KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 67.Ancaman Refan


__ADS_3

Dalam perjalanan Sahila hanya terdiam ,pikirannnya masih terngiang ngiang akan dirinya yang belum bisa mengandung, Suara Refan pun tak terpengaruh, meskipun candaan terus meluncur dari mulut nya.


''Sayang sudah sampai, apa kita akan tetap diam di sini sampai nanti?'' ucap Refan sambil mengelus pucuk kepala Sahila.


Sahila hanya tersenyum kecil dan hendak membuka pintu mobil, namun tangannya langsung di cengkal Refan dari belakang.


''Jangan di pikirkan, aku yakin ini memang belum saatnya kamu hamil, aku nggak mau masalah ini menjadi beban untuk kamu, dan kamu harus janji, tetap tersenyum,


'Sahila mengangguk, ''Aku janji, aku akan tetap tersenyum, ayo kita turun, aku sudah nggak sabar melihat Nesya dengan perutnya yang buncit.


Sahila berjalan dengan perlahan memasuki rumah Doni, Dari jauh sang sahabat terlihat bahagia, senyum dan wajah sumringah menghiasi wajah cantiknya.


Andai saja aku berada di posisi Nesya saat ini ,pasti aku akan lebih bahagia, tapi sayang ini hanya hayalanku saja, batin Sahila.


Saling memeluk ,karena sudah lama tak bertemu membuat Sahila tersenyum bungah,seperjuangan di kota hanya bekerja menjadi pelayan restoran keduanya tinggal satu kos kosan mengingatkan akan perjalanan hidupnya.


Sahila dan Nesya tak malu bercerita di depan suami dan kerabatnya.


Banyak pasang mata yang melihat kebahagian mereka berdua, pandangan dari sisi yang berbeda ,meskipun sekarang menjadi istri dari pengusaha kaya, namun itu tak bisa menghapus masa lalu dan perjalanan yang sulit dari keduanya.


Sahila mengelus perut buncit Nesya yang membuatnya selalu tersenyum.


''Gi mana rasanya Nes, pasti kamu sangat bahagia. tanya Sahila dengan tangan masih di perut Nesya.


''Aku sangat bahagia,sebentar kagi aku akan sempurna menjadi seorang wanita, dan rasanya aku sudah tak sabar menantikan bayiku lahir, ucapnya membuat hati Sahila sedikit teriris, bukan dari perkataannya melainkan dari dirinya sendiri yang belum bisa sesempurna Nesya.


''Sayang, ini minum dulu, suara Refan dari belakang membuyarkan lamunan Sahila, Refan tau kalau Sahila saat ini sedang memikirkan sesuatu, dan di yakini pasti itu karena kehamilan Nesya.


''Kamu sudah berjanji katanya akan tersenyum, mana senyum mu itu ?''bisik Refan di telinga Sahila, namun ada sekilas ciuman di sana yang membuat Sahila tersipu malu.

__ADS_1


''Mas malu, di sini banyak orang, ucap Sahila sambil menoleh ke arah kanan dan kiri.


Acara demi acara berlangsung berbagai prosesi tujuh bulanan pun di lakukan seperti adat, Sahila selalu tersenyum melihat Nesya yang begitu bahagia.


Aku tau dalam hatimu pasti kamu ingin di posisi Nesya,sekarang kamu hanya berpura pura untuk tersenyum, tapi aku tidak akan membiarkan kamu sedih, sebisa mungkin aku akan membuatmu bahagia meskipun kita belum di beri momongan ,batin Refan dengan tangan masih merangkul pinggang ramping Sahila.


''Don, Iwan mana kok dari tadi aku nggak lihat dia, tanya Refan,


''O... dia nggak bisa datang, soalnya sekarang orang tuanya Sindi datang, dan Iwan ingin datang untuk meminta restu hubungan mereka.


Refan hanya mengangguk anggukkan kepalanya mendengar penjelasan Doni.


''Tumben kali ini kamu nggak nafsu makan, ucap Refan menggoda Sahila melihat Sahila yang enggan untuk menyantap hidangan. padahal Refan melihat semua masakan itu kesukaan nya.


Sahila hanya mengangkat kedua bahunya.


Namun kali ini sambil mengerucutkan bibirnya.


''Mas, Sindi mengirim pesan, katanya dia butuh bantuanku, aku juga nggak tau kenapa, tapi aku ingin ke sana, aku nggak mau dia kenapa napa, Ucap Sahila panik saat membuka pesan dari Sindi.


''Kamu yang tenang, coba sini mas lihat, Refan sambil meminta ponsel Sahila dan membaca sendiri isi pesan dari Sindi,


''Mas, ayo kita ke sana, aku yakin terjadi sesuatu, nggak mungkin Sindi berani mengirim pesan padaku, kalau ini nggak penting,. Sahila menggoyang goyangkan lengan Refan, berharap Refan menurutinya.


''Baiklah, kita ke sana sekarang,


Refan dan Sahila langsung keluar dari rumah Doni tanpa pamit.


Di dalam mobil Sahila menceritakan kebaikan Sindi padanya,di saat dia terpuruk dan di saat dirinya membutuhkan orang untuk curhat dan di saat dirinya butuh tempat tinggal hanya Sindi orang yang ada saat itu, karena takut Refan akan marah karena Sindi berani mengirim pesan padanya.

__ADS_1


''Tenanglah, tidak akan terjadi apa apa, mas janji, mulai sekarang jangan pernah takut aku marah, aku bukan Refan yang dulu yang suka memarahimu, dan menghinamu, Refan terhenti dengan ucapannya, lalu menghela nafas dan menyambung apa yang ingin di katakannya.


''Tapi hari ini kan orang tua Sindi datang, kenapa dia butuh bantuanmu, bukankah Iwan hari ini juga akan meminta restu pada orang tuanya, kenapa jadi begini?'' Refan menerka nerka apa yang di ucapkan Doni.


Setelah beberapa menit Refan sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah Sindi, Sahila langsung saja berlari dan mengetuk pintu, tak berselang lama pintu di buka wanita cantik yang masih sangat muda.


''Siapa kamu, mau ngapain kesini?'', ucap orang itu dengan sinis, yang langsung mendapat bentakan Refan.


''Anda tidak tau siapa dia, dia Sahila istri dari Refan pemilik perusahaan Terbesar di kota ini,dan kami ke sini bukan atas kemauan kami sendiri, tapi anak anda yang mengirim pesan pada istri saya untuk datang ke sini. ucap Refan dengan sombong, ada kemarahan di wajah Refan namun Sahila berusaha menenangkannya.


Seketika wajah wanita itu langsung memucat saat mendengar penjelasan dari Refan.


''Maafkan suami saya tante, bukan maksud kami ingin mengganggu, tapi Sindi mengirim pesan pada saya untuk datang, ucap Sahila menjelaskan sekali lagi berhati hati, takut akan kemarahan wanita itu.


''Saya yang minta maaf, saya tidak tau kalau kamu istri tuan Refan, silahkan masuk!''ucapnya dengan menggandeng tangan Sahila.


''Kenalkan saya Fatma mamanya Sindi. sekali lagi ucapnya terbata bata, menahan ketakutannya pada Refan.


''Saya Sahila dan ini suami saya, ucap Sahila ramah, sedangkan Refan menghadap ke arah lain, masih kesal dengan perlakuan mama Sindi pada Sahila.


Tak berselang lama, papa Sindi keluar ,dan betapa terkejutnya melihat tamu yang datang saat ini.


''Tuan Refan, ucapnya sambil menjulurkan tangannya, namun tak mendapat balasan dari Refan.


''O... jadi orang yang tak tau sopan santun itu istri anda, saya jamin sekali lagi istri anda memperlakukan istri saya dengan tidak baik, perusahaan anda akan rata dengan tanah sekarang juga,


Seketika Papa Sindi langsung meminta maaf atas perlakauan Istrinya pada Sahila.


Sahila takut melihat kemarahan Refan, namun Sahila tak bisa berkata apa apa, karena wajah Refan terlihat begitu murka melihat kedua orang tua Sindi saat ini,

__ADS_1


Sebenarnya apa yang terjadi dengan sindi ya? ''Author kepooo.


__ADS_2