
Terpaksa Refan harus bermalam di luar ,karena Sahila tak membuka pintunya ,meskipun masih banyak kamar kosong, Refan tak mau menggunakannya, karena tujuannya belum tercapai.
Malam sekali Sahila mengerjap ngerjapkan matanya sedikit bingung melihat di sampingnya,karena tak seperti biasanya tempat itu kosong,
Akhirnya Sahila bangun dan keluar, betapa terkejutnya melihat sang suami yang tidur di sofa,
"Mas bangun,!" ucapnya pertama kali. sambil menggoyang goyangkan lengannya, namun tak bangun juga,
Akhirrnya Sahila mencoba cara lain, dengan menciumnya, mungkin ini rencana paling ampuh menurutnya.
Tapi gagal juga, Refan tak bangun, dan betapa paniknya saat memegang kening Refan yang sangat panas, membuat Sahila menangis, namun dengan tangisnya itu akhirnya Refan mulai membuka matanya dengan pelan.
"Hai kenapa kamu nangis,?" tanya Refan pelan dengan menahan badannya yang begitu lemas.
"Mas kenapa, apa mas sakit ?''ucap Sahila sambil memeluk badan besar yang masih berbaring itu,
"Mas nggak apa apa, mungkin cuma terlalu capek saja. ucap Refan dengan santainya .
Namun Sahila masih saja menangis di pelukannya,
"Kita ke kamar dan aku akan memanggil tuan Mike untuk membawamu ke rumah sakit, dalam tangisnya .
"Tidak usah, mas cuma butuh istirahat saja, selagi ada kamu mas akan baik baik saja, ucapnya lembut membelai rambut panjang Sahila.
Setibanya di kamar, bukannya tidur ,Refan malah membuatnya jengkel.
"Mas, sudah dong, kalau kamu kayak gini terus aku nggak bisa tidur lagi nih, ucapnya, jengkel karena Refan terus saja menciumnya yang membuatnya geli.
"Apa kamu mau memaafkan ku, untuk yang tadi, mas benar benar minta maaf, bukan maksudku untuk membuatmu sakit hati, mas hanya jujur dengan apa yang telah terjadi, mas nggak mau menyembunyikan apapun dari kamu, kamu adalah hidupku, meskipun kamu mau menghukumku, aku akan menerimanya, asalkan kamu tetap di sisiku, jangan pernah mencoba untuk meninggalkanku, kalau perlu kita pindah dari sini, dan mas akan menghancurkan rumah ini, supaya kamu percaya kalau mas sudah tidak mencintainya lagi, dan mas benar benar sudah melupakannya. Refan meyakinkan.
__ADS_1
''Kita ke sini bukan untuk mengenang masa lalu, aku mau bersenang senang, dan mas nggak perlu mambuktikan apa apa, aku hanya sedikit kesal saja, aku nggak mau kamu menengok ke belakang ,sekarang kita jalani hidup kita dengan memandang lurus ke depan, meskipun itu banyak batunya, dan jangan lagi menengok ke belakang ,meskipun jalannya itu lebih mudah. dan mas nggak perlu menghancurkan rumah ini, dan aku juga nggak butuh rumah, aku cuma butuh kamu, karena kamu sudah memberikan teduhan, meskipun kita hidup di pinggir jalan asalkan sama kamu, aku sudah merasa bahagia,. ucap manja Sahila membuat Refan semakin terhanyut.
Lagi dan lagi berawal dari sebuah salah faham berubah menjadi sebuah keharmonisan, yang membuat keduanya semakin bahagia, karena sebuah bumbu cinta selalu melengkapi menghasilkan sebuah kenikmatan.
"Mas, apa kau masih sakit?" tanya Sahila saat melihat sang suami masih berbaring.
Refan menggeleng,"Tapi aku butuh vitamin untuk membuatku lebih semangat, ucapnya merayu Sahila yang membuat sang empu tersipu malu.
"Baiklah, aku akan memanggil tuan Mike untuk membelikannya di apotik, ucap Sahila pura pura bodoh ,dan langsung beranjak dari ranjangnya.
Namun dengan cepat Refan menarik Sahila ,dan kini Sahila berada di pangkuannyaa.
"Kenapa harus panggil Mike, aku tak membutuhkannya, vitaminnya ada di sini, ucapnya pelan dan mencium leher Sahila.
"Itu mah namanya bukan mas yang butuh vitamin, bilang saja yang sebenarnya, kalau mas pingin itu, pakai bilang vitamin segala, kini Sahila mulai sewot dengan tingkah Refan yang menggelikan.
Di atas bumi yang sama dan di bawah langit pun sama, tapi kehidupan manusia sangatlah berbeda ,ada yang bahagia dan ada yang bersedih,
seperti yang ada di seberang sana.
Kania sangat marah mengetahui sosmed yang sedang heboh saat ini,
''Wanita sialaan, beraninya kau merebut Refan dariku, aku tau kamu pasti memberikan tubuhmu itu, kalau tidak ,mana mungkin Refan bisa menikahimu , ucapnya sambil melihat gambar yang masih terpampang itu.
Kania terus saja memandang tubuh kecil yang jauh dari kriteria Refan itu membuatnya semakin marah, pasalnya Kania tau wanita seperti apa yang di sukai Refan, sedangkan Sahila bukanlah wanita yang di idam idamkan Refan.
Klub, itulah tujuan Kania saat ini, untuk melepas semua beban di dadanya, bukan hanya pekerjaan yang membuatnya lelah, tapi asmaranya yang begitu mengenaskan semenjak perpisahannya dengan Refan,
Seperti biasa, sesampainya di klub, minuman beralkohol itu lah yang menjadikannya luapan , namun kali ini Kania benar benar mabok, tak seperti biasanya hanya pusing, bahkan saat ini Kania mabok sangat berat membuatnya bicara ngelantur.
__ADS_1
Bruk.... Kania menabrak pria yang bertubuh kekar membuatnya terpental dan terjatuh,
''Maaf, apa nona baik baik saja?'', tanya pria itu, namun tak ada jawaban dari Kania,
Kania menarik tubuh laki laki yang berjongkok di depannya itu dan menciumnya,
Sedangkan pria itu hanya menikmati apa yang di lakukan Kania saat ini.
Singa mana yang tak akan menyantap hidangan di depannya kalau merasa kelaparan,apa lagi yang di hidangkan adalah kesukaannya, pria itu semakin terhanyut dengan kelakuan Kania yang mabok,
Akhirnya satu satunya jalan adalah kamar untuk mereka berdua,
Malam yamg panjang itu di lewati Kania dengan seorang pria yang bahkan tak di kenalnya sama sekali.
Setelah beberapa jam berlalu, Kania mengerjap ngerjapkan matanya ,kepalanya yang sedikit pusing membuatnya mengerang,.
Betapa terkejutnya Kania, saat kesadarannya normal dan melihat bajunya yang tercecer, bahkan saat ini pun Kania tak memakai sehelai pun kain, selain selimut tebal itu.
Kania menerka nerka kejadian yang menimpanya semalam, namun itu semua nihil, bahkan Kania tak ingat dengan wajah laki laki yang menyetubuhinya itu.
''Brengsek... teriaknya, namun setelah melihat sebuah amplop di nakas, Kania mencoba menenagkan dirinya dan membuka amplop itu,
Terima kasih untuk semalam, aku sangat puas, maaf aku harus meninggalkanmu, karena ada pekerjaan lain, dan aku harap uang ini cukup untuk ganti rugi, karena aku tau aku bukan orang yang pertama ,I LIKE YOUR STYLE,
Setelah membaca isi surat itu ,Kania melihat uang yang ada di amplop itu.
Akhirnya Kania meninggalkan kamar itu dan membawa uang yang di berikan pria yang tak di kenalnya itu.
Tak ada lagi yang mau menggunakan jasa nya sebagai model kecuali yang sudah terkontrak, karena Refan memutuskan semua hubungannya dengan Kania baik itu masalah pekerjaan maupun pribadi , Karena kasus skandalnya yang sudah tersebar bahkan di seluruh dunia, membuat Kania mau bekerja lain untuk menyambung hidupnya.,.
__ADS_1