
''Seharian penuh tanpa aktivitas apapun ,namun otaknya sudah terasa lelah memikirkan kejadian yang saat ini sedang menimpanya, itulah Refan, yang sedang kacau, Refan membaringkan badannya di sofa ruang keluarga, ingin merasakan bagaimana rasanya tidur di tempat yang sangat sempit seperti yang di lakukan sang istri semalam, Karena diam diam semalam Refan memperhatikan Sahila.
''Ternyata kamu semalam sangat tersiksa seperti ini ,apa lagi kamu tidak hanya sendiri melainkan bersama dengan bayi kita. gumamnya.
Tak lama ada yang membuka pintu utama membuat Refan beranjak menghampiri.
''Loh, Fan kok kamu sudah ada di rumah ,apa hari ini kamu nggak kerja, ?''celetuk pak Cakra.
Refan menggeleng dan mulutnya terkunci, wajah yang kusut itu di tunjukkan di depan sang papa..
''Kamu kenapa, kelihatannya ada masalah, proyek mana yang tidak bisa kamu atasi sampai kamu bawa ke rumah?''. ucap pak Cakra lagi ,basa basi,apakah Refan akan memberi tau pak Cakra masalahnya yang sesungguhnya, atau akan menyembunyikannya.
''Pa jangan basa basi ,mana istriku?'', ucap Refan singkat membuat pak Cakra memgangkat alisnya.
Ternyata cerdas juga kamu, tau kalau papa yang menyuruh Sahila pergi. batin pak Cakra.
''Istri, maksud kamu Sahila,?''pak Cakra mencoba mengulangi.
Refan mengangguk.
''Biarkan dia tenang dulu, papa tidak tau masalah kalian, papa hanya kasihan sama Sahila, dia tadi menangis di kamar, katanya kamu nggak mau bicara padanya, dia juga nggak tau kesalahannya apa, jadi papa harap untuk sementara waktu lebih baik kalau kamu membiarkannya, dia itu sedang hamil, jadi tidak baik baginya kalau merasa tertekan.
Ucap pak Cakra panjang lebar.
''Di sini memang aku yang salah pa, aku cemburu, melihat dia dengan laki laki lain, dan aku salah mengambil kesimpulan, aku fikir dia akan menghianati ku dengan pria lain, seperti yang di lakukan Kania dulu, tapi setelah aku tau samuanya aku menyesal.
''Itulah kamu Fan, bahkan sampai sekarang pun kamu masih saja ingin menang sendiri, kamu jangan samakan Sahila dengan Kania ,mereka itu berbeda, dan untuk kamu jangan mengulangi kesalahan seperti ini lagi, karena papa juga tidak mau memaksa Sahila untuk di sampingmu terus ,kesabaran ada batasnya, meskipun kamu baru sekali mengabaikannya, tapi itu akan menyakitkan bagi seorang istri. ucap pak Cakra menasehati.
Refan meresapi semua perkataan pak Cakra yang menurutnya benar, Sahila dan Kania memang berbeda ,di pandang dari segi apapun. itulah yang membuat pak Cakra kekeh menjadikan Sahila menantu.
''Terus sekarang istriku di mana? '' tanya Refan pada pak Cakra.
__ADS_1
''Di Villa, papa yang menyuruh supir taksi membawa Sahila dan Nia ke villa ,karena menurut papa tempat itu akan membuatnya tenang, dan sedikit melupakan masalah yamg sedang kalian hadapi.
Tanpa berkata, Refan lansgung beranjak dari duduknya,
''Kamu mau kemana?'' tanya pak Cakra kaget karena tiba tiba saja Refan meninggalkannya tanpa pamit.
''Mau menyusul istriku, aku nggak mau lama lama dia pergi ,aku mau minta maaf atas semua yang aku perbuat, ucap Refan serius.
Pak Cakra tersenyum dan menepuk bahu Refan.
''Papa percaya, baiklah kalau begitu, pergilah, tapi cukup kali ini kamu membuatnya sedih, jangan ulangi lagi !''ucapan terakhir pak Cakra membuat Refan merangkulnya,.
''Terima kasih pa, aku akan dengar semua omongan papa, ucapnya.
Tanpa pikir panjang, Refan langsung saja melajukan mobilnya dengan kencang dan kali ini Refan tak melibatkan Mike.
''Sekarang aku tidak akan mengucapkan janji di depanmu, kalau kenyataannya aku masih mengingkari, tapi aku akan melakukan apapun itu yang membuatmu nyaman di sampingku ,aku minta maaf untuk semuanya .gumamnya.
''Mobil siapa itu?'' gumam Refan sambil melihat mobil yang
sudah terparkir itu dari dekat.
''Ini kan mobil Mike, kenapa ada disini,?'' ucapnya pelan, sambil melihat lekat mobil itu.
''Pak, dari kapan mobil ini ke sini ?'' tanya Refan pada penjaga villa.
''Dari siang tuan, katanya teman tuan .ucap penjaga dengan ramah .
Sedangkan Refan hanya mengangguk, meresapi setiap kata yang di utarakan penjaga.
Pantas saja Mike terlihat cuek saat aku ajak bicara, ternyata dia sekongkol dengan papa untuk menyembunyikan istriku, gumam Refan.
__ADS_1
Akhirnya Refan tak mau menunggu lagi, Refan melangkahkan kakinya menuju pintu utama, setelah mengetuki pintu beberapa kali ,akhirnya Sahila sendiri yang membuka pintu.
Sahila terbelalak melihat sang suami yang mematung di depannya.
''Sayang, ucap Refan pertama kali, dan langsung memeluknya, namun sahila hanya diam tak menyahut.
''Aku minta maaf untuk masalah kemarin, aku sudah salah menilaimu, dan aku minta maaf karena aku mengabaikanmu, ucapnya sambil memegang kedua tangan sahila.
Sahila tersenyum kecil, melihat sang suami yang terlihat sangat menyesal.
''Memang mudah sekali untuk mengatakan maaf, tapi untuk memaafkan itu mungkin sangat sulit,dan aku sadar ,aku hanya wanita kampung yang naik derajat hanya karena menikah denganmu, jadi mas nggak perlu minta maaf, mungkin dulu saat kamu menghina ku ,aku hanya diam karena kita bukan siapa siapa, tapi kali ini aku merasa aku sakit hati, saat kamu mengabaikanku, mengabaikan apa yang sudah aku lakukan untukmu, mungkin aku sedikit egois, tapi untuk kali ini aku nggak bisa menahannya, ucap Sahila sambil menangis ,sedangkan Refan masih saja dengan posisinya berdiri mematung di depan Sahila sambil memegang kedua tangannya.Kata Sahila kali ini seakan mengiris hati Refan yamg paling dalam, karena mengingatkannya lagi pada masa lalu yang sangat kelam itu.
''Jangan menangis, aku nggak akan sanggup melihatnya, kalau kamu mau ,hukumlah aku,kalau itu bisa membuatmu lega, tapi jangan pernah pergi dariku, karena mungkin dengan itu kamu akan membunuhku dengan perlahan, kata Refan sambil meraih tubuh kecil itu dan memeluknya.
Memang tidak ada penolakan dari sahila, tapi Tangisan Sahila semakin terisak.
''Mas minta maaf, mas yang salah paham denganmu, karena waktu itu mas nggak pikir panjang, mas hanya melihat apa yang ada di depan mata tanpa mencari tau kebenarannya.ucap Refan sambil mencium kening Sahila.
''Aku tau, Tuan Mike sudah menceritakan semuanya, ucapan Sahila Membuat Refan mengernyitkan dahinya.
''Mike, dia ke sini,?'' ucap Refan pura pura tidak tau, padahal dirinya sudah tau kalau mobil yang ada di depan adalah mobil Mike.
Sahila mengangguk. ''Iya, tuan Mike ada di dalam bersama Nia, akhirnya mereka berdua masuk menyusul Mike dan Nia yang sedang bersantai di ruang keluarga.
Sebelum mereka sampai di ruang keluarga ,Refan menahan tubuh Sahila, membuat sang empu bertanya.
''Kenapa?'', tanya Sahila singkat.
''Apa mas boleh menginap disini?'' ucapan Refan membuat Sahila tersenyum.
''Ini villa milik papa, kenapa kamu minta izin, kamu boleh nginap di sini, tapi kamu nggak boleh tidur dengan ku, kata Sahila kali ini membuat Refan cemberut.
__ADS_1
Terserahlah, suka suka kamu sayang , yang penting aku bisa melihatmu dari dekat, mungkin ini akan menjadi hukuman untukku batin Refan menerka.