KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 232. Sakit


__ADS_3

Malam pertama menginap di Villa, Refan merasa resah , karena keadaan Sahila yang sakit, dan itu semua karena dirinya, melihat keadaan sang istri yang berbaring di sampingnya, sesekali membisiki kata maaf, karena gara gara perbuatannya lah Sahila saat ini demam dan bersin bersin pun melanda ,terkadang sampai hidung Sahila pun buntu dan susah bernafas, bagaimana tidak....


Flashback off


Akhirnya Sahila mau belajar renang karena bujukan dari Refan serta yang lain, apa lagi Nia dan Nesya pun ikut di ajari oleh suaminya masing masing.


''Ternyata nggak susah juga Sa ,setelah mendegar kata itu ,ada rasa keinginan untuk mencoba.


''Iya Nona, buktinya aku juga bisa.


Itu lah ungkapan dari keduanya setelah sama sama berlatih sebelumnya .


''Nona coba saja dulu, tidak apa apa, bos itu sudah jago, dan aku pastikan nona pun akan cepat bisa, apa lagi Mike ikut ikutan membujuknya.


Dengan terpaksa dan modal sedikit keberanian ,Sahila mengganti bajunya dengan baju renang, meskipun sempat mondar mandir di kamar mandi, namun itu tak menyurutkan tekadnya melihat Nesya yang berani berlatih, begitu juga dengan Nia yang sedikit mulai bisa karena Mike.


Masa iya aku nggak bisa, mereka saja bisa, itulah batinnya, dan akhirnya keluar dari kamar mandi dan siap untuk berlatih.


Saat dirinya sudah berada di pinggiran kolam ,Refan merentangkan tangannya dari dalam kolam.


''Ayo sayang, tidak apa apa kok, buang saja rasa takut kamu, ucapnya menepi menjemput Sahila yang kini sudah menceburkan kakinya ke air.


''Ongkang ongkang saja tidak cukup dong, ayolah, mas akan memegangi kamu, ucapnya kembali berharap sang istri benar benar nyebur.


Tiba tiba Mike pun datang dari belakang dengan membawa pelampung untuk dirinya.


''Pakai ini ,biar nona sedikit nyaman, ujarnya menyodorkan nya di depan Sahila.


''Karena menurutnya sudah aman, Sahila dengan pelan menceburkan dirinya hingga seluruh tubuhnya kini sudah basah.


Saat tubuhnya mulai bersentuhan dengan air ,Sahila mulai merasa kedinginan,


''Mas kok dingin ya?'', ucapnya.


Namun itu hanya di anggap memang Sahila baru pertama kali.


''Tidak, biasa saja sini dong, ajak Refan sambil menarik tangan Sahila ke tengah tengah.

__ADS_1


Dan tiba mereka sampai ditengah kolam renang, Refan melepas pelampung yang di pakai Sahila,meskipun Sahila sempat menolak, tapi dengan bujukan dan mengingat Nia dan Nesya Sahila pun akhirnya luluh dan mau melepaskan pelampungnya dengan suka rela.


''Kamu siap, aba aba dari Refan.


Sahila mengangguk dan mulai memegang tangan Refan yang menghadap dirinya.


Beberapa kali Sahila pun mengingat saat Nesya dan Nia belajar dan kini dirinya pun mengikutinya, dan memang benar tak menakutkan yang seperti yang dirinya bayangkan.


''Bisa kan, ucap Refan masih memegang Sahila yang sedikit bisa menguasai dirinya di dalam air,belum juga mengangguk semua bergemuruh bertepuk tangan membuatnya spontan menoleh dan melepaskan pegangan dari Refan, Sedangkan Refan yang ikut menoleh pun lupa dengan Sahila yang memang belum sepenuhnya bisa untuk di lepaskan, dan kejadian itu membuat Sahila langsung menyelam karena kaget , karena memang belum bisa, membuatnya meminum banyak air, dan untung saja dengan sigap Refan langsung menarik tubunya nya dan membawanya ke tepi, meski begitu,air yang masuk ke tubuh Sahila sudah tak bisa di keluarkan lagi ,meski sudah batuk beberapa kali, nihil sedikit pun Sahila tak mengeluarkan air yang terminum.


Semuanya ikut panik dan mendekat, apa lagi Refan yang masih di sampingnya pun langsung mendekapnya dan mengangkat tubuhnya membersihkannya dan membaringkannya di kamar.


Fhlasback on


Zero datang melihat keadaan Sahila yang menggigil kedinginan ,meskipun selimut tebal sudah membungkus seluruh tubuhnya, namun dingin itu seakan sudah merasuk ke tubuh Sahila saat ini,


Refan pun sudah mematikan Ac berharap akan sedikit membantu.


''Ini gi mana Zer, Refan terlihat khawatir melihat keadaan sang istri yang belum juga pulih,.


''Tidak apa apa ,semoga saja besok kakak ipar sudah pulih kembali,


''Maafkan mas ya sayang, ucapnya sambil mendekap dari belakang.


Sahila yang merasa lebih mendingan memiringkan tubuhnya menghadap Refan.


''Tidak apa apa mas, ini semua salahku, aku yang ceroboh, ucapnya dengan bibir masih gemetar.


''Tidak, bukan kamu yang salah, sekarang kita tidur, ucap Refan terakhir kali supaya Sahila cepat memejamkan matanya.


Kalau mas tau kejadiannya akan seperti ini ,mas tidak akan memaksamu untuk berenang batinnya sebelum ikut memejamkan matanya.


Malam pun mulai larut ,Refan pun mulai merasakan gerah karena Ac nya yang kini mati, dan pintu balkon tertutup rapat, dan meskipun sudah melepas bajunya itu tak cukup membantu, bahkan keringat nya mulai bercucuran,


aku harus keluar cari angin nih, batinnya sambil memakai bajunya kembali.


Melihat Sahila yang terlelap dan nafasnya yang tidak tersendat membuatnya tersenyum. Refan beranjak menuju balkon ,namun sebelum membukanya, Refan ingat kalau Sahila nanti akan mendengar pintu deret itu terbuka, akhirnya Refan memilih membuka pintu kamarnya dengan pelan dan keluar.

__ADS_1


Tiba di depan kamar Kyara, Refan mendengar Kyara seperti mengoceh membuatnya ingin melihatnya.


Lagi apa si kecil, kayaknya belum tidur batinnya menerka.


Refan mendekati pintu kamar Kyara dan benar benar mendengar kalau itu adalah suara ocehan putri kecilnya.


''Ana... panggilnya, dengan cepat pintu terbuka melihat Kyara ada di gendongan Ana.


''Kok anak papa belum tidur, ucapnya sambil memegang pipi gembul Kyara.


''Maaf pak ,barusan haus dan setelah minum susu malah nggak tidur lagi, ucap Ana ramah.


''O... nggak apa apa, sini biar aku yang ajak,Refan berkata sambil mengambil alih Kyara dari tangan Ana.


''Ikut papa ya sayang, kita turun ya, biarkan mama istirahat, ucapnya berjalan menuju tangga.


Keadaan Villa yang sepi membuat Refan sesekali menguap,namun saat melihat putri kecilnya, Refan kembali bersemangat.


Kenapa semua pada tepar sih, batinnya.


''Kenapa kamu ikut ke sini, kalau kamu mau tidur tidak apa apa, biarkan nanti Kyara tidur bersamaku, ucapnya melihat Ana ternyata mengikutinya.


''Maaf pak ,tidak apa, saya bekerja mengasuh Kyara, tapi kalau Kyara nya ada sama bapak ,saya makan gaji buta, ucapan Ana yang bisa di terima oleh akal sehat.


''Kalau begitu buatkan aku kopi, di sana dapurnya !'',perintah Refan sambil menunjuk ke arah dapur.


Setelah beberapa menit menunggu, Ana datang membawa secangkir kopi untuk Refan,


''Ini pak, mengatakannya sambil menaruh kopi di meja.


Karena asyik ngobrol dengan Kyara, Refan sampai tak menghiraukan Ana yang kini cuma menjadi penonton.


Pak Refan sangat baik dan pengertian ya, kelihatannya juga sangat mencintai bu Sahila, batinnya.


Mengantuk yang sangat melanda itu membuat Refan dengan singkat menghabiskan kopi buatan Ana,.


Melihat Kyara yang mulai mengurangi pergerakannya, itu pun membuat Refan tersenyum,.

__ADS_1


''Akhirnya kamu ngantuk juga ya, papa kira kita akan begadang disini sampai pagi , gumamnya mengelus pucuk kepala Kyara dnan sesekali menciumnya.


Setelah benar benar pulas ,Refan kembali menyerahkan Kyara ke gendongan Ana dan menyuruhnya ke kamar, sedangkan dirinya memilih tidur di sofa.


__ADS_2