KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 91. I'm coming Bali


__ADS_3

Tak ada rasa lelah bagi Sahila untuk mempersiapkan keberangkatannya ke bali, karena kali ini Sahila menolak dengan apa yang di tawarkan Refan,untuk tidak membawa baju.


Karena Sahila mengingat saat mereka bulan madu di pulau A.


Setelah semua siap, mereka berangkat pagi sekali, dan kali ini mereka bukan berangkat berdua, melainkan berempat bersama Mike dan Ririn, karena menurut Refan, Mike juga perlu Refresing,


''Rin, kalau kita sampai nanti, tempat yang akan aku kunjungi pertama kali adalah bedugul, aku sering sekali mendengar keindahan danau dan arsitektur pura hindu dan perkebunannya yang luas, ucap Sahila penuh harap,


''Memang kakak ipar nggak pernah ke bali ?''tanya Ririn sedikit heran melihat Sahila yang begitu bahagia .


Sahila menggeleng.


Semua hanya diam melihat raut wajah Sahila yang saat ini diam.


''Meskipun kau belum pernah ke Bali, jangan khawatir, suami kamu akan selalu membawamu ke bali setiap kamu menginginkannya, ucap Refan sambil merangkul pundak Sahila.


Perjalanan yang membutuhkan waktu beberapa jam itu membuat sahila sedikit lelah, namun saat mereka sampai di bandara internasional bali, Sahila langsung saja membuka matanya lebar lebar.


''Bali..... I'm coming, teriak Sahila saat mereka turun dari pesawat, Sedangkan Refan hanya melihat tingkah istrinya dari belakang sambil menaruh kedua tangannya di saku celana,


''Wah.... ternyata semua lebih indah dari yang aku bayangkan, ucap Sahila sambil melepas kaca mata yang di pakainya dari tadi, sebenarnya Sahila tak tau baju apa yang akan di pakainya, tapi karena saran dari Sang suami, mereka hanya memakai baju santai serta kacamata yang senada.


Sahila heran, kenapa mereka di sambut ramah oleh beberapa orang yang memakai baju hitam seperti saat di pulau A,


''Ini pasti ulah papa lagi, iyakan mas?'', ucap Sahila yakin.


''Kamu salah,, ucap Refan sambil mencubit pipi Sahila yang membuat sang empu meringis.


''Aww.. sakit, keluhnya


''Mereka anak buahku sendiri, dan akan menjaga kita selama di sini, jadi jangan sok tau, ucap Refan dan langsung menggandeng tangan Sahila untuk menuju mobil.


Setelah sampai tempat penginapan Sahila terkejut ,''Apa ini benar tempat untuk kita menginap?''.


''He'emm... kenapa, apa kamu tidak nyaman?'', ucap Refan sambil berjalan menuju kamar sedangkan Sahila hanya mengikuti dari belakang.


Sahila tidak menjawab, dia hanya memandang setiap sudut ruangan yang begitu indah, sampai akhirnya Sahila tertinggal dan tak tau kemana Refan.

__ADS_1


''Mas Refan ke mana? '', gumamnya sambil menggaruk garuk kepalanya.


Sampai seorang pelayan menghampirinya dan bertanya.


''Ada yang bisa saya bantu nona?'', ucap Sang pelayan ,namun Sahila bingung harus jawab apa, karena yang Sahila cari adalah kamar suaminya .


''Emmm.... namun ucapannya hanya sampai di situ, karena dari jauh Refan sudah menyahut,


''Tidak, kamu pergilah!'' ucapnya pada pelayan


Pelayan itu langsung saja pergi, sedangkan Sahila langsung berlari menghampiri Refan dan memeluknya,


Sedangkan Ririn dan Mike sudah ke tempatnya masing masing.


''Makanya kalau jalan itu yang di lihat jalannya, bukan kanan kiri, untung kita di dalam rumah, kalau sampai kita di tempat wisata ,dan kamu hilang, nanti kamu akan di bawa bule pulang keluar negeri mau?''.


Maksud Refan untuk menakut nakuti Sahila ,namun Sahila bukanya takut malah nenunjukkan keheranannya.


''Bule, membawaku, waw... kalau gitu aku akan bersyukur, bisa bertemu bule dan aku akan berfoto dengannya,lagi pula bule itu pasti tampan dan kaya,dia juga pasti tidak akan menolakku, dengan nada genit membuat Refan pergi lagi meninggalkannya.


Apa aku salah bicara, apa mas Refan tersinggung, batinnya sambil berlari mengejar Refan.


Dengan cepat pula Sahila langsung menghampiri dan menaruh ponsel Refan di atas nakas.


Namun Refan tak langsung menanyakan apa tujuan Sahila malah memalingkan wajahnya .


''Mas marah padaku?'', ucap sahila pelan ,namun tak ada jawaban dari Refan.


''Mas, jawab dong, aku tadi cuma bercanda ,lagi pula mana bisa aku pergi sama bule , kalau di depanku ada kamu, pria yang aku cintai, ucapnya sambil merangkul tubuh besar Refan dari belakang.


Masih saja tak ada jawaban dari Refan untuk semua kata Sahila.


Karena sudah beberapa kali bertanya dan semua tak ada jawaban, akhirnya jalan yang terakhir adalah, Sahila menangis tersedu sedu, air matanya begitu deras membasahi pipinya, membuat Refan berbalik .


''Kenapa nangis di belakangku, cari bule saja yang bisa membuatmu senang ,mereka itu tampan dan kaya, lagi pula mereka pasti mau denganmu, ucap Refan menyindir .


Sahila mengheleng, ''Maaf, aku cuma bercanda, lagi pula aku nggak akan bisa jauh dari kamu, ucap Sahila masih dalam tangisannya, akhirnya Refan semakin tak tega dan langsung memeluknya.

__ADS_1


''Apa mas sudah memafkannku?'', tanya Sahila melihat wajah Refan.


''Tidak, aku pasti akan menghukummu karena kesalahanmu ini, tapi nanti malam,


''Aku sudah tau kalau hukumanku pasti seperti waktu itu, ucap Sahila asal, karena Sahila teringat dengan hukuman Refan gara gara Sahila menghindarinya.


''Tapi sekarang aku lapar, aku ingin makan ikan bakar ,sama sambal kemangi,


''Baiklah sayang, kita keluar, dan aku akan langsung mengajakmu ke mana pun kamu mau,.


''Bedugul, ucap Sahila seketika saat mendengar pernyataan Refan.


Refan dan Sahila keluar dari kamar menunggu Mike dan Ririn yang tak keluar keluar.


Akhirnya dengan terpaksa Refan memanggilnya, karena ponselnya sama sama tidak aktif.


Benar saja ,selama menunggu ada beberapa bule yang melewati Sahila.


Bule itu tersenyum dan melihat Sahila dari atas sampai bawah membuat Sahila takut.


Bule itu berhenti dan menanyakan sesuatu, untung saja Sahila sudah banyak bisa bahasa inggris, jadi Sahila bisa menjawab semua pertanyaan bule itu


Namun dari jauh, ada tiga pasang mata yang melihat percakapan Sahila dan bule itu membuat Refan sedikit cemburu, namun cemburu itu tak beralasan setelah melihat Sahila semakin ketakutan saat bule itu semakin mendekat, Refan berlari sekencang kencangnya melihat Sahila yang sudah menutup wajahnya, ingin sekali membuktikan kesetiaan Sahila malah berakhir dengan sang istri yang begitu takut.


''Brengsek, ucapnya sambil mendorong bule itu,


''Mike, bawa dia, beri dia pelajaran, ucap Refan sambil merangkul sang istri.


''Kamu tidak apa apa,?'' ucap Refan memastikan.


Sahila menggeleng, ''Aku nggak mau sendiri, jangan tinggalin aku, ucapnya di sela sela tangisnya.


Setelah Mike kembali Refan sangat marah, pada Mike dan Ririn.


''Lain kali kalian aktifkan ponsel, aku nggak mau kejadian seperti ini terulang lagi, ucap Refan di depan Mike dan Ririn membuat Ririn berdecak.


''Iya, iya, lagian siapa tadi yang nyuruh kita diam saja,kakak kan? ''ucap Ririn tak mau di salahkan sepenuhnya, namun Mike hanya diam tak mau meladeni bosnya itu.

__ADS_1


Mike hanya menaikkan kedua punggungnya dan memandang ke arah Ririn,


''Yang sabar dokter, kakak kamu memang seperti itu, bisik Mike.


__ADS_2