KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 176. Persiapan pernikahan


__ADS_3

Akan ada hari yang paling indah yang akan di rayakan, dan itu hanya menunggu waktu sebentar, apa lagi kalau bukan hari pernikahan Ririn dan Zero, kini kedua keluarga itu sudah mulai mempersiapkan semuanya,


Dari tempat yang akan di pakai, WO ,semua sudah di pilih, kecuali baju ,karena itu urusan Ririn dan Zero, untuk yang lain pak Cakra dan dokter Hasan lah orang yang sudah mengatur persiapan itu karena kedua orang tua Ririn yang belum bisa kembali.


Selain pernikahan Ririn dan Zero ,Sahila juga menanti lahirnya sang buah hati yang semakin dekat ,seorang makhluk kecil yang di idam idamkan Sahila itu akan hadir ke dunia ,dan hanya tinggal menunggu sebentar saja, Sahila seperti tidak sabar ingin segera menggendong sang bayi, itu lah yang membuatnya selalu tersenyum, Selain kasih sayang Refan, hadirnya sang bayi itu seakan menyempurnakan hidupnya.


''Sayang, kamu tidak perlu ikut sibuk, nanti kamu lelah gi mana, peringatan dari Refan saat melihat Sahila ikut membantu persiapan pernikahan Ririn.


''Mas, nggak apa apa, lagian aku senang kok, ini kan pertama kalinya akan ada pesta keluarga kita, tapi aku sedih, sambil memanyunkan bibirnya.


''Hai.. hai.. hai... istriku sedih kenapa,apa kamu mau pesta juga seperti Ririn,?'' tanya Refan dan langsung merangkul Sahila yang duduk di kursi.


Sahila langsung saja melayangkan tangannya tepat di lengan Refan.


''Sembarangan kalau ngomong, Aku tidak mau pesta, tapi kamu lihat kan perut aku, baju apa yang cocok buatku,, Sahila semakin cemberut.


''Masa iya, aku pakai jubah seperti ini? ''sambil menjewer jubah rumahan yang di pakainya,


Lagi lagi Refan membuatnya jengkel.


''Nanti kita akan mendatangkan desainer terkenal ,dan mereka akan membuatkan baju yang cocok untukmu, jangan khawatir, Nanti MUA pun akan meriasmu seperti pengantin baru lagi, Lagi lagi Refan membuat Sahila jengkel.


''Iya, pengantin baru, baru dua tahun ,belum lagi sepuluh tahun, pasti lucu ya, Sahila memilih pergi dari pada mendengar ocehan Refan.


''Mas, pekiknya lagi,karena sebelum melangkahkan kakinya, Refan sudah melingkarkan tangannya di perut Sahila dari belakang.


''Mau kemana ,nggak baik suami bicara di tinggal pergi,apa mau aku mencium bibirmu yang cerewet di depan mereka semua, bisiknya membuat Sahila geli,.


Kalau sudah mesum begini harus ekstra hati hati nih bicaranya, kalau salah sedikit saja aku akan menjadi korban, batinnya.


''Mas, banyak orang ,malu, lihat tu mereka lihatin kita, sambil menunjuk para pembantu yang memang melihat keduanya,meskipun mereka terlihat sibuk dengan pekerjaannya, tapi masih sempat sempatnya melihat kemesraan sang majikan dari jauh.


''Biarin, ini rumahku ,jadi aku berhak melakukan apapun, jangan mencari alasan, kalau kamu nggak mau aku mesra di sini kita ke kamar saja lebih aman dan tidak di lihat orang.


''Rin, teriak Sahila mencoba mencari pertolongan pada Ririn yang baru saja masuk bersama Zero.

__ADS_1


''Kenapa cuma Ririn yang di panggil, kenapa tidak sekalian Mike dan Zero, biar kamu di gendong sama mereka, Refan kesal karena Sahila tidak mau diam,


''Kamu lihat ,mereka sangat mesra, bisik Zero saat melihat kelakuan Refan dengan Sahila dari jauh.


''Itu mah memang maunya laki laki saja, mereka tu egois, kamu nggak lihat kak Sahila kelihatannya saja kesal tu sama kak Refan ,cuma lakinya saja tu yang maksa,Sinis.


Sedangkan Sahila masih saja mencengkal tangan Refan supaya bisa terlepas dari pelukannya.


''Mas, tolonglah, lepas, aku malu, lihat Zero dan Ririn melihat kita, Sahila menangkupkan kedua tangannya.


''Diamlah sayang, kamu membangunkan sesuatu, bisiknya kembali membuat Sahila terpaku tak mau bergerak lagi dari pada kena sasaran dari suaminya.


''Nah, gini kan manis, ucap Refan kembali sambil mencium rambut panjang Sahila.


Ririn dan Zero menghampiri Sahila dan Refan yang masih mematung di dekat meja makan.


''Rin ,kamu panggil desainer yang paling terkenal untuk membuat kan baju untuk kakak iparmu, aku tidak mau kalau sampai dia tidak pede di acara pernikahan kalian, dan aku tidak mau di salahkan kalau dia tidak terlihat perfec .ucapnya, namun pandangannya masih pada Sahila.


Ririn pun langsung meng iyakan dan meninggalkan Refan dan Sahila yang semakin terlihat kemesraannya.


''Kamu iri dengan mereka, kini gantian Zero yang membisikinya.


Terlihat cemberut melihat Refan yang selalu pamer saat di depannya, ''Tidak, namun mengucapkannya seperti tidak ikhlas.


''Kamu lihat wajah Ririn yang terlihat iri dengan kemesraan kita,.


Sahila mengangguk karena dari tadi memang Ririn terlihat cemberut.


Entah betul atau tidak prediksinya, yang penting Sahila meng iyakan supaya membuat Refan senang, itulah menurut pemikiran Sahila.


''Makanya sudah dong, aku juga malu dilihat semua orang,


''Oke, tapi jawab dulu pertanyaanku ya!''.


Sahila mengangguk pelan.

__ADS_1


''Kamu istri siapa,?''tanya Refan memelankan suaranya.


''Duda tampan. jawab Sahila dengan jelas, namun jawaban itu belum tepat menurut Refan.


''Ulangi yang benar!'' titah Refan mulai mengeratkan giginya yang gemas karena jawaban Sahila.


''Sudah benar kan,?'' Duda tampan.


''Yang jelas dong sayang, duda itu siapa namanya.?''Refan masih saja pingin jawaban yang di inginkan dalam hatinya.


Akhirnya Sahila melepaskan tangan Refan dan berbalik menghadapnya,


''Refan ,Ceo yang sangat tampan dan sombong yang membuatku jatuh cinta saat pertama bertemu, puas! ''Akhirnya Sahila menjelaskan semuanya ,berharap Refan menyudahi tingkah konyolnya di depan para pembantunya. yang sangat jelas membuat Sahila malu.


Setelah Refan benar benar melepaskan pelukannya, Sahila meraih tangannya berjalan menghampiri Ririn dan Zero yang sudah duduk di ruang keluarga membicarakan tentang pernikahannya yang lima puluh persen memang sudah di persiapkan pak Cakra dan Dokter Hasan.


''Menurut kakak ini yang mana yang bagus, Ririn memeperlihatkan sebuah gambar kebaya pengantin dari ponselnya.


Sahila melihat lihat mencari mana yang pantas untuk Ririn.''Kayaknya ini cocok untuk kamu deh, menunjuk kebaya putih yang tidak terlalu terbuka bagian depannya serta manik manik yang tidak terlalu glamour, elegan namun terlihat mewah.


Ririn tersenyum dan memperlihatkan pada Zero.


Zero mengangguk menyetujui pilihan Sahila.


''Pilihan kakak ipar memang sangat bagus ,aku menyukainya, Sambil berhamburan memeluk Sahila yang berada di sampingnya.


''Sayang, keponakan aunty tidak bisa menyaksikan pernikahan aunty, dengan mengelus perut Sahila.


''Aduh geli... keluh Sahila saat menerima tendangan dari bayinya yang merespon saat Ririn mengelusnya.


''Tidak apa apa kak ,ini tandanya bayi kakak itu sangat aktif, dan itu menunjukkan kalau keponakan aunty ini sehat, baik baik ya, kami menunggu kehadiranmu sayang, ucapnya kembali.


Sahila pun tersenyum melihat sikap Ririn yang sangat ramah padanya.


Akhirnya sekarang aku berada di tengah orang orang yang benar benar meyayangiku, lirih hati Sahila.

__ADS_1


__ADS_2