
''Bagaimna keadaan Sahila Dok?'' tanya pak Cakra.
''Alhamdulillah Sahila baik baik saja pak, mungkin sebentar lagi dia akan sadar, namun.... pak Dokter menggantungkan ucapannya.
''Namun apa dok,? tanya pak Cakra serius.
''Namun dalam kasus seperti ini, biasanya pasien akan mengalami Post traumatik seperti, vertigo post traumatik ,Sindrom pasca cedera kepala, dan masih banyak lagi, akan tetapi keajaiban juga selalu ada semoga pasien tidak mengalami itu semua .
''Itu pun baru akan pasien rasakan setelah beberapa bulan, jika bapak mengetahui keluhan pasien nanti segeralah periksa, karena takutnya akan lebih parah .
Pak Cakra hanya mendengar penjelasan dokter dengan seksama.
''Baik Dok, terima kasih. ucap pak Cakra.
Setelah melewati sehari semalam, kini Sahila mulai mengerjap ngerjapkan matanya.
''Aww..... sakit, pekik Sahila sambil memegang kepalanya yang kini di balut dengan perban.
Pak Cakra yang mendengarnya langsung menghampirinya.
''Kamu sudah sadar Nak, pak Cakra langsung memencet tombol darurat,
Dengan cepat para dokter dan suster pun datang dan memeriksa Sahila.
''Bagaimana dok, apa Sahila baik baik saja? ''tanya pak Cakra cemas.
''Pasien baik baik saja ,tapi saya sarankan jangan terlalu banyak gerak dan jangan banyak berfikir dulu .
''Baik Dok.
''Apa yang kamu rasakan sekarang Nak?
''Aku baik baik saja pa, cuma sedikit pusing,
''Kamu kenapa bisa sampai kecelakaan? ''tanya pak Cakra.
Sahila tersenyum tipis.
''Maaf pa, aku ceroboh, aku nggak tau kalau kejadiannya seperti ini,
'' nggak papa, yang penting kamu cepat sembuh, apa perlu papa jemput ibu mu? ''
Sahila menggeleng.
''Aku Takut Ibu jadi cemas memikirkan aku, lagian aku kan nggak apa apa,kenapa papa pulang cepat, apa pernikahan mas Refan sudah selesai? ''
''Sudah, kamu nggak usah mikirin orang
yang sama sekali nggak mikirin kamu, papa pulang karena mendapat kabar kamu kecelakan,
''Maafin Sahila ya pa, gara gara Sahila, papa jadi nggak bisa lama di sana?
''Sudah, ini juga bukan kemauan kamu, lagi pula kamu juga anak papa sama seperti Refan,
-----------------------------
''Mas, kamu kok pulangnya cepet, memang penikahan pak Refan sudah selesai?''
Doni menggeleng .
__ADS_1
''Terus kenapa, apa ada masalah?''
''Sahila kecelakaan, dan dia sekarang di rawat di rumah sakit.
''Apa... jawab Nesya kaget, gi mana bisa, kok aku nggak tau, terus gi mana keadaannya? jawab Nesya sedikit bingung,
''Dia kecelakaan di dekat kampus ,dan sekarang aku juga belum tau keadaannya, dari semalam sih belum sadar,
''Kalau gitu kita nanti ke sana ya mas, aku khawatir .
Doni mengangguk.
''Ren, aku hari ini mau bolos aja, aku mau jenguk Sahila, aku merasa bersalah sama dia.
''Makanya lain kali jangan berpikir negatif sebelum mendengar penjelasan nya,ya udah yuk, kita ke sana aja, ucap Rendy.
''Ya, maaf, waktu itu aku kan lagi emosi aja.
setibanya di rumah sakit ,Rendy dan Sindi segera keruangan Sahila,
''Om, Om yang semalam ke sini dengan papa nya Sahila kan? ''tanya Sindi saat berpapasan dengan Iwan .
Apa dia pikir aku omnya, kenapa dia memanggil aku Om, apa wajahku setua itu? batin Iwan jengkel.
''Apa Om nggak dengar saya bicara? Sindi melihat Iwan sebel karena tak menjawab pertanyaannya malah bengong.
''Hai, kamu nggak lihat muka ku baru dua puluhan, kenapa kamu memanggilku Om.
Muka udah tua juga bilang dua puluhan, batin Sindi.
''Bukannya Om ini Om nya Sahila? Tanya Sindi sambil garuk kepalanya yang tidak gatal.
''Makanya jangan sok tau, sambil mendekatkan kepalanya di depan Sindi yang membuat Sindi memejamkan matanya.
''Kenapa kalian jadi ribut, mendingan kita masuk, maaf ya mas, teman saya memang suka ngelantur, ucap Rendy yang langsung mendapat cubitan dari Sindi yang membuat nya meringis kesakitan.
Ternyata dari tadi mereka sudah sampai di depan ruangan Sahila.
Setelah masuk ,Sindi langsung menanyakan keadaan Sahila,
''Sa, gi mana keadaan kamu?''
Sahila tersenyum dan memegang tangan Sindi.
''Aku nggak apa apa kok, kamu tenang aja, kamu nggak kuliah?''
Sindi menggeleng
''Kak Rendy juga, kenapa kalian bolos?''
''Aku udah nggak sabar, pingin lihat keadaan kamu, jadi aku ajak Rendy ke sini,.
''Ya ampun Sin, kan bisa selesai kuliah,
''Kamu belum tau aja Sa, gi mana egoisnya dia, sambil memajukan mukanya ke arah Sindi.
''Aku ke sini mau minta maaf, gara gara aku kamu jadi kayak gini ,kata kata Sindi membuat Iwan langsung berdiri dari duduknya.
''Oh... jadi Sahila kecelakaan gara gara kamu Iwan mendekat ke arah Sindy,
__ADS_1
Sedangkan pak Cakra hanya memandang para anak muda yang sedang berdebat.
''Bukan kak, Sindi memang asal bicara, ini murni karena keteledoranku, aku yang nggak lihat jalan, aku lupa kalau aku berada di jalan raya, bukan karena Sindi.
Apa, kak ,jadi dia ini kakaknya Sahila, duh mati aku, apa kakak Sahila mau memafkan aku ya,Sindi sambil menunduk.
''Sin, kamu mikirin apa, tanya Sahila melihat Sindi menunduk.
Sindi menggeleng, ''Aku nggak kenapa napa Sa.
''Apa kamu takut dengan kak Iwan?''
Sindi diam.
''Jangan takut, kak Iwan orangnya baik kok,ucap Sahila.
Namun Iwan masih dalam mode tajam.
''O... iya kak, kenalin ini Sindi teman ku di kampus ,Sindi ini kak Iwan teman aku juga,
Sahila memperkenalkan.
Apa, jadi dia cuma teman Sahila ,dan bukan kakaknya, selamat, jadi dia nggak bisa menghakimi ku.
Sindi dan Iwan saling menjulurkan tangannya.
----------------------------
''Sayang, apa kamu mau melakukannya sama aku sekarang?'' Kania mulai merayu Refan, saat ini mereka masih di hotel tempat mereka menginap.
Refan tersenyum dan melihat lekat Kania.
''Apa kamu sudah siap ?''
Tanya Refan.
''Heemmm, aku sudah siap, dan aku akan menjadi istri kamu yang seutuhnya.
ucap Kania manja.
Dengan tangan terbuka Refan mulai aksinya ,mereka melakukan hubungan suami istri,
Namun Refan melakukannya seperti tak bergairah membuat Kania lebih agresif,.
Dengan keagresifan Kania, akhirnya Refan ikut terhanyut dalam permainan mereka, Namun ada yang aneh ,bagi Refan kali ini, Refan merasa kan Kemudahan untuk menerobos gawang ,namun Refan hanya memendamnya tak ingin membicarakannya, bagaimana pun Kania adalah orang yang sangat Refan cintai.
Setelah kurang lebih satu jam ,akhirnya Refan merasa lelah karena ini pertama kali baginya,
Refan ambruk dan merebahkan badannya di samping Kania.
Sedangkan Kania langsung meraih ponselnya dan mengirim pesan untuk Bram.
✉️
Maaf ya sayang, beberapa hari ini aku tidak bisa ketemu kamu, aku nggak mau Refan curiga, lebih baik kita menjauh dulu, itulah kira kira pesan dari Kania untuk Bram.
Sementara Bram saat ini sedang marah marah, karena merasa di abaikan oleh Kania, dan ponsel Kania pun juga tidak aktif, setelah mengirimkan pesan.
''Oke, nikmatilah pengantin baru kalian, tapi aku janji, setelah ini aku nggak akan lepasin Kania ,kamu akan menjadi milik ku selamanya.
__ADS_1
Bram dengan mengepalkan tangannya.