawanya pulang ke luar negeri, dan akan menikahinya, Kenapa kamu suruh dia kerja di rumahku, apa kamu nggak kasihan padanya.?''bisik Refan.
''Selama aku dan dia di kota ,nggak mungkin kan aku nyuruh tinggal di apartemenku, atau nyuruh tinggal sendiri, lebih baik dia tinggal di rumah bos saja, bisik Mike balik.
Refan mengangguk anggukkan kepalanya mendengar penjelasan Mike.
''Iya, aku akan ikut mas ke kota dan aku akan nurut sama mas, aku akan melayani Nona .ucap Nia lembut.
Refan melihat penampilan Nia mengingat kan pada Sahila waktu mereka pertama bertemu ,memakai rok dan kaos oblong serta sandal jepit, tak luput dengan rambut yang di kuncir kuda.
Kok aku jadi ingat istriku ya, dulu dia juga berpenampilan seperti ini, dan sekarang sekretarisku ini juga mencintai wanita kampung, apa apaan ini ,kenapa bisa sama begini, batin Refan.
''Adanya cuma seperti ini,mungkin tidak seperti makanan kalian, ucap pak lek merasa nggak enak karena hanya ada lauk sederhana dan sayuran yang di petik dari kebun sendiri.
''Nggak apa apa pak lek, lagi pula aku sering makan seperti ini saat di rumah Ibu mertua kok, ucap Refan langsung.
''Wah ternyata mase ini istrinya juga orang kampung to, ucap pak lek yang langsung mendapat anggukan dari Refan.
Selera yang aneh, orang kota, kaya pula ,tapi selera istri kok pada dari kampung .batin Bu lek.
Setelah keduanya makan bersama, pak lek dan Bu lek serta Nia, dengan cepat Refan dan Mike meminta izin untuk pulang ke kota, di samping urusannya sudah beres, Refan juga sudah tidak sabar untuk bertemu sang istri.
__ADS_1
''Kalian hati hati, pak lek dan bu lek hanya bisa ngasih doa, mase tolong jaga Nia baik baik, pak lek titip putri pak lek satu satu nya pada mase, ucap pak lek saat Mike dan Refan pamit,
Mike merangkul laki laki yang berpawakan kurus itu,
''Dengan senang hati aku akan menjaga putri pak lek, dan aku akan secepatnya memberi kabar baik ke sini, aku akan menihkahi Nia kalau waktunya sudah tepat, ucap Mike masih dengan posisi merangkul,
Sedangkan Nia memeluk pak lek dan Bu lek secara bergantian serta di iringi dengan air mata.
''Pak lek kami pulang dulu, aku akan ingat dengan pak lek Hajir dan Bu lek, kalian orang yang the best, ucap Refan pula sambil merangkul pak lek.
''Mase yang satu ini bisa saja, pak lek doakan kalian sukses selalu, dan semoga proyek yang di bangun di kampung ini lancar ,supaya warga tidak kesusahan lagi.
Mike dan Refan menggangguk dan mereka mulai berjalan meninggalkan pak lek Hajir dan Bu lek.
''Akhirnya ya pak, Nia akan mendapat suami yang baik dan tampan, aku nggak nyangka perjalanan hidupnya yang sulit itu akan berubah, aku yakin mase bisa membuatnya bahagia, ucap Bu lek.
''Iya Bu e, kang mas dan mbak yu pasti senang di alam sana, anak mereka sebentar lagi akan menjadi seorang istri, pangorbanan Nia selama ini untuk menghidupi kedua orang tuanya sudah mendapat bayaran yang setimpal, Nia akan mendapat suami yang akan menyayanginya bagaimana dia menyayangi kedua orang tuanya. ucap pak lek Hajir pula melihat punggung ketiganya berlalu.
Sesampainya di rumah pak lurah pun Refan dan Mike pamit dan mengucapkan terima kasih karena pak Lurah yang sudah baik dengan kedatangan mereka.
''Loh, ini Nia to, keponakan pak lek Hajir, mau kemana? ''Ucap pak lurah heran sambil melihat Nia yang membawa tas besar.
Nia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
''Iya pak, saya akan membawa Nia ke kota, dan sebentar lagi saya akan menikahinya, ucap Mike pada pak lurah.
__ADS_1
''Syukurlah, Akhirnya kamu nggak jadi nikah sama anak juragan itu, pak lurah sempat was was, gadis sebaik kamu harus menikah dengan orang seperti itu, ucap pak Lurah merasa gembira dengan pernyataan dari Mike.
''Ya sudah, kami pamit dulu pak lurah, sebelumnya kami minta maaf, kalau selama kami di sini membuat kesalahan pada warga sini .ucap Refan sambil berjabat tangan dengan pak lurah.