KESUCIAN CINTA SAHILA

KESUCIAN CINTA SAHILA
Bab 126. Calon suami Ririn


__ADS_3

Sore yang senja itu rumah pak Cakra sangat ramai, kali ini bukan karena Refan, Sahila Dan yang lain, melainkan orang tua Ririn yang baru saja tiba dari luar negeri, Karena sebelumnya pak Cakra sudah tau akan hal itu pun sudah mempersiapkan semuanya.


''Kak, aku nggak tau kalau ternyata Ririn tinggal di sini, dulu waktu dia pindah dia bilang mau tinggal di apartemen saja, tapi kemarin aku terkejut saat dia bilang tinggal di rumah kakak, ucap mama Ririn yang tak lain adalah adik dari pak Cakra yang bernama Dewi.


''Aku yang nyuruh, kalian itu bagaimana ,punya anak perempuan satu satunya di biarkan hidup sendirian, ini kota besar, apa kalian nggak khawatir dengan anak kalian, ceroboh sekali, kalau terjadi apa apa dengan Ririn siapa yang salah, rasanya sudah lama aku pingin marah sama kalian, ucap pak Cakra, pak Cakra terlihat emosi melihat kedua orang tua Ririn.


Semuanya diam tak berani membantah, karena pak Cakra yang bijak itu memang benar dengan semua ucapannya.


''Kami minta maaf kakak ipar, memang semua ini salah kami yang terlalu sibuk. kali ini papa Ririn yang menjawab yang tak lain adalah pak Firman.


''Aku maafkan, dan Ririn biarkan tinggal di sini bersamaku, setelah acaranya selesai ,kalian balik saja. ucapnya cuek.


Tak berselang lama, Refan datang bersama dengan Sahila ,Semua menoleh melihat arah pintu yang terbuka.


Refan terkejut melihat Om dan tantenya yang sudah berada di ruang tamu, pasalnya mereka tidak menghubunginya kalau akan datang hari ini.


''Om, tante, ucap Refan dari jauh ,Dan langsung memberi salam pada keduanya.


Sedangkan Sahila hanya mengikuti Refan dari belakang.


''Fan, ucap bu Dewi,sambil melihat arah belakang Refan ,melihat wanita cantik yang sedang tersenyum.


''Ini istri kamu !''ucapnya kembali sambil mendekati Sahila.


''Iya tante namaku Sahila, istri mas Refan.


''Ternyata pilihan kakak memang yang terbaik, aku yakin kali ini kamu pasti bahagia, iya kan Fan?''.


''Memangnya tante tau istriku ini pilihan papa?''


''Kenapa kamu balik nanya, bahkan kamu sendiri nggak bisa memilih, pilihan kamu ternyata tidak sebaik wajahnya.


Kali ini Refan yang kena karena pertanyaan konyolnya.


''Dan aku yakin kakak pasti juga memilihkan laki laki yang tepat untuk Ririn, ucap Bu dewi yang membuat semua terbelalak.


Refan melihat Wajah pak Cakra yang dengan santainya memainkan ponselnya.


''Kamu kenapa Fan, apa kamu terkejut kalau ternyata papa yang menjodohkan Ririn?''

__ADS_1


Refan mengangguk.


''Kalian duduk saja, sebentar lagi kalian akan tau siapa laki kali itu, dan aku yakin pasti Ririn juga akan menerimanya,. pak Cakra sangat santai mengucapkannya, bahkan pak Cakra yakin kalau memang Ririn akan menerima perjodohan darinya.


Tak lama mereka mengobrol, Ririn datang dengan penuh senyuman, karena Ririn sudah tau akan kedatangan kedua orang tuanya,.


''Mama ,papa, teriakan Ririn menggema dan mereka langsung saja memeluk kedua orang tuanya, melepas rasa rindu yang sudah lama terpendam.


''Ternyata anak mama sudah dewasa sekali, perasaan baru aja kemarin suka minta eskrim ,sebentar lagi mau menikah aja, ucapan Bu dewi membuat Ririn cemberut .


''Jangan gitu Rin, Om tau kalau kamu memang belum mengenal laki laki itu ,tapi om yakin kamu akan menerimanya, dan Om harap kamu jangan bikin keluarga malu ,seperti kakak kamu, ucap pak Cakra sambil melirik ke arah Refan.


Kena lagi. batin Refan.


ucap pak Cakra sedikit memaksa.


Ririn mengangguk.


''Jadi Om yang jodohin aku?'' tanya Ririn heran.


pak Cakra mengangguk.


Pak Cakra dan yang lain berjalan menghampiri pintu, menyambut kedatangan tamunya.


Sedangkan Ririn memilih masuk ke dalam kamar mempersiapkan dirinya untuk menerima kenyataan.


''Dokter Zero , jadi kamu calon suami Ririn?'' ucap Refan seketika,


Dokter Zero, jadi calon suami Ririn dokter Zero, kenapa dunia begitu sempit sampai orang orang yang kukenal jadi saudaraku, batin Sahila.


''Pa..... ucap Zero sambil memegang lengan pak Hasan,


Pak Hasan diam dan menoleh ke arah Zero sambil mengangguk.


Sedangkan yang di tanya pun hanya diam, karena tak tau arah tujuan omongan Refan.


''Fan yang sopan, salam dulu pada Om Hasan , masih aja seperti anak kecil kamu ini, Dengan malunya Refan menyalami tamu yang datang.


''Maaf, aku kan terkejut.

__ADS_1


''Silahkan masuk, ucap papa Cakra sambil merangkul pria paruh baya yang dulu adalah sahabatnya.


Semua duduk di ruang tamu, dan pak Cakra yang mulai pembicaraan .


''Sa, tolong panggil Ririn di kamarnya ya?''. perintah pak Cakra pada sang menantu.


Dengan langkah yang cepat Sahila menghampiri kamar Ririn .


''Rin buka pintunya, ini kakak ipar.!'' ucap Sahila sambil mengetuk pintu,


Dengan cepat Ririn membukanya dan melihat serta memeluk Sahila dengan erat.


''Kamu kenapa, malah pergi ke kamar, calon suami kamu datang, kenapa kamu nggak menyambutnya, kakak yakin kalau kamu pasti akan menyukainya,percaya sama kakak, papa pasti akan memberikan pada anaknya itu yang terbaik, sekarang kamu ganti baju, kakak akan menemanimu menemui dia. Karena Ririn masih memakai baju dinasnya.


''Apa laki laki itu tampan seperti kak Refan?'', tanya Ririn penasaran, karena menurutnya nggak mungkin Sahila bohong.


''Kamu jangan samakan mas Refan dengan yang lain, yang terpenting dia itu tampan dan sudah jelas baik, kalau kamu punya suami seperti mas Refan, ada kemungkinan kamu nggak akan tahan, kamu nggak lihat egonya yang sangat besar itu membutuhkan kesabaran, perjuangan kakak sangat besar, jadi sekarang cepat kita keluar, ujarnya kembali.


''Tapi sekarang cinta kak Refan itu sangat besar untuk kakak kan, dan kakak nggak menyesal kan menikah dengan kak Refan?''.


''Kakak nggak akan pernah menyesal, dengan pilihan kakak, sudah cepat kita keluar! ''


''Dokter Zero, jadi dokter Zero calon suami ku, ini beneran kan?'', Ririn sedikit tak percaya, bahkan tak pernah terselip untuk menikah dengan dokter Zero.


Tapi pertemuannya itu membuat Ririn yakin kalau Zero adalah laki laki yang baik dan bertanggung jawab.


Sedangkan Zero hanya diam saja tak tau kalau semua ini adalah rencana pernikahan ,karena sebelumnya sang ayah hanya bilang ingin bersilaturrahmi saja.


''Ririn, kamu itu seperti kakak kamu saja selalu buru buru, duduk dulu, kita bicarakan ini,


Sedangkan bu Dewi dan pak Firman serta Refan diam,


''Bagaimana kabar pak Cakra, sepertinya kita sudah lama nggak ketemu, ucap pak Hasan memulai percakapan .


Pak Cakra tertawa, sebagai orang tertua pak Cakra paling di segani.


''Aku baik, dokter sendiri gi mana, ternyata cepat juga kita besanan ya, aku nggak nyangka mereka sudah dewasa.


Sebenarnya papa punya rencana ini dari kapan, kenapa sepertinya mereka saling akrab, biarin aja deh, kelihatannya Zero juga laki laki yang baik, apa lagi dia seorang dokter mereka satu profesi, semoga Ririn mau menerima perjodohan ini. batin Refan.

__ADS_1


__ADS_2