
Tak ada sesuatu yang paling indah dalam hidup selain banyaknya kasih sayang dan perhatian dari orang yang kita cintai, itulah yang selalu terucap dari mulut Sahila ,rasa syukur atas nikmat yang kini di berikan Tuhan padanya, suami yang begitu menyayanginya dan selalu menuruti apa yang di inginkannya.
''Mas, kemarin kita kan nggak jadi ke dokter. ,gimana kalau sekarang, Sahila teringat akan hal yang membatalkan mereka untuk pergi ke rumah sakit.
''Maaf, hari ini mas nggak bisa, gi mana kalau besok saja, lagian kenapa sih harus secepat ini, mas yakin kalau kita baik baik saja, jangan buru buru, jawab Refan sambil mengelus perut Sahila yang rata.
Sayang cepatlah bersemayam, kasihan mama yang sudah mengharapkanmu untuk hadir, batin Refan dengan tangan masih mengelus perut Sahila.
Sahila cemberut dan diam seribu bahasa, ingin bicara, tapi apa,kalau Refan sudah menjawab seperti itu ,apa yang mau di kata.
''Baiklah, sekarang mas berangkat dulu, kamu baik baik di rumah, jangan capek,
Sahila langsung meraih tangan Refan dan menciumnya, begitu juga Refan langsung menarik pinggang langsing Sahila dan mencium keningnya begitu lama membuat Mike membunyikan klaksonnya.
''Lihat apa Mike, ucap pak Cakra yang hendak masuk mobil bersama pak Jono.
''Tidak Om, cuma ada kucing lewat aja, takutnya tertabrak, alasan Mike.
Pak Cakra menggelengkan kepalanya, ''Dasar anak jaman sekarang, nggak mau kalah sama yang beristri.
*Bos ini memang pamer apa memang seperti ini setiap hari, untung saja aku tidak tinggal bersamanya, kalau itu terjadi bisa mati berdiri aku melihatnya seperti ini setiap hari ,batinnya.
Tak* berselang lama ,Refan masuk ke mobil dan Mike langsung melajukan nya.
''Maaf bos, hari ini kita lembur, ada tamu dari luar negeri ,dan itu tidak bisa di cancel lagi, mereka datang siang ini, dan aku sudah mempersiapkan semuanya,
''Baiklah kita lembur, aku tidak akan mengecewakan mereka, jawab Refan namun dalam hatinya terselip sedikit resah, karena selama menikah dengan Sahila, baru kali ini akan lembur di kantor dan pastinya akan larut malam.
Seperti biasa dengan langkah panjangnya Refan berjalan melewati semua karyawan kantor.
__ADS_1
''Makin hari makin tampan saja bos kita ya,?''kekaguman karyawan tak bisa di bendungnya.
''Iya ya, bodoh sekali si Kania ,selingkuh di belakang bos ,Andai saja aku yang jadi istrinya, mungkin akan aku elus setiap hari ,pokoknya jangan sampai lecet dah, lihat aja kulitnya yang begitu bening dan gagahnya, siapa nanti wanita yang beruntung mendapatkannya, mereka hanya melihat punggung Refan.
''Ehemmm.... deheman dari belakang membuyarkan para karyawan yang sedang berkumpul .
''Maaf pak,kami cuma bercanda saja jangan bilang bos ya!''
''Kembali kalian, atau aku akan katakan sama bos kalau kalian hanya ngerumpi di sini, dan aku pastikan besok kalian akan di pecat. ucap Mike dan langsung berlalu mengikuti Refan.
''Dasar Bos sama sekretaris sama aja, sama sama dingin, nggak bisa apa, mereka tu halus gitu sama perempuan, ucap salah satu karyawan yang sedikit pelan, namun Mike masih bisa mendengar dan mengernyitkan dahinya serta menoleh dengan tatapan tajam.
Sedangkan di rumah ,Sahila langsung menyibukkan dirinya di dapur, Sahila teringat kalau hari ini adalah hari spesial untuk Refan.
''Bi,apa Bibi tau Apa makanan yang paling disukai mas Refan?'', tanya Sahila penuh harap, karena selama menikah Refan selalu makan apa yang di makan Sahila.
''Sukanya daging non, di masak apa saja Aden pasti suka,
''Bi, hari ini aku akan masak spesial untuk mas Refan, tolong bibi bantu ya, aku juga mau membuat kue untuknya,
''Baik Non ,jawaban singkat bibi,
Sahila sangat antusias mempersiapkan semua bahan yang akan dimasaknya, karena semua sudah tersedia dan tinggal memasaknya saja,
''Bi, pastikan ini akan enak, dan pastikan mas Refan akan suka, ucapnya kembali sambil mencuci semua bahan, namun sebelum memasaknya Sahila pergi ke kamar, kali ini Sahila mencari buku masakan yang sempat di belinya bersama Refan saat di supermarket,
Seharian penuh Sahila bergulat dengan bahan dapur, istirahat pun di abaikannya, berbagai olahan daging dan kue sudah hampir siap,karena hari sudah sore, dan ini waktunya Refan pulang,
''Ini banyak sekali Sa, ada acara apa, tumben juga kamu masak seperti ini, apa kamu mulai suka dengan olahan daging, kata pak Cakra sambil melihat satu persatu masakan Sahila.
__ADS_1
Sahila menggeleng, ''Ini semua untuk papa dan mas Refan, Selama ini Sahila nggak tau makanan apa yang papa dan mas Refan suka, sekali kali aku masak ini, tapi aku nggak tau rasanya enak apa nggak.
Pak Cakra tersenyum renyah melihat menantunya sedikit minder.
''Jangan khawatir, kalau soal makanan apapun yang kamu masak akan papa makan, terima kasih ya, sudah menjadi anak papa dengan baik, dan papa yakin pasti Refan juga suka.
Setelah menunggu lama, Sahila mulai khawatir Karena Refan belum muncul juga, padahal ini sudah waktunya makan malam, Sahila sesekali keluar hanya untuk melihat mobil Refan,
''Sa, ini kan sudah malam, apa nggak sebaiknya kita makan saja,pasti Refan juga sudah makan di luar, ucap pak Cakra, namun Sahila masih kekeh dengan pendiriannya, berharap Refan pulang dan makan bersamanya.
Sahila mencoba menghubungi ponsel Refan ,namun sayang ponselnya di luar jangkauan.
Kamu kemana sih mas, kenapa nggak kasih kabar, aku kan khawatir, batin Sahila cemas.
Akhirnya Sahila menemani pak Cakra untuk makan malam, meskipun Sahila tak makan sedikit pun.
''Kamu tenang saja nggak akan terjadi apa apa sama Refan, paling dia cuma lembur saja, sudah tunggu di kamar saja, papa masuk dulu, ucap pak Cakra, sedangkan Sahila hanya menjawab dengan anggukan.
''Non, ini kan sudah malam, sebaiknya non tidur saja di kamar, biar bibi yang beresin ,ucap bibi dengan halus,
Bibi merasa kasihan melihat wajah Sahila yang penuh dengan kekecewaan, air matanya mulai berlinang menghiasi pipi mulusnya, tak ada kata yang di ucapkan dari Sahila, hanya langkahnya yang kini berjalan menuju kamar.
''Kamu kemana mas, kenapa nggak kasih kabar ke aku?'', tangisan Sahila pecah saat tiba di kamarnya.
Dengan sebuah guling Sahila meluapkan emosinya kali ini, penantiannya hanya sia sia,
Sampai tak terasa matanya terpejam dan beralih ke dunia lain,
Sedang di kantor Refan panik ,karena lupa memberi tau Sahila, dan Refan juga baru sadar kalau ponselnya mati.
__ADS_1
''Sial, kenapa aku bisa lupa kasih kabar , pasti Sahila khawatir, umpatnya memaki dirinya sendiri.