KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 34.Minta bantuan


__ADS_3

''Silahkan mbak , ada yang bisa saya bantu, tanya pegawai butik menyapa Sindi dan Sahila saat mereka masuk.


''Mbak, aku mau baju pesta pernikahan yang cantik untuk temanku, ucap Sindi sambil menunjuk Sahila ,


Pegawai Butik langsung menunjukkan beberapa baju yang simple dan elegan namun terlihat mewah ,


Sahila yang melihatnya pun geleng geleng kepala.


''Sin, ini hagus banget, kayaknya ini terlalu bagus untukku deh, aku mau yang biasa saja, ucap Sahila dengan polosnya membuat Sindi geram.


''Sa, ini pesta pernikahan, dan baju ini sangat cocok untukmu,dan sekarang kamu diam saja biar aku yang pilih,!''sambil memperlihatkan sebuah gaun, yang menurutnya cocok untuk Sahila.


Sahila mencoba beberapa baju ,namun pilihan Sindi jatuh pada sebuah dres yang sangat cocok dengan kulit Sahila.


''Sa, ini cocok banget untuk kamu, aku yakin kamu akan tampil cantik nanti kalau pakai baju ini,


''Apa nggak terlalu cantik Sin?''


Sindi menggeleng, akhirnya Sahila menurut apa kata Sindi.


Aku heran Sahila orang kaya, tapi seleranya rendah sih, pikir Sindi bingung.


''Sin, kita makan dulu yuk aku lapar,?ajak Sahila.


Sindi mengangguk menerima ajakan Sahila.


Di sebuah restoran.


Bruuuk...... Sahila terjatuh,


''Ya ampun Sa, kamu nggak apa apa?'' Sindi khawatir. sambil ikut berjongkok.


''Nona nggak apa apa, tanya orang yang menabraknya.


Cantik, batinnya sambil memandang Sahila.


Sahila menggeleng dan masih memegang sikunya yang sedikit lecet.


Sedangkan Sindi tak berkedip melihat pria tampan yang berada di depannya.


Ini manusia dari planet mana, cakep banget batin Sindi.


,


''Maaf nona saya nggak sengaja, sambil berjongkok di depan Sahila dan Sindi,


''Nggak apa apa tuan, saya juga salah nggak hati hati, jawab Sahila,


''Mari, ucap pria tampan itu sambil mengulurkan tangannya membantu Sahila berdiri.


Perkenalkan nama saya Mike,


''Saya Sindi,


''Saya Sahila ,saling berjabat tangan.


''Maaf tuan, apa tuan bukan orang sini?tanya Sindi, karena melihat hidung Mike yang mancung seperti bule.

__ADS_1


Mike menggeleng, ''Saya baru kemarin tiba di sini,


''Oh... pantas cakep banget, ucap Sindi pelan namun Mike masih sedikit mendengar.


''Apa yang anda katakan nona?tanya Mike panasaran.


''Nggak apa apa ,Sindi mengelak.


''Kalau begitu saya permisi dulu nona,Mike berlalu dari hadapan Sindi dan Sahila.


Mike berlalu keluar sari restoran, sedangkan Sahila dan Sindi mencari tempat duduk kosong,


''Sa, kamu lihat nggak sih cowok tadi cakep banget,


''Hmmm, apa kamu suka?


''Sa, cewek mana sih yang nggak menyukai cowok setampan itu, kalau dia mengajak ku menikah sekarang juga aku pun mau Sa?'',


''Sin, kalau mau mimpi jangan tinggi tinggi, nanti jatuh kan sakit,


''Iya Sa, aku juga tau kok,lagian mana ada cowok setampan itu mau sama aku? ''


''Sin, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, dan jodoh siapa yang tau, mungkin sekarang kita baru mengenalnya, siapa tau nanti kita bersahabat dengannya lebih dekat. ucap Sahila namun sedikit cuek.


Sindi mengangguk


Sehari penuh Sahila dan Sindi menghabiskan waktunya di luar,


------------------------


''Apa.., jawab papa Cakra kaget, dengan pernyataan pak Jono yang mendapat kabar dari bibi,


''Jadi, waktu saya pergi, Sahila juga pergi dari rumah?''


''Iya tuan,


''Ini nggak bisa di biarin pak, kita pulang sekarang!''pak Cakra berdiri dari duduknya .


Pak Jono membereskan baju pak Cakra,


Pak Jono menjalankan mobilnya menuju rumah pak Cakra.


Setibanya di rumah pak Cakra langsung mencari Refan yang ternyata tidur di kamar,


Pak Cakra menghampiri putra satu satunya itu.


''Fan, bangun!'' papa pulang .ujar pak Cakra sambil menggoyang nggoyangkan lengan Refan.


Refan membuka matanya setelah merasakan ada yang menyentuhnya.


''Papa sudah pulang, kenapa nggak bilang kalau papa mau pulang sekarang? ''sambil memeluk papa Cakra.


''Fan, papa mau bicara sama kamu, sambil duduk di sebelah Refan dan membalas pelukannya .


''Papa mau bicara apa, kalau soal perjodohan, maaf, Refan belum mau menikah lagi pa, Refan langsung menebak.


''Bukan itu, papa cuma mau kamu menjemput Sahila, ajak dia pulang ke sini!''

__ADS_1


''Pa, dia pergi dari rumah ini atas keinginannya sendiri, ngapain di jemput, kalau dia masih menghormati papa, pasti dia akan minta izin untuk pergi dari sini, tapi nyatanya apa, dia pergi saja nggak bilang sama papa, apa itu yang di namakan perempuan baik baik.


Kamu masih saja keras kepala Ref,kamu belum tau saja kalau Sahila itu pergi karena takut sama kamu. batin pak Cakra.


Pak Cakra menghela nafas panjang,


''Jangan emosi, papa nggak memaksa kalau kamu nggak mau ya sudah, tapi papa masih berharap kamu mau dengan perjodohan ini ,dan mulailah mengenalnya lebih dekat.


papa Cakra pergi meninggalkan Refan.


''Kenapa papa sangat menyayanginya, bahkan menyuruhku dekat dengannya, ya ampun melihat mukanya saja aku malas, apa lagi sengaja bertemu dengannya, gumam Refan


jengkel,


Refan menyandarkan kepalanya di senderan ranjang, kini matanya menatap langit langit kamarnya,


''Apa yang harus aku lakukan sekarang, kalau papa sampai menjodohkan ku dengannya lagi, aku harus membuat alasan apa, bahkan Doni dan Iwan saja membela cewek kampung itu, apa aku minta bantuan Mike saja.


Akhirnya Refan menghubungi Mike untuk menemuinya di rumah,


Selang beberapa menit Mike tiba di rumah Refan.


''Mike, kamu ikut ke sini, kenapa nggak bilang,


''Maaf tuan, Bos yang memintaku untuk ke sini ikut dengannya.


''Panggil saja Om, nggak enak dengarnya,Baiklah, tapi di sana aman kan.?''


Mike mengangguk.


''Maaf Om, sekarang bos dimana,?''


''Ada di kamar, Sambil menunjuk ke arah kamar lantai dua,


Mike berjalan menaiki tangga menuju kamar Refan.


''Permisi bos, ada apa memanggilku kemari,?''tanya Mike,


''Mike, aku sedang bingung sekarang, ternyata dugaanku benar ,papa mau menjodohkanku dengan cewek kampung itu lagi,


Mike tertawa lepas, melihat Refan yang sedikit lesu,


''Kenapa tertawa ,nggak ada yang lucu, aku serius, sambil menatap tajam Mike,


''Maaf bos, tapi baru kali ini aku melihat bos seperti ini, terus apa yang bisa aku lakukan untuk bantu bos?''


''Aku juga belum tau, maka dari itu aku memanggilmu untuk membantuku, bagaimana caranya untuk menolak permintaan papa.


''Maaf ya Bos, kayaknya untuk masalah kayak gini, lebih baik bos ngalah saja, karena aku yakin pilihan Om Cakra nggak mungkin sembarangan .ucap Mike langsung mendapatkan tatapan tajam dari Refan.


''Jadi kamu mau bilang kalau aku cocok dengan cewek kampung itu, dan kamu nggak mau membantuku untuk terlepas darinya?''.


''Hmmm, mungkin itu yang terbaik, dan aku kasih tau, bos jangan terlalu benci, karena benci dan cinta itu perbedaannya sangat tipis,


''Hai, kamu itu jomblo, mana mungkin kamu tau soal itu semua,


''Bos, bukan berarti orang yang pernah mengalamimya itu tau, bahkan sebenarnya orang yang jomblo itu lebih tau, makanya aku harus berhati hati lagi untuk memilih pasangan, aku nggak mau kecewa yang kedua kalinya, ucap Mike serius sambil menatap Refan.

__ADS_1


__ADS_2