
Setelah semua tamu termasuk Mike pulang ,Refan bertanya pada sang ayah siapa sebenarnya keluarga Mike, dan betapa terkejutnya, saat Refan mendengar orang tua Mike adalah salah satu orang terkaya di negaranya,
Sebelumya Refan tidak tau siapa keluarga Mike yang Refan tau hanya Mike itu orang yang terkenal karena pekerjaannya yang handal dan mempunyai perusahaan yang tak terlalu besar,
Pantas saja dia selalu saja mengimbangiku dalam urusan pekerjaan, ternyata dia anak orang yang hebat, kenapa aku bisa kecolongan sama tu anak, sialan
batin Refan.
Refan masuk ke ruang kerjanya, menyiapkan beberapa keperluan yang akan di bawanya besok.
''Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus memecatnya, dan menyuruhnya pulang, atau aku membiarkannya bekerja dengan ku, tapi aku merasa nggak enak dengan Mr wilson (papa Mike) bagaiamana kalau sampai dia marah padaku,karena aku diam saja, gumamnya.
Tak lama kemudian pintu terbuka, siapa lagi kalau bukan istri tercinta.
Sahila menghampiri Refan yang terlihat melamun.
''Kenapa mas, apa kamu punya masalah?'', ucap Sahila pelan.
''Sayang, sekarang mas harus gi mana ,ternyata Mike anak dari Mr Wilson, dia itu rekan bisnis mas di luar negeri, mas jadi merasa nggak enak dengannya kalau Mike masih bekerja dengan mas, ucap Refan serius berharap Sahila bisa membantunya.
''Mas, aku tau kamu bingung, tapi lebih baik mas tanyakan saja dulu pada tuan Mike ,maunya dia gi mana, toh selama ini dia juga nggak pernah menyinggung tentang keluarganya, dan aku lihat dia juga happy menerima pekerjan dari mas, meskipun mas itu selalu menjahilinya, tapi kalau mas memang marasa nggak enak sama papanya tuan Mike, mas pecat saja, suruh dia pulang dan bekerja di perusahaanya sendiri, aku yakin tuan Mike pasti paham apa yang mas lakukan, itu semua untuk kebaikannya. ucap Sahila dengan lembut.
Dengan mudahnya pula Refan meresapi ucapan Sahila.
''Kamu benar, bagaimana pun Mike sudah membantu ku selama ini, dan besok aku akan membicarakan masalah ini padanya, sekarang kita tidur, sudah malam ,Refan langsung merangkul pundak kecil Sahila .
Seperti Refan ,Mike pun juga bingung bagaimana menghadapi bosnya setelah tau jati dirinya.
Mike tidak ingin pulang dan bekerja di perusahaanya sendiri, Mike merasa nyaman dengan pekerjaannya sebagai sekretaris sekaligus asisten Refan.
Di ranjangnya itu Mike tidak bisa tidur, Hanya berguling ke kanan dan kekiri sambil menutup wajahnya dengan bantal, sesekali terbangun dan menjambak rambutnya. ''Bagaimana kalau bos merasa nggak enak, bagaimana kalau dia memecatku dan menyuruhku pulang, otak ayo pintarlah, berpikirlah yang cerdas, sebagaimana kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang sulit, cari jalan bagaimana caranya biar Bos tidak mengungkit masalah tadi, gumamnya pada diri sendiri.
Setelah berjam jam tak mendapatkan cara,Akhirnya Mike memutuskan untuk tidur, berhenti dengan pikirannya yang runyam.
__ADS_1
Malam yang tak bisa di lewati Refan maupun Mike denagn tidur yang nyenyak, karena dua duanya memikirkan cara untuk memutuskan masalah dari masing masing.
Benar saja ,bangun dari tidurnya Mike langsung membuka ponsel, mata Mike terbelalak melihat pesan dari Refan yang melarangnya untuk menjemput Refan, namun dengan cepat Mike masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Tanpa aba aba atau yang lain Mike melajukan mobilnya menuju rumah Refan,
Mike melihat jam yang melingkar di tangannya.
''Belum telat. ucapnya kilat.
Sedangkan Refan baru saja membersihkan dirinya dan melihat Sahila sudah menyiapkan keperluannya untuk berangkat ke kantor ,
''Mas yakin mau berangkat sendiri, nggak mau pakai supir, atau mas cari asisiten lagi untuk mengantar mas ke kantor?'',
''Iya, pasti mas cari lagi, ini kan cuma sementara, mas juga nggak mau buru buru, sulit untuk mencari orang sepintar Mike. Ucap Refan sambil menyisir rambutnya,.
Setelah siap Refan mengernyit mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya, dengan cepat Refan melihat dari balkon kamarnya,
Refan memeriksa kembali pesan yang di kirimnya untuk Mike, ternyata benar pesan yang di kirim itu melarang Mike untuk datang, kenapa malah Mike datang sepagi itu ,membuat Refan bingung.
''Siapa mas, kok kamu kaget gitu?'', ucap Sahila dari belakang menghampiri Refan yang masih berdiri di balkon.
Refan menunjuk ke arah bawah, di mana Mike berdiri senderan di mobilmya sambil senyum senyum melihat Refan di atas.
''Memang kenapa, Itu tuan Mike datang untuk menjemput mas ke kantor, kenapa mas bingung?''
Tanpa kata Refan menyodorkan benda pipih ke tangan Sahila, dengan cepat Sahila membuka dan melihat pesan dari Refan untuk Mike.
Pantas mas Refan bingung, ternyata tuan Mike nggak mau meninggalkan pekerjaanya .batin Sahila .
''Ya udah yuk turun, kasihan tuan Mike sudah nungguin, ajak Sahila.
Setelah sampai bawah Sahila membuka pintu dan mengajak Mike masuk.
__ADS_1
''Terima kasih nona, Bos mana, tanya Mike karena melihat Sahila sendirian.
Sahila memungut mungutkan kepalanya ke arah Refan yang sudah duduk di meja makan, sedangkan pak Cakra dan Ririn pun sudah sarapan.
''Pagi semuanya, dengan santainya ucapan itu di lantunkan Mike, sambil mengambil nasi untuk sarapan.
''Tumben pagi sekali kamu ke sini, biasa nya juga terlambat?'' ucap pak Cakra yang tidak tau akan masalah Mike dan Refan.
Mike tak menjawab hanya terswnyum.
Kenapa mereka terlihat aneh begitu, bukan kah mereka kemarin baik baik saja ,batin Ririn,.
Ririn melihat raut wajah Refan yang sedang serius, sedangkan melihat raut wajah Mike yang santai secara bergantian.
Dalam beberapa menit akhirnya sarapan itu berjalan dengan hikmat, namun dalam hati Refan, Ada sesuatu yang masih sangat mengganjal untuk di pertanyakan.
''Mas, ingat, jangan terlalu memaksakan tuan Mike, biarkan saja, ikuti apa maunya dia, aku yakin tuan Mike tau yang terbaik, ucap Sahila saat Refan mau masuk mobil.
Dalam perjalanan, Refan hanya diam karena kesal dengan Mike.
Mike pun sesekali melirik bosnya dengan wajah datarnya itu.
Siap siap di serang nih, batin Mike.
''Kenapa kamu datang, apa kamu sudah tak bisa membaca teks yang aku tulis?'', ucap Refan mencairkan suasana.
''Bisa, kenapa nggak mau di jemput, apa aku melakukan kesalahan, sampai bos nggak mau aku jemput?'' tanya Mike balik,
''Kenapa kamu egois banget sih Mike, kenapa juga kamu masih mau bekerja denganku, sedangkan di seberang sana pasti Mr Wilson menantikan kau pulang, apa kamu nggak mau bekerja di perusahaan kamu sendiri.ucap Refan sedikit mengeraskan suaranya.
Mike menghela nafas panjang melihat Refan sekilas,.
''Bicaralah terus seperti Nona Sahila ,lama lama bos itu seperti emak emak yang suka ngomel, sambil memasnag heandset di telinganya, tak peduli dengan wajah Refan yang semakin jengkel dengannya, Mike selalu membuang mukanya dari Refan menghindari omelan omelan Refan yang menurutnya nggak penting.
__ADS_1