KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 149.Kepergian Sahila dan Nia


__ADS_3

Setelah tau sebenaranya yang terjadi, Mike pun langsung menghampiri Refan kembali ke apartemen ,tanpa mempedulikan kantor ,menurutnya masa sepan bosnya itu kebih penting dari apapun,


Mike melajukan mobilnya dengan sangat kencang, bahkan tak menghiraukan keselamatannya sendiri.


Akhirnya sampai juga, semoga saja bos mengerti dan langsung pulang untuk meminta maaf pada Nona, lirih hati Mike.


Tanpa pikir panjang, Mike langsung berlari menuju apartemen di mana Refan berada.


''Bos, ucap Mike sambil membuka pintu, memang terlihat tidak sopan, tapi itulah Mike dan akan selalu begitu.


''Ngapain kamu balik ke sini, bukankah aku menyuruhmu ke kantor untuk mengurus semua pekerjaanku? ''Ucap Refan terlihat ketus.


''Bos dengar dulu, aku sudah tau sebenarnya apa yang terjadi dengan Nona. ucapan Mike membuat Refan langsung terbelalak.


''Apa kamu yakin kabar darimu itu benar?''Refan memastikan.


Mike mengangguk.


Akhirnya Mike menceritakan semuanya apa yang di katakan oleh Rendy padanya, dan saat itu pula Refan langsung terpaku, ingatannya mulai kacau, mengingat apa yang di lakukan pada istrinya.


''Apa kamu yakin kalau Rendy tidak bohong.?''


Mike mengamgguk. ''Seratus persen yakin, karena di sana ada juga pelayan yang mendengar pembicaraan mereka. ucap Mike memastikan supaya Refan percaya dengan ucapannya, dan tidak meragukan Sahila lagi.


Tanpa berkata apa pun pada Mike, Refan langsung keluar dari apartemen dan melajukan mobilnya sendirian.


''Sialan, bos ninggalin aku ,umpatnya melihat mobil yang di kendarai Refan menghilang.


Dalam otak Refan kali ini hanya ada penyesalan karena sudah salah menilai istrinya,


''Apa yang sudah aku lakukan, bahkan aku tak mau bicara padanya dan mengabaikannya , Ya Tuhan, lagi lagi aku menyakiti orang yang sama sekali tidak bersalah, bahkan aku sempat meragukan kesetiaannya padaku, padahal selama ini akulah laki laki yang cacat dalam hubungan ini, tapi aku selalu saja membuatnya terluka. gumamnya.


Tak terasa mobil yang di kendarai Refan tiba di depan rumahnya,


Refan menghela nafas panjang berharap Sahila tak marah padanya dengan apa yang sudah di lakukan Refan.


''Sayang, teriak Refan saat memasuki pintu utama, karena suasana sangat sepi, akhirnya Refan langsung masuk ke kamar.


''Sayang, Panggil Refan, namun tak ada sahutan.

__ADS_1


Refan membuka kamar mandi dan ternyata kosong,


''Kemana dia, apa ada di bawah?'' gumamnya, Akhirnya Refan turun kembali untuk mencari Sahila.


''Bi... Bibi... teriak Refan kembali karena keadaan rumah yang sangat sepi.


''Iya den ,ada perlu apa ?''ucap sang Bibi.


''Kok sepi sekali ,Nona dan Nia ke mana? tanya Refan.


''Maaf Den,Bibi nggak tau, karena dari pagi Bibi juga nggak lihat Nona, kalau non Nia mungkin ada di kamar, ucap sang bibi sedikit ragu karena tak mengetahui pasti di mana mereka berada.


Refan mengangguk dan menghampiri kamar Nia.


Setelah beberapa kali mengetuk pintu, Refan kecewa karena tak ada sahutan sama sekali dari sang empu.


''Nia juga tidak ada, apa mereka jalan jalan lagi ?''lagi Refan hanya bisa bergumam .


''Kalau Ririn dan papa pasti mereka kerja ,tapi kalau Nia dan istriku kemana ?''gumamnya.


Terakhir Refan keluar rumah memanggil supir.


''Maaf den, semua mobil di rumah, dan saya juga tidak lihat Nona dari pagi, ucapan pak Jono semakin membuat Refan cemas


''Pak satpam, panggil Refan, dengan cepat pak satpam berlari menuju ke arah tujuan.


''Iya den, ada yang bisa saya bantu? ''tanya pak satpam karena nggak biasanya tuan mudanya itu memanggilnya.


''Apa kau lihat istriku keluar dari rumah?''.


''Iya den ,Nona membawa tas besar tadi pagi Bersama Non Nia setelah aden berangkat ke kantor, mereka naik taksi, karena tidak mau di antar.


Perkataan pak satpam saat ini membuat Refan terpaku, tubuhnya seakan kaku, ingin rasanya marah pada setiap penghuni rumah, namun di urungkan karena kepergian Sahila itu karena kesalahannya.


''Apa papa tau semua ini.?''


Pak satpam mengangguk, dan memberi tau bahwa pak Cakra sendirilah yang mengantar Sahila sampai depan rumah.


Apa jangan jangan istriku pulang ke rumah Ibu, batinnya,

__ADS_1


Refan mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Sahila, namun Nihil ,nomor Sahila di luar jangkauan.


Nia, ya Nia, aku harus menghubunginya batinnya kembali.


Akhirnya Refan mencari nomor Nia, namun nihil juga ,nomor Nia pun di luar jangkauan.


''Kenapa semua jadi kacau begini, istriku pergi kemana,?'' ucap Refan, raut wajahnya terlihat marah dan bercampur aduk ,ingin rasanya menangis di depan semua pelayan rumahnya namun di urungkannya.


Refan berlari ke kamarnya berharap apa yang di lihatnya itu salah dan melihat Sahila tertidur di ranjang,


''Ternyata kamu benar benar pergi dariku, sekarang apa yang harus aku lakukan ,supaya kamu kembali padaku, ucap Refan terbata,


Refan hanya bisa melihat ranjang kosong itu.


''Aku menyesal telah membuatmu terluka, aku mengingkari janjiku sendiri, dan aku pantas mendapatkan hukuman, ucapnya.


Kali ini Refan benar benar tak bisa menjadi laki laki yang gagah, bahkan jiwanya seakan rapuh mengingat perbuatannya pada Sahila sehingga membuat sang istri pergi meninggalkannya.


Tak sengaja mata Refan melihat makanan yang di siapkan Sahila untuknya itu masih tertata rapi, bahkan makanan itu seperti tak tersentuh sama sekali.


''Aku akan makan makanan ini, tapi aku mohon kembalilah, ucapnya sambil menghampiri makanan yang ada di meja, dengan sigap Refan menaruh makanan itu dan memakannya meskipun sudah dingin.


Kamu sudah bersusah payah membuat makanan ini, tapi aku mengabaikannya. batin Refan di sela sela makannya.


''Aku harus mencarimu ke mana, apa kamu pulang ke rumah Ibu, kalau memang benar, apa yang harus aku katakan pada Ibu, apa aku sanggup untuk menghadapimu setelah apa yang aku lakukan padamu,?'' ucap Refan.


Mike ke rumah sekarang!'', ucap Refan pada orang dari balik telepon.


Aku sudah ada di bawah, itulah jawaban dari Mike di balik telepon.


Setelah mendengar jawaban dari Mike, Refan langsung saja keluar dari kamarnya untuk menemui Mike.


''Istriku pergi dengan Nia, aku terlambat, mungkin dia sangat sakit hati dengan perlakuanku, ucapnya.


''Yang sabar, aku yakin Nona hanya menenangkan diri saja, aku percaya Nia pasti bisa menjaganya, ucap Mike dengan santai.


Sedangkan Refan hanya bisa menyesali perbuatannya, karena tak tau harus berbuat apa.


''Mike, apakah istriku masih mau menerimaku, setelah apa yang aku perbuat padanya.?'' tanya Refan.

__ADS_1


Mike menghela nafas, ''Aku juga tidak tau, karena ini masalah hati, mungkin Nona sangat sakit hati karena sikap bos padanya, tapi aku yakin Nona wanita yang baik ,dan tidak mungkin dia semudah itu untuk pergi meninggalkan bos, lagi pula Nona perginya dengan Nia, dan aku sangat percaya kalau mereka berdua tetap aman, ucap Mike sangat santai, bahkan Wajah Mike tak menunjukkan khawatir sama sekali karena kepergian Nia maupun Sahila.


__ADS_2